Pengungkapan pelaku kasus peledakan bom JW Marriot dan Ritz-Carlton di Mega Kuningan, Jakarta; nampaknya masih belum menunjukkan titik terang. Beberapa tersangka yang diduga menjadi pelaku ternyata tidak sesuai dengan hasil pengujian DNA terhadap mayat pelaku bom bunuh diri. Polisi nampaknya masih kesulitan dalam mengungkap secara pasti siapa sesungguhnya pelaku baik personil maupun jaringan yang bermain dibalik teror bom.



























Agustus 4, 2009 pada 1:38 am
Ada pendapat bahwa, kalau soal terorisme ini ditangani oleh militer, maka bisa teratasi sejak dengan cepat. Kira2 apa benar begitu?
Agustus 4, 2009 pada 10:00 am
@Dony Alfan
pendapat itu yang akhirnya mendasari munculnya wacana untuk menghidupkan kembali Undang-Undang Anti Subversi.
suka atau tidak, harus diakui kalau memang militer punya kemampuan intelijen yang belum bisa ditandingi oleh kepolisian.
@lovepassword
cerdas…….
@AndyMSE
halaaaahhhh… senengane merendah…
@wisnu
hahahahaha… istilahnya kok manyun…
saking karetnya sampai bisa digunakan untuk memelihara kekuasaan selama 32 tahun…
mosok sich mereka segitu “naif”nya sampai-sampai gak memahami conspiracy theory atau chaos theory?
yg parah bukan merekan gak tahu. mereka tahu tapi sudah tertutup mata hatinya oleh uang dan kekuasaan.
@grubik
hlaaa itu apa… pertanyaannya, “piye sing arep koordinasi?”
kalau Lampard dan Gerard kan cuma soal menyelaraskan irama permainan aja…
Agustus 4, 2009 pada 2:23 am
Kalo yang manangani Sandra Dewi, mungkin malah lebih efektif
Agustus 4, 2009 pada 5:49 am
mumet ndasku mikir sing koyok ngono iku… (doh)
Agustus 4, 2009 pada 8:20 am
jadi, ada wacana bahwa militer tersenyum melihat polisi manyun dikerjai teroris?
eniwei, untuk UUnya, UU subversif memang UU dari segala UU. ciri khas karet dan tarik ulur membuat UU ini bisa dipakai untuk apa saja yang berhubungan dengan masalah hankam negara.
tapi kang, bisa jadi kadang kita punya analisa teori konspirasi yang jauh lebih maju dibandingkan para punggawa negara sendiri. mereka pun pasti akan manggut-manggut jika membaca teori2 itu, yang barangkali malah diterapkan kemudian oleh mereka
Agustus 4, 2009 pada 9:48 am
nek urusane memang menandung unsur anak emas, anak perak…, anak setan ya piye sing arep koordinasi? koyo Lampard karo Gerrard di timnas Enggris, belom bisa kerjasama dengan manis…
Agustus 4, 2009 pada 10:07 am
Anggaran untuk intelijen saat ini tidak sebesar jaman orde baru. Maaf dijaman orde baru uang makan seorang intel ibaratnya bisa makan di Hotel bintang 5.tapi saat ini uang makannya paling2 hanya seharga nasi padang.
Loyalistas Intelijen kita maaf apakah karena amanah dan tanggung jawab apa hanya sekedar gaji buta ? maaf bagi para intelijen coba di baca dengan seksama.
Maaf seorang aparat Intelijen berkata kepadaku? bila semua aparat intelijen Cukup dijakarta saja itu bekerja Amanah dan bekerja maksimal maka tidak akan ada BOOm dijakarta .
Pemerintah memang harus mengupayakan kesejahteraan para aparat di perhatikan.
seharusnya Badan-badan terkait seperti BIN (Badan Intelijen Negara ) membuat situs resmi dan memberikan warning dan membuat pemahaman kepada masyarakat didunia maya agar selalu bisa waspada , mendeteksi dini terhadap kejadian-kejadian yang menjadi ancaman ke depan dan melatih masyarakat dalam konteks di dunia maya untuk tidak mentabukan Intelijen . Peranan Blogger bisa menjadi pendukung dan memasyarakatkan Intelijen di masyarakat kita sendiri. Masih banyak pak kalo mau di tulis
Agustus 4, 2009 pada 11:05 am
@kawanlama95
anggaran intelijen dari dulu sampai sekarang secara proporsional masih sama. yang membedakan dulu mereka masih didukung oleh dana2 non budgeter yang diperoleh dari kantong bisnis tentara baik resmi maupun tak resmi. belum lagi ditambah dari yayasan-yayasan yang dikelola oleh keluarga cendana.
kalau soal loyalitas, kembali pada mentalitas dan dedikasi. tentu soal kesejahteraan memang bukan sesuatu yang bisa diabaikan dan harus seimbang dengan resiko tugas dan tanggung jawab yang diemban.
Bicara soal institusi pemerintah termasuk BIN, pada akhirnya bicara soal mentalitas aparatus negara dimana saat ini seluruh sendi pemerintahan sudah terjangkit penyakit disorientasi yang akut. dari kesadaran pengabdian sebagai abdi dan pelayan masyarakat, menjadi abdi dan pelayan uang dan kekuasaan.
@ajengkol
kok jadi ngakak mbak? apa S3-nya bidang kajian humorologi?
wakakakakak…
@linda belle
iya teh… masak dari tahun 2000-2009 disuruh sabar terus sementara bom meledak terus dimana-mana. yang anggota keluarganya jadi korban apa bisa menunggu terus tanpa kepastian.
@Pradna
sayangnya yang begitu itu malah mayoritas dan memliki otoritas untuk menjalan fungsi2 pemerintahan.
@dbo
hahahahahaha…
komentar yang pas!!!
@novi
jujur saja…, sebenarnya semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara ini sudah lama kebobolan…
hahahahahaha…
Agustus 4, 2009 pada 10:15 am
Keren ulasan Hendro Priyono semalam hahahaha pengen ngakak tapi … S3 geto loh
Agustus 4, 2009 pada 10:19 am
yah mungkin kita hrs lebih bersabar kali dlm persoalan ini, pak polisi jg manusia, and punya intelegensi yg terbatas jd mungkin butuh bny waktu buat mrk
Agustus 4, 2009 pada 10:37 am
memang belum banyak yang suka jika orang lain bahagia, tak perduli jika bangsa sudah jadi rata
Agustus 4, 2009 pada 10:52 am
Yang utama mungkin membangkitkan kesadaran kita semua, bahwa : 1. Ditingkat Elit hanyalah ‘sejenis anjing2 terlatih’ yang siap mengoyak2 siapa saja sesuai perintah tuannya, sambil menebar virus-rabies;
2. Ditingkat Menengah adalah ‘domba2′ yang siap diadu satu sama lain kemudian disate;
3. Ditingkat Bawah adalah ‘jangkrik2′ yang juga siap diadu dan digoreng.
Dengan kesadaran ini, maka jangan mengharap :
Intelijen..? Yang sudah kena virus rabies..?ngeri deh…
H uman right;
A mnesti internasional;
M ahkamah internasional..,
yang pada dasarnya lembaga2 tsb.adalah SAMPAH, yang dibentuk oleh dan untuk kepentingan PENJAJAH/PENJARAH.., ya PENJARAH…
Belum lagi kelompok2 yang
pada dasarnya MEMBENCI KEMERDEKAAN/KEUTUHAN NKRI…
Mari kita renungi bersama, dibarengi renungan sejarah NKRI…
Bagaimanapun ‘Sejarah Bersifat dan Inherent Dalam Ranah Illahiah’…..
Semoga…….
Agustus 4, 2009 pada 10:59 am
yg kecolongan dalam kasus terakhir itu intelijen, atau securitynya ya mas?
masa menyortir area demi event khusus masih bobol juga.
Agustus 4, 2009 pada 11:12 am
hmmm..rumit juga ya…
Agustus 4, 2009 pada 2:00 pm
@Casual Cutie
konflik bersegi banyak…
@omagus
sangat mungkin… masih ingat kaaan? postingan lama yang berjudul “Ronin dan Korporatisme Negara.”
@Pakde Cholik
waaaahhhhh… nampaknya Pakde Cholik waktu komentar soal ini belum baca postingan saya sebelumnya “Noordin M Top – Osama Bin Laden”
@Pakde
masalahnya mereka merasa benar di jalan yang salah…, jadi gimana mau kembali ke jalan yg benar? hahahahaha…
‘Mereka senang mempublish hari ini dapat apa besok memberitakan apa’ lebih untuk pencitraan dan memulihkan psikologi massa agar merasa aman, tak lebih dari itu.
@guskar
naaaahhhh tuch kaaaannnn… inget kaaaannnn… jaman dulu aja ada yg kentut laporannya sampai ke Presiden (Pangti ABRI)…
kenapa sekarang kok nggak gituuuuu??? hayo kenapa hayooooo??? wakakakakakaka…
Agustus 4, 2009 pada 11:21 am
seharusnya keefektifan kerja sebuah intelejent seharusnya mampu mencegah tindakan-tindakan terorisme semacam pengeboman-pengeboman belakangan ini. Lalu bila pengeboman dan aktivitas terorisme ini tak terkendali bahkan tidak di ketahui ujung pangkalnya ini. Apakah benar kerja intelejen yang bisa bekerja sama dengan kepolisian itu memihak rakyat. Yang di takutkan justru intelejen dipakai oleh pihak tertentu untuk melakukan sebiah misi yang tentunya intelejen sendiri yang tahu..
Agustus 4, 2009 pada 11:22 am
walah pas ngomen mung sithik. pas kerefresh ngertret koyo neng plurk… (doh)
Agustus 4, 2009 pada 12:40 pm
Lha tetangga kita nangkap Osama kok ya nggak bisa2 ya, mungkin sibuk menerawang pelanggaran HAM negara lain sampai urusannya sendiri nggak enthos.
Salam mas
Agustus 4, 2009 pada 1:03 pm
harapan saya hanya satu, semuanya kembali kepada jalan yang benar. Meskipun kata KELIRU bagi sebagian orang dikatakan BENAR.
Mereka senang mempublish hari ini dapat apa besok memberitakan apa. sementara solusi untuk menghentikan aksi2 yang menselakai banyak pihak tak di waspadai.
Agustus 4, 2009 pada 1:46 pm
saya suka grenengan sendiri. dulu ketika peran koramil dan babinsa desa masih aktif, kok org kentut aja laporannya bisa di meja dandim. Atau seorang teman yg lagi iseng coratcoret memberikan kaca mata pada wajah presiden juga keendus sama koramil…
mmg sptnya ada nggak beres dng sistem keintelejenan kita.
atau memang sengaja dipelihara?
Agustus 4, 2009 pada 2:13 pm
lha membunuh *yg katanya musuh negara* aja bisa ketauan media massa dan masyarakat.
intelijen kok kecolongan terus..
ini intelijen apa intel rebus..? *hahaha OOT
Agustus 4, 2009 pada 4:45 pm
@lilliperry
nggak OOT… kontekstual kok… bener banget malah…
@WANDI thok
setuju banget Kang… dienteni wae lengahnya… mosok ra ketemu pengapesane…
hahahahahaha…
@zee
militer atau sipil tidak penting sepanjang bisa membawa bangsa dan negara ini aman, damai, adil dan makmur.
@tomy
mau kucing belang…, mau kucing buduk…, yang penting bisa nangkap tikus…
@sakurata
rasa kebangsaan yang sudah hilang berubah menjadi rasa kebaratan atau rasa ke-Arab-an…
Agustus 4, 2009 pada 2:19 pm
Menanggapi kasus negara sing abote kaya ngene, aku kudu mikir sik mas Itempu, aku mung bisa mikir cethek wae, sapa sing salah bakal salah, sak printer-printere uwong mlaku, bakal kesandung dw, nadyan wis nganggo kacangmoto jaran sisan. Sak pinter-pintere komputer ndonlod, bakal heng juga. Pokoke aku gur isa mendongakkan muga-muga masalahe ndang bar mas.
Agustus 4, 2009 pada 3:33 pm
Bicara soal TNI, terus terang saya termasuk orang yang percaya bahwa negara ini masih harus dipimpin oleh TNI, biar bisa bener.
Agustus 4, 2009 pada 3:38 pm
Ya mungkin memang perlu dihidupkan *lagi* UU anti teroris / anti subversif
Karena sejatinya HAM cuma pelecehan humanisme yang hanya menjadi senjata untuk semakin menjajah kita yang bermental gedibal
Welas tanpa alis, cinta kasih yang dijerumuskan dalam lembah nista.
Perlu dilakukan kerja di bidang ideologi agar si gedibal bisa lekas-lekas bangkit menyadari kedaulatan dirinya
Diktator masih perlu asal mengabdi pada kepentingan bangsa & negara secara luas
Agustus 4, 2009 pada 4:44 pm
Menurut Saya, terorisme tidak akan lepas dari campur tangan asing entah apa pun tujuan dan alasannya. Jadi untuk menanggulanginya, kembalikan lagi semangat SATU INDONESIA di setiap dada manusia Indonesia (apapun profesinya) seperti tatkala para pendahulu kita mengusir penjajahan dari bumi Indonesia.
Agustus 4, 2009 pada 4:46 pm
bukan terbengkalai kang…hanya lagi belajar nih…merubah wujud saja…makasih dah mampir
Agustus 5, 2009 pada 12:25 am
@harry
woooowww…, kirain terbengkalai… ternyata masih dalam proses pembikinan…
ada yg bisa dibantu?
@ami istriku
hehehehehe… inget kalau kita lagi diskusi… pasti kamu sebel banget kalau denger cerita yang sebenarnya…
@suciwir
dibalik perebutan dominasi dan hegemoni kekuasaan memang pada akhirnya persoalan ekonomi…
sebenarnya tak terlalu sulit untuk melihat pemetaan yang ada… ini semua hanya pengulangan sejarah dalam manifestasi yg berbeda…
@endar
Undang-Undangnya gak perlu dibaca… itu cuma sekedar referensi data pendukung…
@noersam
salam kenal juga…
Agustus 4, 2009 pada 6:17 pm
intinya perebutan kekuasaanlah ini. heran saya, orang kalau dah menginginkan kekuasaan, segala cara dilakukan. ngga peduli orang lain jadi korbannya. kekuasaan ngga dibawa mati aja kok …. *sebel abis*
Agustus 4, 2009 pada 9:44 pm
masalah terorosme adaalah masalah skenario global nan besar. yang melibatkan banyak kepentingan dan berbagai motif.
itulah mengapa susah diurai benang merahnya.
Agustus 4, 2009 pada 9:47 pm
sepakat dengan komennya mbak Ami, bahwa ini adalah sebuah skenario perebutan kekuasaan.
bisa dilakukan oleh orang dalam negeri maupun luar negeri.
Agustus 4, 2009 pada 9:48 pm
dan sekali lagi…
ujungnya adaala kepentingan EKONOMI
Agustus 4, 2009 pada 10:51 pm
ndasku mumet yen moco uu no.. tahun… ditetapkan….
semoga saja bangsa kita bisa makmur sejahtera tanpa ada terorisme.. merdekaaa
Agustus 5, 2009 pada 12:06 am
salam kenal
Agustus 5, 2009 pada 12:19 am
salam kenal aja
Agustus 5, 2009 pada 1:28 am
Zaman Orde Baru juga ada peledakan bom. Paling tidak, ada satu yang saya ingat dengan baik yaitu peledakan bom di Candi Borobudur tidak lama setelah Candi Borobudur selesai dipugar.
Memang, waktu itu tidak ada korban jiwa karena bom diledakkan saat dini hari di mana pada saat itu tidak ada pengunjung di Candi Borobudur.
Saya setuju bahwa intelijen kita lemah. Sudah tahu Nurdin M Top belum tertangkap baik hidup atau mati, mengapa intelijen lengah? Entah apakah NMT itu makhluk imajiner buatan polisi atau manusia sebenarnya, sebaiknya selama NMT itu belum diberitakan tertangkap hidup atau mati, intelijen harus selalu “terjaga” jangan tertidur.
Agustus 5, 2009 pada 12:30 pm
@Kombor
Tepat… hanya saja pelakunya tertangkap dan masuk penjara. waktu itu dengan cepat segera terungkap dan tertangkap.
catatan lama saya menyebutkan bahwa pelaku yang diseret dan ditangkap itu adalah AM Fatwa yang kemudian duduk di DPRRI dari PAN pada Pemilu 1999.
@suwung
suwung dan suwung plasu…, sama-sama suwung…
hlaaa wong namanya juga suwung…
@kangBoed
segera merapat kalau kondisinya memungkinkan…
salam sayang juga…
@Fietria
kalau penjagaannya diperketat makin gak tertangkap dooong…
hlaaa Noordin M Top kok malah dijaga.., bukannya ditangkap…
@Budi Hermanto
setuju!!!
@nusantaraku
kebebasan yang kebablasan…
kebebasan yang tak didasari oleh kearifan lokal…
kebebasan ala barat…
Agustus 5, 2009 pada 1:40 am
knp tiap masuk sini saiia harus siap2 mengencangkan ikat pinggang berikut sabuk pengaman, menjinjing sarung setinggi2nya tanpa harus memperlihatkan sidi saiia, mempererat iket kepala tanda harus siap2 menahan gempuran wacana?!?!?! padahal saiia baru bangu tidur… owww oww oww… ikutan sandra dewi ajja (komen nya lovepasswrd*) bole gag kang?!?!?
Agustus 5, 2009 pada 7:54 am
ada teror ada anti teror
ada soewoeng ada juga soewoeng plasu
Agustus 5, 2009 pada 8:20 am
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG SAHABATKU
Agustus 5, 2009 pada 8:23 am
KAPAN KETEMUAN LAGI BOSSSSSS.. SEHAT ENDA YAAA..
Agustus 5, 2009 pada 9:05 am
Dimana-mana poster Nurdin M. Top.
Aparat melakukan penjagaan yang ketat.
Agustus 5, 2009 pada 10:15 am
Hmm..
Kita semua harus bersatu..
Untuk berantas terroris..
Stop terrorism..
Agustus 5, 2009 pada 10:19 am
Saudaraku…,
Sebangsa dan Setanah Air, Satu Tumpah Darah Indonesia, Berbahasa Satu Bahasa Indonesa. Perkenankan saya setitik air di Samudra Masyarakat dengan Nama “Impoen Samudra” datang dari Laut Selatan JOGJAKARTA, yang memiliki hak yang sama seperti saudara-saudara yang lain dalam hidup berbangsa dan bernegara karena sejatinya kita adalah sama (Ciptaan dan Umat Tuhan) dan semoga apa yang Ada di dalam tulisan ini dapat menjadikan Solusi bagi Bangsa Indonesia Tercinta dimana banyak yang telah lepas kontrol dan telah lupa akan PESAN SUCI NENEK MOYANG KITA. “Kutitipkan Bangsa dan Negara Ini Kepadamu”. Ingat Saudara kita tinggal menjaga dan meneruskan bukan merintis, lalu bagaimana jika menjaga saja tidak bisa….???.
Saudara-saudaraku sekalian, Setelah Melihat, Mengamati, Menimbang kejadian dalam berpolitik serta kehidupan dalam berbangsa dan bernegara yang semakin hari semakin membahayakan serta sangat mengancam kelangsungan hidup Tumpah Darah dan Kedaulatan NKRI, di tambah lagi dengan adanya Aksi TERROR, Maka, mohon dengan hormat buat Saudaraku “JAGO WIRING KUNING”. yang tak lain adalah TNI Mohon dengan hormat Jangan Hanya Diam Saja.
Apakah saudara lupa bahwa tugas Saudara adalah sebagai “BENTENG-BENTENG NEGARA”. dimana paruhmu tajam bak sembilu, Tubuhmu kekar, Otot kawat balung wesi, Bulu dan Sayapmu Berkembang di seantero Bumi Nusantara mengayomi seluruh Anak Bangsa yang rindu akan Arti sebuah KEMERDEKAAN SEJATI dalam bingkai NKRI. Kakimu berdiri kokoh di atas Bumi Nusantara, Jalu/Tajimu Tajam siap menusuk Pengkhianat NKRI, Cakarmu begitu kuat mencengkram BUMI NUSANTARA dengan semangat “Bihneka Tunggal Ika”.
INGAT… Saudara…!!!
Tugas utama Saudara adalah “MENGAMANKAN BANGSA DAN NEGARA” Jadi sekali lagi mohon dengan hormat tolong segera ambil tindakan tegas :
1. SELAMATKAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)”.
2. BERSIHKAN GARUDA PANCASILA DARI KUTU DAN JAMUR.
3. PERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DENGAN SEMANGAT “BIHNEKA TUNGGAL IKA”.
4. AMBIL SIKAP DAN TINDAKAN TEGAS MANA YANG WAJIB DI SELAMATKAN, MANA YANG MASIH BISA DI DIDIK, DAN MANA YANG HARUS DI LEBUR.
5. JANGAN TAKUT DENGAN HAM DAN PERATURAN YANG SENGAJA DIBUAT DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPERLEMAH KEKUATAN SAUDARA, INGAT SAUDARA…!!! JIKA SAUDARA LEMAH, MAKA NKRI YANG KITA CINTAI JUGA IKUT LEMAH.
Maka dari itu BERTINDAKLAH…!!!
————————————————-
Buat Saudara-saudaraku sesama setitik air disamudra masyarakat… ada pertanyaan yang mendasar yang harus Saudara renungkan dan jawab di dalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Kita. Mengenai Rasa Cinta dan bhakti ke pada Ibu Pertiwi yang di sebut juga INDONESIA:
1. SAUDARA KAMU LAHIR DIMANA ?
2. KAMU HIDUP DIMANA ?
3. KAMU MAKAN DARI HASIL BUMI MANA ?
4. LALU KOTORANMU KAMU BUANG DIMANA ?
5. NANTI JIKA KAMU MATI KAMU AKAN DI KUBUR DIMANA ?
6. PILIH SALAH SATU APA DI: ARAB, AMERIKA, CHINA, INDIA ATAU…. DI INDONESIA/NKRI…???!!!. Silahkan Saudara Renungkan dan jawablah didalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Saudara.
Marilah Saudara-saudaraku, yang masih memiliki rasa Cinta dan bhakti kepada Ibu Pertiwi. Mari bersama kita tanamkan tekat yang kuat didalam “HATI NURANI, JANTUNG serta OTAK kita”, dan kita berdayakan kemampuan diri kita masing-masing, Bersatu bersama Benteng-benteng Negara, Bentangkan Rantai Baja Persatuan, dan Tanamkan Sikap Kemandirian Bangsa, kita teruskan dan kita wujudkan secara bersama-sama Negara yang “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo”, tanpa mamandang “SARA” dan “INGAT” jangan sekali-kali menunggu datangnya “Sang Tunjung Seto” karena jika Saudara sekalian yakin telah menemukan DIRI SEJATI di dalaman kejernihan HATI NURANI adalah bagian dari “TUNJUNG SETO” itu sendiri.
Akhir kata:
“Ayoo… bersama kita tunjukan kepada dunia bahwa kita mampu “BANGKIT..!!!”, dan Jangan buat leluhur Nusantara malu”.
Mohon maaf jika ada yang salah mohon di tunjukan letak kesalahanya dan tolong di luruskan.
Salam.
NKRI HARGA MATI….!!!!
JAYALAH INDONESIAKU…!!!
Agustus 5, 2009 pada 12:15 pm
Uraian yang menarik.
Ada satu hal mengapa “separatis” atau aksi kekerasan terjadi tatkala masyarakat diberi kebebasan dalam wahana demokrasi. Bagi sebagian pihak, arti kebebasan dimanfaatkan sebesar mungkin. Namun tanpa kebebasan bagi masyarakat, maka kreativitas akan terpasung.
Sinkronisasi antara kebebasan dan aturan yang tegas memang menjadi hal utama. Dahulu tentara satu padu mendukung pemerintah. Namun, saat ini terjadi faksi-faksi tertentu. Belum lagi, polisi juga secara tidak langsung ikut dalam agenda politik.
Agustus 5, 2009 pada 2:17 pm
ketegasan oleh pemerintah yang penting, hukum di tegakkan siapapun dia dan apapun latar belakangnya. Kalo hukum cuma berarti buat sebagian rakyat dan sebagian lagi kebal hukum ya next bakalan muncul noordin2 yang lain.
Agustus 5, 2009 pada 4:25 pm
@mbah sangkil
penegakan hukum adalah kunci tegaknya keadilan.
tanpa ada keadilan maka sulit akan tercipta ketertiban dan keteraturan.
@Eka Sit-Sir
yang nulis postingan aja gak takut.., masak yg komen takut…
kekekekekek…
@genial
hahahahahahaha….
pakar photoshop masak gak bisa GIMP???
terimakasih atas linknya…
@Galuharya
itulh yang sering disebut dengan fungsi kekaryaan sebagai bentuk Dwi Fungsi ABRI. Sayangnya tidak diimbangi dengan Dwi Fungsi Sipil.
memang demikian seharusnya.., polisi dan TNI terutama intelijen harus bekerjasam untuk memberantas terorisme demi terciptanya kedamaian di Nuswantara.
@suklowor
tulisan-tulisan seperti yg saya buat gak mungkin dimuat di mass media karena bisa mengancam bisnis mereka.
Agustus 5, 2009 pada 3:12 pm
Heeeemmm…
Berat niy pak..
ngeri salah komen kayak bu prita lagi
hahaha
anw… soal UU bagus atau tidak… menyokong atau tidak.. dananya cukup atau tidak… RA URUS
Saya pengen damai.
Itu doank
Agustus 5, 2009 pada 3:29 pm
kang.. akangnya ngerjain iia?!!??! pan saiia buta ubuntu apalagi GIMP… eee tebalik… wess ngono lah pko’eee… gag gablek 2 urusan ituhhh
huaaaa…
kang… link telah terpasang…
maaf atas keterlambatannya…
silahkan bisa dicek pada Doods yg
terletak di sudut kiri bawah…
atau bisa di intip secara keseluruhannya di
My Banners.
sekali lagi terimakasih atas inpitnya
eeee… gag inpit iia??!!??! bodo lahhh… yg penting pasang aaaeee lahh… wkwkwkwkwk… muhun maap atas tak terjawapnya pertanyaan akag selama ini
muhun mangap sekali lagihhh
Agustus 5, 2009 pada 4:10 pm
seharusnya militer dan kepolisian bahu-membahu untuk mengungkap pelakunya.
Agustus 5, 2009 pada 4:17 pm
dwifungsi ABRI lah yang menjadikan banyak yang menjabat GUBERNUR di negeri ini dari kalangan TNI
Agustus 5, 2009 pada 4:21 pm
posting yang keren… saya sering baca kompas, tidak saya temukan opini semacam ini… hebat mas… kenapa nggak di kirim ke media saja?
yang berikutnya soal undang-undang subversib itu.. memang seperti buah simalakama, pro kontra pasti akan hebat, apalagi di tengah ke kisruhan pemilu wih… pasti tambah meruncing….
tapi semoga bisa di temukan solusi terbaik untuk Indonesia di masa depan.. amin
Agustus 5, 2009 pada 5:21 pm
wah pokoknya misterius deh
Agustus 6, 2009 pada 12:47 am
@Bisnis Online
apanya yg misterius?
@cahjoker
kita cinta damai…
@kopral cepot
ya gak doooong…
gak sanggup bersaing dengan S3 luar negeri…
wakakakakakak…
@omen
saya lebih nyaman jika kita bisa membangun bangsa ini lebih baik dari orde baru.
@Iklan Gratis
itu gunanya kita memahami sejarah agar bisa belajar dari kebaikan dan kekurangan masa lalu.
Agustus 5, 2009 pada 9:39 pm
pokoknya kekerasan ga welcome di sini..,
Agustus 5, 2009 pada 11:09 pm
wah.. wah… bahasan intelijen dan polisi .. wokeeh nih .. sepertinya Kang Muradi bisa tersaingi
.. saluuut
Agustus 6, 2009 pada 12:39 am
weleh2….
seep deh…
lengkap bener nih…
klo saya sie lebih nyaman dengan era orba dulu..
gimana ga nyaman, la wong yang punya tato seupil aja dah dikarungin n diburu, yg mbengkang dikit langsung dijeblosin, jadinya ga ada yg nusuk dari belakang ataupun menteror…
sekedar berkeliling mencari sahabat baru sambil memandangi keindahan rumah ini…
menunggu kunjungan balik dari kawanku…
salam hangat selalu kawn
Agustus 6, 2009 pada 12:41 am
setiap era pasti ada kekurangan maupun kelebihannya…
saya sangat mengharapkan agar kelabihan masa orba dulu disatukan untuk menutupi kekurangan di era sekarang…
sungguh indah dan nyaman bangsa ini jika kita semua bisa bersatu…
salam damai selalu :d
Iklan Gratis
Agustus 6, 2009 pada 1:44 am
kami tidak takut
ayo lawan terorisme
!!!
Agustus 6, 2009 pada 6:15 pm
@Rusa Bawean
mari kita lawan terorisme dengan mendesak agar aparat negara bekerjasama untuk bisa memberantas terorisme.
@dasir
setuju!!!
@zulhaq
berat sama dipikul.., ringan sama dijinjing.
@m4stono
wakakakakakakak…
itu pilihan yg dilematis…
dimakan mati bapak.., tidak dimakan mati ibu…
@suryaden
nampaknya itu prioritas utamanya.., apapun dan bagaimanapun caranya…
Agustus 6, 2009 pada 1:54 am
Salam kenal mas,,,masih mbahas teroris ya?Aku rada bosen,,karena teroris menurut saya adlah sebuah opini yang sengaja disebar oleh yang tak mau mellihat uamt islam menjadi agama yang damai…setiap ada kat2 teroris disitula islam akan dibahas oleh yang pobia terhadap islam…itu pendapat wong ntunjung…alias dasir hehehehe
salam sayang dan ukhuwah…
Agustus 6, 2009 pada 2:22 am
[...] Appendix-2 | Bulldozer dan Excavator di Tepi Telaga Cebong, namun berhubung ada beberapa di antara pembaca yang konfius dengan istilah usus buntu, maka judulnya terpaksa [...]
Agustus 6, 2009 pada 11:33 am
yAH, bagaimana menyikapinya aja lah…
berat niy urusan yang beginian he he he
Agustus 6, 2009 pada 12:41 pm
kelingan pas mbiyen ijik SD, neng nggon buku UUD sing ono potone mentri2 kabinet tak coreki, ono sing tak gawe koyo bakul sate, koyo preman, intione tak nehi kocomoto, plester , brengos karo jenggot, ndilalahe aku ra tau kecekel pulisi qiqiqiqiqi….
sekarang kita mo milih pake uu anti subversi tapi lebih aman dan melanggar ham atau yg sekarang ini tapi gak lebih aman dan “kelihatannya ” tdk melanggar ham??
Agustus 6, 2009 pada 6:09 pm
sing jelas kan menang mutlak dadi presiden maneh…
Agustus 6, 2009 pada 9:42 pm
terulas jelas bahasannya ..
jadi bahan masukan .. apa bener kali yaa .. koordinasinya kurang sinkron?
Agustus 7, 2009 pada 10:00 pm
@mascayo
demikianlah kenyataannya…
@Ayam Cinta
semogaaaa…
@boyin
nanti kalau cepat terungkap…, mereka gak punya alasan untuk menyerang dan menguasai negara-negara islam.
@hadi wirojati
piye kang kabare?
@kangBoed
I LOVE U PHHHHUUUUULLLLL jugaaaaaaaa….
@denyarelektrik
pertanyaan yang bagus untuk disampaikan bagi mereka yg terima gaji untuk memberantas terorisme.
@sawali tuhusetya
setidaknya itu tayangan yang bagus untuk memperlihatkan bahwa merek sudah bekerja dengan baik.
Agustus 6, 2009 pada 11:52 pm
Semoga kedepannya ga kaya gini lagi….
Bebas bom!
Agustus 7, 2009 pada 9:24 am
wah kalo masalah belum terungkap memang butuh proses katanya. soalnya di luar negeri pengungkapan teroris juga tidak secepat itu terungkapnya.
Agustus 7, 2009 pada 1:00 pm
lhaa.. mbah sangkil… bener sangkalmu… hehehe..
weeh.. mumet ngomongi bom njedot.. malah njedot metu ngisor mengko…,
memang namanya politis.. kalu semua pelaksanannya tidak sesuai rencana ya politiknya meleset.. malah jadi gusar perencanane…, ndilalah sing dikongkon gedibal sing wis dikumbah otake.. yo wis manut modar…, sing penting jare iso ono njobone neroko…, lha sing duwe kepentingan .. ngguyu.. rencanane wis kelakon… wong wong podo girab bingung.. geger banjur ada pekerjaan dan dana .. serta tujuan terlaksana… sing bingung yo bingung sing arep golek ketenangan ya berusaha.. sing adem ayem yo ben.., sing mikir yo kepriye supaya nusantara iki jaya kawijayan.. iso ngangkat harkat derajat lan martabat amrih ora dadi panggonan politikus akal bulus…, omongane gur Bash Bush…, lha ra tenan tho…,
matur nuwun
salam sihkresnan
rahayu…
Agustus 7, 2009 pada 4:51 pm
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG
I LOVE YOU PHUUUUUUUULLLLLLLLLLLLLLLL
Agustus 7, 2009 pada 8:25 pm
haduuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhh………..
kalo gitu harus minta tolong sama siapa lagi?
apa harus kita juga yang turun tangan cari teroris?
trus, untuk apa orang2 itu digaji???
Agustus 7, 2009 pada 9:31 pm
berita terakhir kttg upaya aparat dalam memberantas pelaku teror bom jw mariot, terjadi yembak menembak antara aparat dan pelaku teror bom. kita tak tahu persis, apakah mereka yang diburu itu pelaku yang sesungguhnya atau bukan? teror agaknya menjadi sebuah kasus kejahatan kemanusiaan yang makin riumut dan kompleks. dohm, kapan negeri ini bisa terbebas dari teror dan teror, yak?
Agustus 8, 2009 pada 3:26 pm
Selamat sore Itempoety, Keberagaman kehidupan ini se muanya tidak lepas kaitannya dengan kehidupan sebelumnya. Kita hidup tidak disini saja dan sekali ini saja, masih ada kehidupan lain yang lebih kekal. Apa yang kita lakukan di dunia ini merupakan waktu untuk menunpuk bekal sebanyak banyaknya karena kehidupan yang lain nanti membutuhkan persiapan yang banyak berupa amal baik. Maaf saya memandang dari sisi lain, mbok yo… diberi pengertian seperti ini agar hati-hati dalam melangkah di dunia ini. Bekerja secara optimal , jangan membatasi niat hanya sekedar untuk memperoleh imbalan, tapi pandanglah berkah yang menunggu untuk bekal kita kelak. Terima kasih tulisan yang bagus, Sukses untuk anda..
Regards, agnes sekar
Agustus 8, 2009 pada 5:06 pm
mampir liat2 mas, blom bisa ngasi komen, kaya,nya dah pada diborong ma temen2, salam kenal aja
Agustus 11, 2009 pada 11:30 am
@pro234
silakan… salam kenal juga…
@ircham
hehehehehe…
@celotehanakbangsa
maap.., belum bisa main ke “rumah”… lagi repot…
@ikhsan
Hiduuuup!!!
@celetukansegar
wakakakakakakak… maksa banget tuuuch… “Aindro”
@wisnu
mohon maaf…, lagi repot jadi belum sempat update…
@elmoudy
dari berbagai kemungkinan tersebut pasti ada satu yang mendekati benar…
Agustus 8, 2009 pada 10:50 pm
mari ber,ain jadi inteligen…. saja…
Agustus 10, 2009 pada 1:46 pm
Lapor Juragan
Mo Absen..
AnakBangsa Hadir..
Salam AnakBangsa..
Salam Perubahan..
http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/08/09/dialog-terakhir-inilah-dialog-terakhir-antara-densus-88-dengan-noerdin-m-top-densus-88-dengan-noerdin-m-top/
Agustus 10, 2009 pada 6:54 pm
hidup densus hehehe
Agustus 11, 2009 pada 8:44 am
Kalo yang nguji DNA tersebut para pelawak, pastinya DNA itu disebut : Dono-Nasino-Aindro!
Agustus 11, 2009 pada 9:47 am
agustus
empat sampai sebelas
sempat ndak sempat harus dibalas
perlu didatangkan densus88 untuk mengapdet, po?
jiahaha…
*kaboorrrr….
Agustus 11, 2009 pada 11:09 am
siapa dalangnya yaa?? agak sulit emang ditelusuri..
Yang pasti siapapun bisa menjadi aktor intelektual
bisa jadi kelompok Islam fundamentalis
bisa jadi pejabat politik yg benci ama SBY
bisa jadi antek asing
bis ajadi oknum yg ada di Malaysia
ahh gak tau laah
Agustus 11, 2009 pada 6:39 pm
Menurut analisa yang logis dan pendapat saya, peledakan bom yang terjadi di Negara Indonesia dilakukan untuk membuat perhatian semua orang agar pandangan dan sudut pandang warga indonesia bisa terombang ambing dan terancam dengan jalan mengalihan perhatian oleh sosok-sosok seseorang yang menginginkan sesuatu dari wilayah Indonesia untuk misi yang tidak berkesudahan, dan kita sebagai warga INDONESIA, harus lebih jeli dan teliti menanggapi hal tersebut, dan kita harus bertanya lagi kepada diri pribadi, apa yang sebernarnya hal yang dilakukan untuk peledakan bom bunuh diri tersebut???????
Agustus 11, 2009 pada 11:25 pm
wah kalau memang ada yang namanya persaingan antar institusi…atau ada iri dengki dan ada istilah anak emas anak tiri, dan semua pada akhirnya mengorbankan rakyat, bangsa, dan negara ini namanya sudah tidak profesional dan tidak dewasa. mudah-mudahan yang seperti itu nggak terjadi, jadi rakyat pun bisa lebih tenang karena aparatnya tangguh dan profesional.
Agustus 12, 2009 pada 7:51 am
wah, mumet juga kalau mikirin yg kayak beginian,
utk saya sing penting negeri ini aman, amin.
salam.
Agustus 12, 2009 pada 8:12 am
pak akhir2 ini kok sering ngeliat mereka ya. aku kok seperti di buntuti *narsis mode on* walah telaga kahuripan sering lewat situ. tau2nya ada teroris juga. wah nga nyanka dah.Bilabong juga sepi banget dah……
Agustus 12, 2009 pada 3:48 pm
kalo pasal pasal takut ah koment
Agustus 12, 2009 pada 5:33 pm
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG
‘TUK SEMUA SAHABAT SAHABATKU TERSAYANG
” I LOVE YOU PHUUUUUUUUULLLLLLLLLLL “
Agustus 12, 2009 pada 6:20 pm
Salam Kenal,
Seharusnya semuanya bahu membahu, bukannya tersenyum melihat yang lain keteteran. Tapi nggak tahulah, yang kita lihat hanya dipermukaan sedangkan isinya hanya mereka yang tahu.
Agustus 12, 2009 pada 8:59 pm
blogwalking….
yaah… mana tulisan barunya????
Agustus 13, 2009 pada 12:45 pm
Betapapun, kepolisian harus diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka tanpa harus tergantung pihak militer. Kurang fair juga jika membandingkan kemampuan intelijen militer yang sudah teruji sekian lama dengan intelijen kepolisian yang baru.
Agustus 14, 2009 pada 3:11 am
haddiiirrrrr…
pagi2 gini.. menyambangi rumah sahabat, berharap ada secangkir kupi hangat, melawan dingin yang kian tak bersahabat…
cu…
Agustus 14, 2009 pada 3:20 am
hadooww…
postingan kelas paus neh… cukup menyimak aja ahh… tatut salam komenx nya hehehhe.. maklum, baru ikan teri neh…
cu…
Agustus 14, 2009 pada 4:05 pm
Cuma sekedar blogwalking soalnya postinganya sangat berat n berkelas
Agustus 15, 2009 pada 9:34 am
maaf kang gak tau undang2 so ngikut saja khan saya cuma rakyat biasa.
Agustus 15, 2009 pada 2:57 pm
wah, analisis yang sangat menarik, mas. ketidakharmonisan antarlembaga negara harusnya diminimalisir dulu demi pemberantasan terorisme. ini kan masalah sangat besar!
Agustus 16, 2009 pada 9:06 pm
saya telepon hpnya enda aktif ya maaaaaasssss
Agustus 17, 2009 pada 12:30 pm
mo protes ah!!!!!!!
mana postingan barunya??
Agustus 17, 2009 pada 10:10 pm
Salam Merdeka Juragan..
Sekali Merdeka tetap Merdeka..
Merdeka Untuk Selama-lamanya
Jayalah Bangsaku..
http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/08/16/bangsaku-indonesia-namanya-bangsamu-apa-namanya/
Maret 16, 2013 pada 12:33 am
w you do not actually have to stick to sam ld fashioned moble cse.
Mei 14, 2013 pada 12:51 pm
Very nice post. I simply stumbled upon your weblog and wished to say that I’ve really enjoyed surfing around your blog posts. After all I will be subscribing for your feed and I’m hoping
you write once more very soon! raspberry ketone –
Raspberry ketone – raspberry ketone side effects
Mei 27, 2013 pada 10:12 pm
If some one desires to be updated with most recent technologies then he must
be pay a quick visit this site and be up to date every
day.