Gegap gempita pesta dansa demokrasi telah usai. Panitya penyelenggara telah memutuskan pasangan pedansa yang terbaik dari hasil pilihan langsung penonton. Sayangnya pilihan tidak dilakukan lewat SMS seperti halnya kontes-kontes unjuk suara dan tubuh yang selama ini diltayangkan di layar kaca.



























Agustus 31, 2009 pada 4:45 pm
semoga tetap ada yang mau menjadi oposisi untuk keseimbangan
Agustus 31, 2009 pada 5:14 pm
Semua seperti hanya sandirwara dan begitu mahal harganya *sedih*
Agustus 31, 2009 pada 5:15 pm
Insya Allah Lebaran bisa sowan ke mas dan mbakyu ami
Agustus 31, 2009 pada 5:47 pm
Saia tertarik dengan takjil daripada politik
Agustus 31, 2009 pada 6:03 pm
Saya melihat tokoh politik kadang jadi mules. Hi Hi Hi
Agustus 31, 2009 pada 7:32 pm
Selamat datang Orde Baru Jilid II !!! …
Wilujeng sumping juragan-juragan ..
Agustus 31, 2009 pada 7:47 pm
blue hanya mengucap selamat datang dech para pejabat baru heheh…………
selamat malam
salam hangat selalu
Agustus 31, 2009 pada 8:05 pm
ya, begitulah kehidupan kang….sungguh luar biasa
Agustus 31, 2009 pada 8:45 pm
Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan,namun bagaimana membangun negeri ini dengan baik demi kesejahteraan rakyat banyak.
salam rahayu.
Agustus 31, 2009 pada 9:00 pm
bagaimanapun panas dan hotnya adegan di layar perak, mereka tetep saja tidak keluar dari sekenario dan tunduk pada sutradara, apalagi sama pak produser…
Agustus 31, 2009 pada 10:15 pm
Pusing mikir ulah pemimpin…
Agustus 31, 2009 pada 10:30 pm
wah di ibaratkan seperti main kartu , yang lagi megang kartu bagus berarti sby , wah kalo gitu yang lain nyerah aja . kan menang. atau rame 2 untuk koalisi untuk kritis . jadi komitmen aja terhadap apa yang jadi jualan kampanye.ayo kritis terhadap pemerintahan.kenapa harus takut ga usah gabung sama SBY
Agustus 31, 2009 pada 10:59 pm
oposisi selalu menjadi hal tabu dinegeri ini.
semua pengen berkuasa…
Agustus 31, 2009 pada 11:55 pm
kita sebagai rakyat hanya bisa berdo’a saja lah…
salam
September 1, 2009 pada 12:09 am
yaaa gitu deh…namanya politik…tidak ada kawan sejati…yang ada cita2 abadi yaitu kekuasaan….keciyan banget bagi yg fanatik mengidolakan salah satu tokoh politik kita…ternyata yg diidolakan gak ada bedanya dengan yang tidak diidolakan…sama2 kemaruk
September 1, 2009 pada 12:11 am
semua dirangkul untuk menciptakan pemerintahan yang kuat. kuat dalam arti eksekutifnya, bukan kontrol legislatifnya. ini orde baru yang legal. dan itu sah-sah saja selama masih konstitusional.
bukankah modal yang telah dikeluarkan dari awal perhelatan harus bisa kembali dalam satu periode ke depan?
September 1, 2009 pada 12:20 am
judul postingnya sunguhhh menggoda..
kereeenn …
Salam Ramadhan Al Mubarok 1430 H
Salam Hangat Selalu dari AbulaMedia.com
September 1, 2009 pada 1:14 am
asiiik…dateng pas pembagian kue..
asal yang dipilih benar-benar profesional dan mampu mengemban amanah dengan baik, dengan tujuan utama untuk kebaikan bangsa ini, saya nggak peduli latar belakang partai politiknya…
semoga yang memilih bisa lebih bijak…demikian juga yang dipilih.
September 1, 2009 pada 1:21 am
haddiiirrrrrrrrr….
hhmmm… akankah nasib rakyat kembali dikorbankan..???
sett mode ngenessss…**********
cu…
September 1, 2009 pada 3:11 am
permainan politik memang belum usai, mas itempo[eti. setidaknya, para politisi yang dulu merasa punya jasa besar dalam proses pemenangan sang penguasa akan menggunakan kartu truf-nya utk menagih janji. kita sudah sama2 maklum bagaimana kualitas para politisi kita yang (nyaris) tak pernah memiliki fatdoen, wisdom, dan kearifan berpolitik. yang mereka butuhkan adalah bagaimana mereka tetap bisa ikut berdansa sambil mernikmati kue kekuasaan yang selama ini memang mereka impikan. doh!
September 1, 2009 pada 7:30 am
weh gitu yah?
September 1, 2009 pada 9:37 am
kalo sebegini menganalisdanya jadi ngeri mas wakakaka
salam untuk para politisi yang haus dengan perselangkangan
met puasa mas
September 1, 2009 pada 9:45 am
Saya ga’ suka politik…, soalnya banyak janji-janji yang diumbar…
Dan kerap kali bingung dengan kebijakan yang mereka gulirkan..
September 1, 2009 pada 10:01 am
sampean, ki puasa-puasa kok ngrasani, malah sing dirasani para tikus yang sedang maen poli. kok ya ada ya poli-tikus, mbok ya ada juga poli-blogger
September 1, 2009 pada 11:28 am
wah, semoga saja tidak terjadi hal yang merugikan rakyat
September 1, 2009 pada 11:56 am
Hayah….namanya juga politik, dari dulu begitu…….
September 1, 2009 pada 4:08 pm
tokoh politik?
September 1, 2009 pada 4:11 pm
dadi pengen didhum sedikit kue kekuasaannya…terserah lah mo dijadiin menteri apa saja, saya manut dan siyap
September 1, 2009 pada 5:59 pm
tetap semua akan ada akhirnya koq mas.. walau mungkin harus dengan bala’ yang namanya kiamat
September 1, 2009 pada 6:55 pm
knapa segh ga penah bhti munkin hingga suatu saat nanti hilang yang nmanya kekuasaan tiap hari politik n kekuasaan pussiiing
September 1, 2009 pada 10:03 pm
periode kedua kekuasaan tinggal menikmati hasil jerih payahnya bukan?
September 1, 2009 pada 10:39 pm
waduh kalau begitu kapan waktunya buat mikir rakyat
September 1, 2009 pada 11:43 pm
haddiirrr….
malam2 mengunjungi sahabatku sayang… adakah secangkir kopi tuk menghangatkan badan…
cu………
September 2, 2009 pada 12:57 am
semoga para pejabat yang diatas dapat memberikan yang terbaiak bagi rakyat
September 2, 2009 pada 1:00 am
yang lebih menarik, babak baru ini dibuka dengan begitu banyak “kasus”: Diklaimnya beberapa budaya nusantara oleh negeri jiran: yang sayangnya: terkesan di dramatisir hingga berlarut-larut: skandal Bank Century: isu teroris yang melebar kemana-mana:
satu saja intinya, apapun itu: Mulai dari sekarang, bangsa ini harus menjadi bangsa yang lebih berkarakter, disiplin dan tegas. Berhenti No Action Talk Only. Saatnya berbuat sekecil apapun demi negeri tercinta!
September 2, 2009 pada 6:21 am
tampaknya kue itu bener-bener enak dan nikmat. Sehingga lawanpun berusaha sebaik mngkkin memperbaiki raut muka supaya terlihat seperti kawan.
tapi memang di indonesia kayaknya hal yang tabu untuk menjadi oposisi. hanya untuk gertakan dan abang-abang lambe doang..!
September 2, 2009 pada 9:19 am
lha dikasih posisi enak ya sapa yang nolak hehehe
September 2, 2009 pada 1:30 pm
selamat datang pejabat baru……jangan korupsi yaaaaaaaaa
September 3, 2009 pada 1:17 pm
Semoga saja amandemen itu tidak terjadi ya pak..
mau dibawa kemana bangsa ini…
September 12, 2009 pada 8:56 pm
mumet ndasku maca sing ngene iki!
kabotan
September 14, 2009 pada 11:39 am
wah politik kok bisa selingkuh….emang jaman selingkuh yah??
September 16, 2009 pada 5:42 am
Salam Takzim
wh bangga bos saya masuk bursa, kudo’akan agar bangga ini tidak pupus wahai Prof. DR Jhoni Soedarsono DEA
Salam Takzim
Agustus 4, 2011 pada 10:11 am
semoga yang di lahirkan benar2 bisa menjadi penguasa yang bijak.. jangan tambah memparahlkan pemerintahan kita…