Beberapa waktu yang lalu saya sempat terkena sembelit politik. Untungnya ada kang Suryaden yang bisa sedikit mencairkan ‘kebuntuan’ yang saya alami.
Beberapa waktu yang lalu saya sempat terkena sembelit politik. Untungnya ada kang Suryaden yang bisa sedikit mencairkan ‘kebuntuan’ yang saya alami.

Mungkin memang akhir-akhir ini sedang musim award. Saling memberi dan bertukar award antar sesama blogger. Entah awalnya siapa yang memulai ide ini dan apa sesungguhnya maksud dibalik pemberian award. Sayapun tak tahu karena saya sendiri masih newbie, orang baru di dunia blogging.
Berbagai anggapan dan tanggapan muncul soal award. Ada juga yang bersikap sinikal terhadap pemberian award dengan mengatakan, “award2an dan tukeran link itu jadul!… itu hanya strategi naikin trafik dg cara yg tdk begitu cerdas…” Mungkin memang ada benarnya juga untuk blogger-blogger yang isi kepalanya cuma google page rank dan alexa rank. Baca entri selengkapnya »
Berita dari tetangga mengabarkan bahwa majelis hakim membatalkan dakwaan JPU terhadap Prita Mulyasari. Ini menandai akhir kisah tragedi ketidakadilan hukum yang dilakukan negara terhadap warganya yang bernama Prita Mulyasari dengan happy ending.
Hasil akhir yang diperoleh Prita boleh sedikit melegakan kita semua namun tentu jangan membuat kita cepat berpuas diri. Yang perlu menjadi catatan penting kasus ini mewacana di tengah proses persiapan Pilpres 2009. Ada keyakinan yang kuat bahwa jika kasus ini tidak terungkap di tengah proses Pilpres, maka respon dari para eit kekuasaan akan jauh berbeda dengan apa yang terjadi saat ini. Dan tentu Prita Mulyasari mungkin masih meringkuk dalam penjara entah sampai kapan.
Bangsa yang hidup di Bhumi Nuswantara ini adalah bangsa yang besar. Itu dulu, tatkala masih ada nama-nama besar Sriwijaya, Pajajaran, Ternate, Gowa, Kutai dan Majapahit. Tapi kini, ratusan tahun kemudian, setelah nama-nama tersebut tinggal hanya menjadi torehan tinta emas sejarah, bangsa yang sudah menyatu dan berganti nama menjadi Indonesia ini malah mencapai titik nadir terendahnya.
Proses degradasi dan regresi yang terjadi dimulai sejak masuknya budaya asing seiring datangnya bangsa-bangsa asing untuk tinggal menetap di Bhumi Nuswantara. Keramah tamahan dan kehangatan pribumi dalam menyambut tamu-tamu asing berbuah aneksasi dan kolonialisasi. Panji-panji Gold, Glory dan Gospel berkibar di seluruh penjuru Bhumi Nuswantara semata-mata untuk mengeruk kekayaan alam yang berlimpah hingga menimbulkan kerusakan dan kebinasaan di seantero negeri. Baca entri selengkapnya »
Ketika anda membaca judul di atas, jangan lantas terburu-buru mengkaitkan tulisan ini dengan Boedhiono –cawapresnya SBY- yang saat ini lagi panik dikepung oleh tuduhan sebagai agen Neolib atau Neoliberalisme.
Adalah Suryaden dalam postingannya yang berjudul Persetan Neoliberalisme mencoba mempersetankan Neoliberalisme sebagai sebuah reaksi atas cara-cara black campaign yang digunakan dengan issue-issue -yang serba katanya- demi melakukan pembunuhan karakter –character assassination- atas diri seseorang. Baca entri selengkapnya »
Anda tentu pernah mengalami perut terasa kenyang tapi sembelit tidak bisa buang air besar (BAB) selama berhari-hari? Bukan mendoakan, tapi setidaknya sekali dalam seumur hidup saya yakin anda pasti pernah mengalaminya.
Itu pula yang saya alami saat ini. Anda bisa bayangkan rasanya jika perut terasa penuh tapi berhari-hari tidak bisa BAB. Tapi ini sekedar ilustrasi atau analogi, bukan kejadian yang sesungguhnya. Baca entri selengkapnya »
Awalnya tulisan ini harusnya lebih dulu diposting sebelum tulisan “Sajak kangBoed…” Namun akhirnya diambil sebuah keputusan untuk memposting setelahnya. Bukan tanpa maksud melainkan menyengaja.
Adalah sebuah keniscayaan ketika sebuah komentar yang diberikan dengan sungguh-sungguh kepada sebuah tulisan di blog acapkali justru menstimulus lahirnya sebuah tulisan baru. “Sajak kangBoed” adalah sebuah bukti atas hal tersebut. Hal serupa ternyata juga pernah terjadi sebelumnya terhadap seorang sahabat. Baca entri selengkapnya »
Keasyikan merangkai kata merekayasa sebuah tulisan diiringi gemerecik suara rintik hujan tiba-tiba harus terhenti ketika ada suara sms masuk. “Wis tekan aku (Indonesia : Sudah sampai aku),” bunyi sms tersebut.
Kontan saja saya bergegas ke depan pintu rumah untuk memastikan siapa yang datang. Ternyata benar, di depan pintu pagar rumah, ditengah keremangan malam dan rintik hujan berdiri sepasang manusia berlainan jenis. Yang laki-laki bertopi dan berbadan tambun, sementara yang perempuan berkerudung. Baca entri selengkapnya »
Zeus merasa gusar dan murka ketika seorang titan bernama Prometheus mencuri api pengetahuan miliknya. Sebuah tindakan anarchi yang tidak bisa diterima begitu saja oleh Zeus raja para dewa.
Segera saja Zeus memerintahkan Hephaestus untuk membuat sebuah patung perempuan untuk menghukum umat manusia. Para dewa yang merasa kewibawaan institusinya telah dirongrong kontan saja mendukung proyek tersebut. Dengan kekuatan yang mereka miliki, para dewa berkolaborasi memberikan berkah kekuatannya kepada patung buatan Hephaestus. Baca entri selengkapnya »

Di sebuah kedai kopi pojok jalan di sudut perkampungan kumuh kota Jelata, seperti biasanya, beberapa orang asyik berbincang sambil menikmati setiap sruputan kopinya masing-masing. Dua orang berjalan memasuki kedai kopi lalu duduk mengambil tempat di sudut. Setelah selesai memesan kopi, seorang dari mereka mulai membuka percakapan. Baca entri selengkapnya »
Mengikuti perkembangan pseudo pesta demokrasi Pemilu 2009, memantik memory kolektif untuk terbang kembali ke masa lalu semasa kecil. Hidup di tengah wilayah padat dengan banyak lorong dan gang bermain dengan teman-teman sebaya. Mulai dari permainan bola kaki, petak benteng, galasin (Jawa : gobak sodor), petak umpet, gundu, cari belut; hingga masih banyak lagi permainan outdoor anak-anak yang begitu beragam di bawah sinar matahari penuh gerakan aerobik yang menyehatkan serta tentu saja murah meriah dan bersifat padat anak –melibatkan banyak anak-. Baca entri selengkapnya »
Tahap pemungutan dan penghitungan suara yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu ternyata menuai banyak kritik, protes dan kecaman dari seluruh eleman masyarakat. Mulai dari banyaknya warganegara yang kehilangan hak suaranya karena tidak masuk dalam DPT, juga proses pencontrengan yang tidak ‘user friendly‘ sehingga mengakibatkan banyaknya kertas surat yang dinyatakan tidak sah, hingga proses penghitungan suara dan pencatatan suara yang banyak mengalami kesalahan akibat ketidaksiapan dari Panitia di TPS-TPS yang disebabkan oleh seringnya terjadi perubahan peraturan yang dikeluarkan oleh KPU. Baca entri selengkapnya »
Penghitungan suara memang belum final. Meski demikian hasil pantauan lapangan sudah bisa memberikan gambaran yang cukup signifikan tentang perolehan suara yang didapat oleh para caleg tingkat pusat DPRRI. Baca entri selengkapnya »
Pemilu legislatif 2009 telah terselenggara. Contreng mencontreng telah usai di TPS-TPS (di PPS dan PPK belum). Penghitungan suara masih berlangsung ramai seperti layaknya di pasar tradisional yang kotor dan bau anyir. Namun komentar-komentar terhadap penyelenggaraan Pemilu sudah mulai marak dimana-mana. Baca entri selengkapnya »
Pemilu 2009 yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 9 April lalu menunjukkan adanya sejumlah peningkatan yang cukup signifikan. Beberapa temuan lapangan memberikan indikasi yang perlu menjadi catatan dalam Pemilu kali ini. Baca entri selengkapnya »
Berikut ini adalah daftar beberapa partai politik yang dilarang untuk dipilih : Baca entri selengkapnya »
3 in1
Juli 3, 2009 — itempoetiTanggal 29 Juni yang lalu adalah hari yang penuh surprise untuk saya. Surprise yang pertama datang dari sahabat saya pak Okta ‘CENYA95′ Kurniawan yang masuk ke komen box di postingan saya yang terakhir melalui pingback pada pukul 10.49. Baca entri selengkapnya »