AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian terakhir dari 4)

Sinopsis Pengantar Kisah ini berawal dari Kerajaan Saunggalah I (Wilayah Kuningan sekarang) yang keberadaannya ditengarai sejak awal abad 8M seperti yang tercatat dalam naskah lama Pustaka Pararatwan I Bhumi Jawadwipa dengan nama Saunggalah. Adalah Rahyang Sempakwaja Penguasa Galunggung, sang ayahanda, yang mendudukkan Resiguru Demunawan kakak kandung Purbasora (Raja di Galuh 716-732M) menjadi raja di Saunggalah … Lanjutkan membaca AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian terakhir dari 4)

AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian 3 dari 4)

Sinopsis Pengantar Kisah ini berawal dari Kerajaan Saunggalah I (Wilayah Kuningan sekarang) yang keberadaannya ditengarai sejak awal abad 8M seperti yang tercatat dalam naskah lama Pustaka Pararatwan I Bhumi Jawadwipa dengan nama Saunggalah. Adalah Rahyang Sempakwaja Penguasa Galunggung, sang ayahanda, yang mendudukkan Resiguru Demunawan kakak kandung Purbasora (Raja di Galuh 716-732M) menjadi raja di Saunggalah … Lanjutkan membaca AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian 3 dari 4)

AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian 2 dari 4)

Sinopsis Pengantar Kisah ini berawal dari Kerajaan Saunggalah I (Wilayah Kuningan sekarang) yang keberadaannya ditengarai sejak awal abad 8M seperti yang tercatat dalam naskah lama Pustaka Pararatwan I Bhumi Jawadwipa dengan nama Saunggalah. Adalah Rahyang Sempakwaja Penguasa Galunggung, sang ayahanda, yang mendudukkan Resiguru Demunawan kakak kandung Purbasora (Raja di Galuh 716-732M) menjadi raja di Saunggalah … Lanjutkan membaca AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian 2 dari 4)

AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian 1 dari 4)

Di tengah carut marutnya ekonomi dunia serta bertepatan dengan akan segera diselenggarakannya perhelatan demokrasi Pemilu 2009, perlu rasanya kita membawa memory kolektif untuk sejenak menengok kembali jauh ke masa silam. Masa dimana kemanusiaan masih diwarnai oleh kesejatian yang menjunjung tinggi dan memegang teguh nilai dan adab yang telah diwariskan oleh para karuhun dan pepunden.

Kontestasi Ideologi dan ‘the end of ideology’

Membaca tulisan Dominggus Oktavianus yang berjudul “Krisis dan Kontestasi Ideologi” yang dimuat di http://www.mediabersama.com, Rabu, 12 Nopember 2008, membuat libido intelektual terangsang untuk melakukan senggama pemikiran. Ada dua hal yang perlu dicermati dalam mencari cara pandang terbaik untuk benahi dunia dari kekacauan sistemik terkait dengan kontestasi ideologi. Pertama, ada hal yang lebih dulu perlu disepakati … Lanjutkan membaca Kontestasi Ideologi dan ‘the end of ideology’