MERDEKA !!!

Kata-kata MERDEKA pernah menjadi begitu sakral dan mewarnai hari-hari awal perjalanan bangsa ini. Begitu banyak jargon, semboyan dan seruan yang menggemakan kata MERDEKA dalam berbagai bentuk dan kesempatan seperti antara lain, MERDEKA ATAOE MATI !, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA !. Bahkan Preambule Undang-Undang Dasar 1945, dalam Alinea pertama kalimat pertama, secara tegas mencantumkan, “Bahwa sesungguhnya … Lanjutkan membaca MERDEKA !!!

Amok dan Anarkhi

Dalam English Dictionary Webster ada beberapa kata bahasa Indonesia yang diserap kedalam bahasa Inggris.

Orangutan -salah satu satwa primata yang harus dilindungi karena terancam punah akibat perdagangan illegal dan kerusakan hutan habitat tempat tinggalnya yang semakin lama semakin parah akibat dijarah oleh para kapitalis industrialis- misalnya, tidak hidup di Inggris dan memang cuma ada di Sumatera dan Kalimantan. Jadi wajar saja kalau kemudian kata tersebut diserap dalam bahasa Inggris. Lanjutkan membaca “Amok dan Anarkhi”

Jadul dan Persahabatan

award-iloveaward-vespaMungkin memang akhir-akhir ini sedang musim award. Saling memberi dan bertukar award antar sesama blogger. Entah awalnya siapa yang memulai ide ini dan apa sesungguhnya maksud dibalik pemberian award. Sayapun tak tahu karena saya sendiri masih newbie, orang baru di dunia blogging.

Berbagai anggapan dan tanggapan muncul soal award. Ada juga yang bersikap sinikal terhadap pemberian award dengan mengatakan, “award2an dan tukeran link itu jadul!… itu hanya strategi naikin trafik dg cara yg tdk begitu cerdas…” Mungkin memang ada benarnya juga untuk blogger-blogger yang isi kepalanya cuma google page rank dan alexa rank. Lanjutkan membaca “Jadul dan Persahabatan”

AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian terakhir dari 4)

kayon_hakekatSinopsis Pengantar

Kisah ini berawal dari Kerajaan Saunggalah I (Wilayah Kuningan sekarang) yang keberadaannya ditengarai sejak awal abad 8M seperti yang tercatat dalam naskah lama Pustaka Pararatwan I Bhumi Jawadwipa dengan nama Saunggalah. Adalah Rahyang Sempakwaja Penguasa Galunggung, sang ayahanda, yang mendudukkan Resiguru Demunawan kakak kandung Purbasora (Raja di Galuh 716-732M) menjadi raja di Saunggalah I.

Dengan gelaran Resiguru yang disandangnya tentu Resiguru Demunawan pun menurunkan”AJARAN”-nya. Adalah seorang keturunannya yang kemudian menjadi Raja di Saunggalah I (Kuningan) dan kemudian pindah menjadi raja di Saunggalah II (Mangunreja/Sukapura) yaitu PRABUGURU DARMASIKSA (1175-1297 M, 122 tahun!) yang nantinya kemudian mengaktualisaksikan ajaran-ajaran karuhunnya.

Prabuguru Darmasiksa adalah tokoh yang kemudian berperan besar dalam mengkompilasi dasar-dasar pandangan Hidup/ajaran hidup berupa nasehat dan pitutur dalam suatu naskah tertulis. Naskah yang dikenal sebagai AMANAT DARI GALUNGGUNG atau disebut juga sebagai NASKAH CIBURUY (nama tempat di Garut Selatan tempat ditemukan naskah Galunggung tsb) diidentifikasi sebagai KROPAK No.632, yang ditulis pada daun nipah sebanyak 6 lembar dimana terdiri atas 12 halaman; menggunakan aksara Sunda Kuna. Naskah ini kemudian lebih dikenal sebagai “AMANAT PRABUGURU DARMASIKSA”.

HALAMAN 11
Pegangan Hidup: Lanjutkan membaca “AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian terakhir dari 4)”

AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian 3 dari 4)

cangkuang-2Sinopsis Pengantar

Kisah ini berawal dari Kerajaan Saunggalah I (Wilayah Kuningan sekarang) yang keberadaannya ditengarai sejak awal abad 8M seperti yang tercatat dalam naskah lama Pustaka Pararatwan I Bhumi Jawadwipa dengan nama Saunggalah. Adalah Rahyang Sempakwaja Penguasa Galunggung, sang ayahanda, yang mendudukkan Resiguru Demunawan kakak kandung Purbasora (Raja di Galuh 716-732M) menjadi raja di Saunggalah I.

Dengan gelaran Resiguru yang disandangnya tentu Resiguru Demunawan pun menurunkan”AJARAN”-nya. Adalah seorang keturunannya yang kemudian menjadi Raja di Saunggalah I (Kuningan) dan kemudian pindah menjadi raja di Saunggalah II (Mangunreja/Sukapura) yaitu PRABUGURU DARMASIKSA (1175-1297 M, 122 tahun!) yang nantinya kemudian mengaktualisaksikan ajaran-ajaran karuhunnya.

Prabuguru Darmasiksa adalah tokoh yang kemudian berperan besar dalam mengkompilasi dasar-dasar pandangan Hidup/ajaran hidup berupa nasehat dan pitutur dalam suatu naskah tertulis. Naskah yang dikenal sebagai AMANAT DARI GALUNGGUNG atau disebut juga sebagai NASKAH CIBURUY (nama tempat di Garut Selatan tempat ditemukan naskah Galunggung tsb) diidentifikasi sebagai KROPAK No.632, yang ditulis pada daun nipah sebanyak 6 lembar dimana terdiri atas 12 halaman; menggunakan aksara Sunda Kuna. Naskah ini kemudian lebih dikenal sebagai “AMANAT PRABUGURU DARMASIKSA”.

HALAMAN 7
Pegangan Hidup: Lanjutkan membaca “AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian 3 dari 4)”