Ridhla-Mu

Ridhla-Mu Ya Tuhan…, kalau aku menyembah Engkau hanya karena takut neraka-Mu.., masukkan-lah saja aku ke neraka… Ya Tuhan.., kalau aku menyembah Engkau hanya karena ingin surga-Mu.., bakar saja surga itu untukku… Tapi kalau aku menyembah karena ridha-Mu.., maka terimalah aku… (Rabi’ah Adawiyah) Lanjutkan membaca Ridhla-Mu

Kunci Zuhud

Kunci Zuhud Aku tahu, rizkiku tak mungkin diambil orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu, Allah selalu melihatku, karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat. Aku tahu, kematian menantiku, karenanya kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku. (Hassan Al-Bashri) Lanjutkan membaca Kunci Zuhud

Lampu Merah

Siang itu aku berjalan di trotoar jalan sebuah kawasan bisnis. Lalu lintas cukup padat seperti biasanya. Tanpa terasa sampailah aku di sebuah perempatan jalan. Mencoba menjadi seorang pedestrian yang baik aku berhenti sejenak untuk menunggu lampu lalu-lintas berpihak padaku agar kemudian bisa menyeberang di atas zebra cross. Lanjutkan membaca “Lampu Merah”

Menjadi Murid Bung Karno

Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang sudah dilangsungkan dari tahun ke tahun sebanyak 61 kali selalu saja memantik memory kolektif kita untuk mencoba kembali bersetubuh dengan kilasan sejarah yang menyertainya demi menangkap suasana kebatinan yang terkandung di dalamnya.

Tulisan Roch Basuki Mangoenprojo (RBM) yang berjudul “Bung Karno Mencari Murid“, Kompas, 18 Agustus 2006, adalah sebuah bentuk pencarian atas kedahagaan bangsa ini untuk menemukan pemimpin-pemimpin sejati yang tidak hanya mampu mengentaskan negara bangsa ini dari berbagai persoalan yang dihadapinya saat ini, namun juga mampu membawa negara bangsa ini menjadi negara bangsa yang besar. Negara bangsa yang “jero tancepe, gedhe obore, padhang jagade, dhuwur kukuse, adoh kuncarane, ampuh kawibawane”, “panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kertaraharja”. Lanjutkan membaca “Menjadi Murid Bung Karno”

Serius

Beberapa waktu yang lalu saya menerima sebuah e-mail yang isinya sangat menarik. Selain bicara tentang banyak hal, yang paling menarik di dalamnya terdapat satu permintaan agar sesekali saya bikin tulisan yang ringan-ringan, jangan serius terus. Terus terang saya agak bingung meresponnya, karena saya sudah terkadung melihat segala sesuatu dalam hidup ini dengan serius. Lanjutkan membaca “Serius”

Sebuah Penantian

Biarlah Dia menjadi suara tanpa rupa.. Biarlah Dia menjadi guratan tulisan tanpa kertas.. Biarkanlah aku terbangun dari tidurku agar aku bisa hidup dalam kenyataan.. Biarkanlah aku tertidur agar aku bisa memimpikan bagaimana kesudahannya.. Tak ada yang melebihi indahnya sebuah penantian.. Jakarta, 7 Agustus 2006, 01.00. Lanjutkan membaca Sebuah Penantian

Siapakah Musuh Kita Yang Sesungguhnya ?

Diantara kita semua tentunya sudah akrab dengan kosa kata MUSUH. Orang sering mengartikan musuh sebagai lawan. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, musuh diartikan sebagai lawan berkelahi. Tapi tentunya tanpa harus buka kamuspun arti kata musuh pastinya sudah dipahami benar oleh semua orang. Seorang anak kecil penggemar film kartun Tom and Jerry tentunya tahu bahwa Tom dan Jerry saling bermusuhan. Lanjutkan membaca “Siapakah Musuh Kita Yang Sesungguhnya ?”