Menunggu Lahirnya Janin Kekuasaan, Buah Dari Perselingkuhan Politik

44 pemikiran pada “Menunggu Lahirnya Janin Kekuasaan, Buah Dari Perselingkuhan Politik”

  1. Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan,namun bagaimana membangun negeri ini dengan baik demi kesejahteraan rakyat banyak.

    salam rahayu.

  2. bagaimanapun panas dan hotnya adegan di layar perak, mereka tetep saja tidak keluar dari sekenario dan tunduk pada sutradara, apalagi sama pak produser… :D

  3. wah di ibaratkan seperti main kartu , yang lagi megang kartu bagus berarti sby , wah kalo gitu yang lain nyerah aja . kan menang. atau rame 2 untuk koalisi untuk kritis . jadi komitmen aja terhadap apa yang jadi jualan kampanye.ayo kritis terhadap pemerintahan.kenapa harus takut ga usah gabung sama SBY

  4. yaaa gitu deh…namanya politik…tidak ada kawan sejati…yang ada cita2 abadi yaitu kekuasaan….keciyan banget bagi yg fanatik mengidolakan salah satu tokoh politik kita…ternyata yg diidolakan gak ada bedanya dengan yang tidak diidolakan…sama2 kemaruk

  5. semua dirangkul untuk menciptakan pemerintahan yang kuat. kuat dalam arti eksekutifnya, bukan kontrol legislatifnya. ini orde baru yang legal. dan itu sah-sah saja selama masih konstitusional.
    bukankah modal yang telah dikeluarkan dari awal perhelatan harus bisa kembali dalam satu periode ke depan?

  6. judul postingnya sunguhhh menggoda..
    kereeenn …
    Salam Ramadhan Al Mubarok 1430 H
    Salam Hangat Selalu dari AbulaMedia.com

  7. asiiik…dateng pas pembagian kue..
    asal yang dipilih benar-benar profesional dan mampu mengemban amanah dengan baik, dengan tujuan utama untuk kebaikan bangsa ini, saya nggak peduli latar belakang partai politiknya…

    semoga yang memilih bisa lebih bijak…demikian juga yang dipilih.

  8. permainan politik memang belum usai, mas itempo[eti. setidaknya, para politisi yang dulu merasa punya jasa besar dalam proses pemenangan sang penguasa akan menggunakan kartu truf-nya utk menagih janji. kita sudah sama2 maklum bagaimana kualitas para politisi kita yang (nyaris) tak pernah memiliki fatdoen, wisdom, dan kearifan berpolitik. yang mereka butuhkan adalah bagaimana mereka tetap bisa ikut berdansa sambil mernikmati kue kekuasaan yang selama ini memang mereka impikan. doh!

  9. Saya ga’ suka politik…, soalnya banyak janji-janji yang diumbar…
    Dan kerap kali bingung dengan kebijakan yang mereka gulirkan..

  10. sampean, ki puasa-puasa kok ngrasani, malah sing dirasani para tikus yang sedang maen poli. kok ya ada ya poli-tikus, mbok ya ada juga poli-blogger

  11. yang lebih menarik, babak baru ini dibuka dengan begitu banyak “kasus”: Diklaimnya beberapa budaya nusantara oleh negeri jiran: yang sayangnya: terkesan di dramatisir hingga berlarut-larut: skandal Bank Century: isu teroris yang melebar kemana-mana:

    satu saja intinya, apapun itu: Mulai dari sekarang, bangsa ini harus menjadi bangsa yang lebih berkarakter, disiplin dan tegas. Berhenti No Action Talk Only. Saatnya berbuat sekecil apapun demi negeri tercinta!

  12. tampaknya kue itu bener-bener enak dan nikmat. Sehingga lawanpun berusaha sebaik mngkkin memperbaiki raut muka supaya terlihat seperti kawan.
    tapi memang di indonesia kayaknya hal yang tabu untuk menjadi oposisi. hanya untuk gertakan dan abang-abang lambe doang..!

  13. Salam Takzim
    wh bangga bos saya masuk bursa, kudo’akan agar bangga ini tidak pupus wahai Prof. DR Jhoni Soedarsono DEA
    Salam Takzim

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s