MERDEKA !!!

Kata-kata MERDEKA pernah menjadi begitu sakral dan mewarnai hari-hari awal perjalanan bangsa ini. Begitu banyak jargon, semboyan dan seruan yang menggemakan kata MERDEKA dalam berbagai bentuk dan kesempatan seperti antara lain, MERDEKA ATAOE MATI !, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA !. Bahkan Preambule Undang-Undang Dasar 1945, dalam Alinea pertama kalimat pertama, secara tegas mencantumkan, “Bahwa sesungguhnya … Lanjutkan membaca MERDEKA !!!

Amok dan Anarkhi

Dalam English Dictionary Webster ada beberapa kata bahasa Indonesia yang diserap kedalam bahasa Inggris. Orangutan -salah satu satwa primata yang harus dilindungi karena terancam punah akibat perdagangan illegal dan kerusakan hutan habitat tempat tinggalnya yang semakin lama semakin parah akibat dijarah oleh para kapitalis industrialis- misalnya, tidak hidup di Inggris dan memang cuma ada di … Lanjutkan membaca Amok dan Anarkhi

Sembelit Award

Beberapa waktu yang lalu saya sempat terkena sembelit politik. Untungnya ada kang Suryaden yang bisa sedikit mencairkan ‘kebuntuan’ yang saya alami.

Jadul dan Persahabatan

Mungkin memang akhir-akhir ini sedang musim award. Saling memberi dan bertukar award antar sesama blogger. Entah awalnya siapa yang memulai ide ini dan apa sesungguhnya maksud dibalik pemberian award. Sayapun tak tahu karena saya sendiri masih newbie, orang baru di dunia blogging. Berbagai anggapan dan tanggapan muncul soal award. Ada juga yang bersikap sinikal terhadap … Lanjutkan membaca Jadul dan Persahabatan

3 in1

Tanggal 29 Juni yang lalu adalah hari yang penuh surprise untuk saya. Surprise yang pertama datang dari sahabat saya pak Okta ‘CENYA95′ Kurniawan yang masuk ke komen box di postingan saya yang terakhir melalui pingback pada pukul 10.49.

AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian terakhir dari 4)

Sinopsis Pengantar Kisah ini berawal dari Kerajaan Saunggalah I (Wilayah Kuningan sekarang) yang keberadaannya ditengarai sejak awal abad 8M seperti yang tercatat dalam naskah lama Pustaka Pararatwan I Bhumi Jawadwipa dengan nama Saunggalah. Adalah Rahyang Sempakwaja Penguasa Galunggung, sang ayahanda, yang mendudukkan Resiguru Demunawan kakak kandung Purbasora (Raja di Galuh 716-732M) menjadi raja di Saunggalah … Lanjutkan membaca AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian terakhir dari 4)

AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian 3 dari 4)

Sinopsis Pengantar Kisah ini berawal dari Kerajaan Saunggalah I (Wilayah Kuningan sekarang) yang keberadaannya ditengarai sejak awal abad 8M seperti yang tercatat dalam naskah lama Pustaka Pararatwan I Bhumi Jawadwipa dengan nama Saunggalah. Adalah Rahyang Sempakwaja Penguasa Galunggung, sang ayahanda, yang mendudukkan Resiguru Demunawan kakak kandung Purbasora (Raja di Galuh 716-732M) menjadi raja di Saunggalah … Lanjutkan membaca AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DARMASIKSA (Bagian 3 dari 4)