Kapabilitas vs Popularitas

38 pemikiran pada “Kapabilitas vs Popularitas”

  1. denger2 panitia seleksi kpu kurang kapabel, denger2 lagi tim kpu kurang kapabel, sekarang baca2 caleg dpr kurang kapabel juga. jadi rahayat jelata aja deh, pasti kapabel
    —————-

    Nampaknya memang sudah waktunya rakyat jelata yang harus memimpin negeri ini.πŸ˜‰

  2. semoga mereka bisa memilih staff ahli untuk menaikan kapabilitasnya (lmao)
    —————-

    Staf ahli itu ibarat komposer dan arranger musik. Sehebat apapun lagu dan aransemen yang dibuat tapi kalau kualitas suara penyanyinya false, tetap aja gak enak didengarnya… (doh)

  3. untuk maju sebagai anggota dpr kayaknya sekarang ini tidak di wajibkan memiliki kapasitas yang mumpuni kang.

    sepertinya popularitas dan modalitas menjadi faktor penentu..

    mudah2 an jika memang terpilih nanti
    mandra:sebagus aktingnya di si dul
    eko patrio: sebagus gaya lawakannya
    okky asokawatii :semoga bibirnya seluwes jalannya di catwalk

    semoga dan semoga yah
    —————

    Mungkin mereka beranggapan panggung politik itu sama dengan panggung sinetron dan panggung peragaan busana…πŸ˜€

  4. kenapa sih selalu ribut? kita yang berada di luar meributkan uang dan kekuasaan sedangkan di dalam juga meributkan uang dan kekuasaan, brarti kita tak beda jauh dengan mereka?
    —————-

    Kalau ributnya sama2 meributkan soal uang dan kekuasaan, ya memang tidak ada bedanya…πŸ™‚

  5. Mereka yg bermodal popularitas doank…yakin bahwa ketiga macam tugas yg kudu diemban itu gampang…. nyatanya selama ini mayoritas anggota legislatif kita bersidang sambil ngorok…jadi juga UU wakakaka….
    —————-

    Iya yaaaa…. Bener jugaaaa… Halaaaaahhhhh…. (Imao)πŸ˜€

  6. Idealnya popularitas
    dibarengi pula oleh
    intelectual capacity
    tabik bro πŸ™‚
    —————

    Kenyataannya gimana Bro??? Tabik juga Bro…πŸ™‚

  7. Uuught disini lebih bobrok lagi..banyak yang menggandakan suara…banyak yang bermain nggak jujur…benci aku!
    —————-

    Kasus yang seperti itu sudah mewabah kemana-mana…, kalah flu burung…πŸ˜€

  8. Nggak mudah mencari orang yang duduk di wakil rakyat betul bersih semua masih menginginkan jabatan dan uang tadi. Ada seorang anggota MPR dengan motor bututnya memasuki kawasan super elit dan memarkir motornya di dekat mobil mewah … maka di usirlah oleh satpam karena dia tidak tahu kalau yang di usir juga salah seorang kehormatan itu

    Ustds Untung tetap tawadhu dan istiqomah sampai akhir jabatan beliau … Teladan yang luar biasa
    —————

    Sikap yang baik sebagai pribadi… Tapi apa karya yang sudah beliau ciptakan sebagai anggota MPRRI yang terhormat?

    Nabi Khidir AS membunuh seorang anak kecil dan melobangi hingga bocor perahu nelayan.. Tentu itu bukan tindakan tawadhu dan istiqomah… Tabik..πŸ™‚

  9. ironi memang ketika kedaulatan rakyat harus dipertaruhkan karena kelangkaan episode2 yang jarang mereka mainkan lagi. dan sekarang memainkan episode baru dengan pertaruhan kapabilitas yang belum tentu memenuhi syarat jika base on experiences lho! Jadi menurutku salah ketika para populis itu belajar politik disaat mereka memangku tanggungjawab besar!

    dan jelas rakyat pemilihnya pun ikut berkontribusi. tidak bisa dipersalahkan ketika aspirasi mereka masuk episode kontroversi!

    sakjane arep tak teruske gandeng aku isih kriyapkriyip yo tak sambung neng session 4 ae yo..

    crot! hayahhh!!
    —————-

    Maghrib-maghrib kok turu… ra ilok…πŸ˜€

  10. walah Popularitas kesemuan tapi kebanyakan tidak berkwalitas wah ngisini ngisini kang
    yang tidur waktu sidang soal rakyat
    —————-

    Sing sak iki lagune.., yang tidur waktu acting soal rakyat…πŸ˜€

  11. setuju jika para caleg terpilih nanti harus menjalani masa percobaan 3 bulan? klo gak kapabel, go home!
    —————-

    Maunya gitu Bro…, masalahnya apa benchmark yang digunakan?, lalu bagaimana mekenismenya? Apakah Partai mau merecall mereka?

    Apalagi mereka bisa saja kemudian berlindung dibalik legitimasi suara yang diperoleh untuk membenarkan bahwa mereka dipilih oleh rakyat.. Tabik…

  12. inilah Indonesia…:D
    tapi kalo mo jujur, saat inipun yang punya kapabilitas banyak yang “gak beres” ketika sudah duduk manis di senayan. Siapa tahu artis2 itu malah lbih baik
    (salam kenal)
    —————-

    Salam kenal juga.. Anda mungkin lupa ini adalah komentar anda yang kedua kalinya di blog saya.

    Setuju.., memang selama ini banyak yang punya kapabilitas pun ternyata “gak beres”. Namun ketidakberesan yang muncul lebih pada persoalan moral politik bukan pada kapabilitas politiknya.

    Sementara para caleg artis yang akan duduk di DPRRI nanti tidak cukup hanya membuktikan bahwa mereka memiliki moral politik yang lebih baik, namun juga harus membuktikan bahwa mereka memang memiliki kapabilitas yang cukup baik untuk duduk sebagai legislator.

    Kita tidak ingin berjudi dengan taruhan yang lebih besar untuk memberikan nasib dan masa depan negeri ini kepada orang-orang yang tidak memiliki moral politik apalagi jika orang-orang tersebut ternyata juga sekaligus tidak memiliki kapabilitas politik.

    Jika anda salah satu orang dari sekian banyak orang yang memilih mereka, semoga anda tidak hanya bisa berharap tapi juga mengerti resiko dan konsekuensi dari pilihan yang anda buat.

  13. Wew..
    Mungkin rakyat lebih percaya..
    Pada sosok artis..
    Ini bukti..
    Saatnya para politikus..
    Harus..
    Menjadi megarawan sejati..πŸ˜‰
    —————

    Saatnya sistem pemerintahan dan ketatanegaraan kita diperbaiki agar memberikan kemaslahatan kepada rakyat.πŸ™‚

  14. hehehe….tau ya mudah2an ga cuma muka ganteng, cantik, ngetop, tapi otaknya juga mudah2an juga ganteng, cantik, ngetop juga… cannot judge the book by it’s cover…
    —————

    Of course…, but U will know what kind of book by it’s author…πŸ™‚

  15. semoga orang-orang populer itu gak bikin drama tragedi di negeri ini makin panjang episode-nya. semoga mereka ngerti kapasitas mereka sebagai pemimpin, tempat banyak orang menggantungkan harapannya.
    lagi-lagi kita kebanyakan semoga.
    dan semoga Tuhan tidak muak mendengar “semoga-semoga” kita yang berikutnya….
    —————-

    Semoga dengan semoga saja sudah cukup…πŸ˜€

  16. saya sangat setuju bahwa popularitas tidak paralel dari kehilmuan yang di butuhkan di DPRRI,maka itu siap siaplah ketawa atas kebijakan yang di ambil nanti untuk rakyat kita.karena menurut artis sukses adalah seberapa banyak orang bisa ketawa dan mengetawainya.
    —————-

    Bwahahahahaha…. Tertawa dalam kesedihan… Satir…πŸ˜€

  17. wah tapi sekarang ini kebanyakan pada mencari popularitas saja / membuat kontrofersi salam kenal
    —————-

    Salam kenal juga… Lupa ya pernah mampir dan komen???πŸ™‚

    Banyak yang jadi megalomania dan kena primadona syndrom…πŸ˜€

  18. makanya diriku nggak nyalon jadi caleg
    soalnya bukan selebritis
    —————-

    Bukan selebritis tapi selebrintik… Wkwkwkwkwk…πŸ˜€

  19. ora usah pusing – pusing mikir to….
    salam kenal yo mas…
    —————-

    Lam kenal juga… Pusing sich nggak…, cuma prihatin aja… Terutama kalau membayangkan nasib dan masa depan anak2 saya nantinya…😦

  20. buat apa popularitas kalau sebenernya nol…
    —————-

    Ya buat nyaleg supaya jadi anggota Dewan yang terhormat.. Dan tentu tidak nol kalau per tahun mereka bisa membawa pulang gaji + tunjangan resmi total mencapai Rp. 787.100.000,- (tujuh ratus tujuh juta seratus ribu rupiah), itu belum termasuk yang tidak resmi dari sikut kanan-kiri…

    Wkwkwkwkwk…πŸ˜€

  21. Idealnya popularitas
    dibarengi pula oleh
    intelectual capacity
    kalo yang ini setuju banget…
    —————

    Kalau yang seperti itu…, tulisannya gak seperti ini doooong…πŸ˜€

  22. Karena Mandra bisa mendapat banyak suara, gugur sudah asumsi bahwa mau jadi caleg kudu modal uang dan wajah ganteng/cantikπŸ™‚
    —————-

    Seorang kawan sempat berujar kepada saya…, β€œkalau fisik lu pas-pasan.., jelek nggak.., ganteng nggak.., mending jangan nyaleg…” Segitu parahnyakah kesadaran konstituen kita sehingga menjatuhkan pilihannya atas dasar popularitas?

    Kawan saya yang lain lagi berkata, β€œkalau gak punya gudang duit jangan ikut nyaleg…” Segitu kuasanyakah uang sehingga menjadi berhala baru yang mampu mengalahkan budi nurani?

    Sepanjang politik belum berorientasi pada kemaslahatan rakyat tapi masih berorientasi semata kepada kekuasaan maka kita akan mengalami seperti apa yang terjadi saat ini.

  23. Mereka bs lolos krn sdh merupakan takdir mereka, mari sama-sama kt doakan smg mreka bisa dan mampu.
    —————

    Bukan hanya takdir mereka.., tapi juga takdir kita…
    Mari…πŸ™‚

  24. ada gak ya ntar yang korupsiπŸ˜€
    (salam kenal om)
    —————-

    Kita lihat aja ke depannya seperti apa… Lam kenal juga…πŸ™‚

  25. seharusnya calegΒ² tsb harus ikutan test dulu, sama kaya’ anak SMU dan SMP, harus mencapai nilai kelulusan yang telah ditentukan. jangan hanya modal tampang dan uang saja. kelihatan kan kalau sebenarnya caleg tersebut hanya mementingkan kedudukan! terlihat dari sikap para caleg yang kalah. bodoh!
    —————

    Gak perlu ditest. Ukuran bajunya sendiri aja mereka gak tahu. Kalau mereka tahu, mereka pasti bisa mengukur diri sendiri pantas dan tidaknya…πŸ™‚

  26. Namanya juga Demokrasi…. bisa gak bisa yang penting mayoritas dan kuantitas… Yang finting akur dah… beres…
    —————

    Iya kalau akur…, kalau gak gimana??? bwahahahahaπŸ˜€

  27. Mmm…Smoga rakyat indonesia tidah harus menunggu 350 tahun untuk mendapat kemerdekaan seutuhnya…
    —————

    Jadi teringat apa yang pernah dikatakan Tan Malaka… Merdeka 100%!!!!!

  28. Kapabilitas vs Popularitas yang menang pasti Money Politic.

    Ingat…masyarakat tidak butuh anggota legislatif yang mereka butuhkan adalah makan…
    —————-

    1000% Setuju… Ketahanan politik tidak akan pernah ada ketika tidak ada ketahanan pangan…πŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s