Kekuatan Sebuah Komentar

48 pemikiran pada “Kekuatan Sebuah Komentar”

  1. Benar sekali kang! Komentar acapkali menggunggah ide yang terlupakan. Banyak blogger kehilangan idealisme blogging, hanya karena alasan tidak ada ide. Sehingga males posting dan putus nyambung. Padahal dikotak komentar terdapat surga inspirasi, hanya saja jarang tergali. Namun akhirnya muncul juga pertanyaan, bagaimana jika blog saya sepi komentar?, sampeyan pasti bijak memberikan jawaban.
    ————-

    Beberapa sahabat pernah mengatakan kepada saya, “Rajin-rajinlah blogwalking dan memberikan komentar…, karena seringkali inspirasi muncul justru ketika sedang memberikan komentar…”

  2. Setuju … nilai sebuah pershabatan adalah sebuah “value” berupa input di “mind” masing-masing.
    Sebuah komentar memang kadang memicu kita untuk men-genarate kelanjutan esensi dialog kedalam postingan yang baru…

    Overall persahabatan berasa asyik ketika ada penerimaan, selain tentunya saling memberi…

    Sukses selalu bos!
    ————–

    itu blognya siapa BOSS? wakakakakak…πŸ˜€

    setuju…, proses memberi dan menerima yang berinteraksi secara dinamis dan dialektis…πŸ™‚

  3. Heheheh asem gravatare koq gambar kuwi togh sing methungul… Jiah dadi konangan ..!! (lmao)
    ————–

    gravatar sama email-nya podo… senengane kok melakukan tindakan kriminal… wakakakak…πŸ˜€ kapokmu kapan???

  4. betul sekali bro … saya banyak sekali terinspirasi dari kolom komentar untuk membuat artikel di blog …
    dan cara ini memang lumayan mujarab … apalagi artikel tersebut jadinya saling sambung menyambung dengan beberapa komentar pengunjung …

    /* salam kenal */
    —————

    salam kenal juga…
    aaahhhaaa…, memang begitu adanya… nanti saya main ke ‘rumah’nya yaaa… terimakasih atas kunjungan dan komentarnya…πŸ˜€

  5. tentunya juga saling menstimulasi, antara penulis dan pengomentar, saling membangun. Semoga semangat seperti itu bisa memberikan nilai lebih dalam dunia perblogingan.. karena memang segala bentuk jenis komentar adalah baik adanya namun mungkin karena bahasa tulis kadang tidak ada intonasinya jadinya kadang malah datar saja, tapi tentunya dengan tulisan yang memancing akan membuahkan komentar yang cerdas tentunya…, tapi sebenarnya dirimu nggak kentekan ide to… wakakakaka
    ————–

    sakjane…, yo rodo jeee… (lingak-linguk) wakakakakak…πŸ˜€
    “tulisan yang memancing” = tulisan provokatif??? jiyahahahahaha…πŸ˜€

  6. Take & Give. Benar… keselarasan antara tulisan dan komeng memang perlu. Lucu sekali jika tulisan bicara A yang ngomeng malah Z. Saya sendiri biasa meng-enyahkan semua komen yang tidak sesuai dengan isi tulisan.
    Kedua, koment yang hanya berisi ucapan nggak penting seperti pertamax, keduax…tanpa dilanjutkan dengan kalimat berikutnya.
    Intinya, ketika kita memberikan komen kepada siapapun sesuai dengan tulisannya, saya yakin yang bersangkutan akan meninggalkan komen sesuai dengan tulisannya kita juga, idealnya kan memang begitu.
    ————–

    mungkin itu yang disebut berbalas pantun dalam versi modern… membiasakan komeng bukan sekedar basa-basi memang perlu waktu. apalagi budaya timur kita sarat dengan tegur sapa dan uluk salam. anyway, saya setuju banget dengan pendapat anda.πŸ˜€

  7. Maturnuwun sekali atas ketulusan dan persahabatan ini. Lambat laun esensi menjadi blogger terkumpul menjadi satu dalam benak saya sebagai blogger pemula. Sehingga saya menemukan bahwa ternyata menulis mampu menciptakan kehangatan dan persaudaraan.
    Salam hormat dan penghargaan saya juga, untuk anda dan seluruh sahabat blogger. Mari kita jalin silaturrahmi senantiasa.
    Baarokallohufik.
    ————–

    Dengan senang hati sobat… Mari kita tingkatkan awal yang baik ini… Tabik…πŸ˜€

  8. Menurut saya, komentar seringkali mengungkap gagasan sang penulis blog untuk menampilkan posting selanjutnya yang berguna bagi pembacanya.

    Salam…
    ————–

    Setuju…, tepat sekali… itu juga yang saya rasakan… Makasih atas kunjungan dan komentarnya…πŸ™‚

  9. jiaahhhh….
    brati aku gak boleh nyepam ya disini hihiihi…
    beklah klo begitu ntar klo ada postingan lg aku akan komeng dgn segenap jiwa raga dgn serius dua rius tiga rius sekalian…

    selamat nyepam!!!
    ————–

    sepam menyepam akan dilayani dengan baik disini… ditunggu spammingnya… awas hlooo kalau nggak… wakakakakak…πŸ˜€

  10. “persetubuhan gagasan yang bisa melahirkan tulisan-tulisan baru yang mencerahkan” dan ‘persetubuhan’ yang ikhlas datang dari kerinduan untuk “menunggu” komentar seorang sahabatπŸ™‚ serta semoga ‘persetubuhan’ ini tidak melahirkan ‘anak tulisan haram’ (kok jadi ngomongin persetubuhan wakakakakak :D)
    ————–

    yang haram itu perzinahan…, bukan persetubuhan… ditunggu aja…, saya akan segera berkunjung untuk bersetubuh… wakakakakak…πŸ˜€

  11. Saya merasakan sendiri, bagaimana komentar-komentar dari pembaca blog saya malah mengilhami untuk membuat tulisan baru.
    Saya juga merasakan sendiri, bahwa ketika saya sedang menulis komentar untuk blog orang lain, saya malah dapat ide untuk menulis tulisan baru.
    Dan saat saya menulis komentar untuk Mas Itempoeti ini, saya bahkan sudah terpikir untuk menurunkan tulisan baru.
    —————

    (applause) siiiiiippp… tulisan barunya siap2 aja untuk segera dikomentari…πŸ˜€

  12. BWAKAKAKKAKAK!!! aku dadi kelingan jamanku komeng pertama neng kene, blas komeng ra cerdas, tur lha piye maneh sik penting tulus dan tidak SARA <—– haram rung iki
    —————

    “tulus” iku kata kuncine… SETUJU!!!
    nek kowe kok ketoke ambune haram yooo…. wakakakakakak…πŸ˜€

  13. Saia sependapat dengan postingan ini. Terkadang komentar memberikan sbuah ide, sayangnya masih terdapat beberapa merasa komentarnya sangat mahal untuk diberikan..
    ————–

    Saya yakin…, suatu saat yang ‘beberapa’ akan tersadar dengan sendirinya. Atau pelan-pelan mereka akan terpinggirkan dengan sendirinya. Ketulusan adalah kuncinya…

  14. ya…ya….dengan melihat/mendengar komentar yang tulus, rasanya jiwa yang loyo akan menjadi kuat. Kita bisa saling berbagi dan instropeksi diri sehingga hatinurani semakin bening untuk berkarya lebih baik.

    semoga Allah memberkati kita.
    salam sejati
    —————

    amien3X… Semoga… Amien…
    salam sejati juga untuk anda…

  15. Blogwalking dan memberi komentar tak ubahnya bentuk silaturahmi di alam nyata. Sebagaimana silaturahmi yang dikatakan Nabi bisa memperpanjang umur, blogwalking dan komentar juga bisa menaikkan traffic blog dan kita pun memperoleh ide-ide bernas dari teman-teman.
    ————–

    Exactly…, Saya tak bisa lebih setuju lagi dari apa disampaikan.πŸ˜€

  16. waaah… sungguh penghargaan besar… bagi seorang comentator… *jiwa masih komentator*… jika pendapat dan pandangannya diterima bahkan jika di jadikan postingan… sungguh award yang besar… *muka merah mo nangis*… hehehe… mudah mudahan terjalin silaturahmi yang baik antara blogger dan komentator… *wah dasar komentator* hehehe… yayaya… kelamaan jadi komentator..
    Salam Sayang
    Salam Hormat
    —————

    hehehehehe… selalu ada tempat untuk komentator yang cerdas dan kreatif…
    Menjura…
    Tabik…

  17. bener banget mas.
    seperti main catur, kadang penonton justru bisa menemukan jalan yang lebih bagus biar cepet skak mat..
    ————–

    bwahahahaha… kadang jadi penonton… kadang jadi pemainnya… yang jelas mengasyikan…πŸ˜€

  18. Kualitas komentar yang ditinggalkan pengunjung seringkali ikut mencerminkan kualitas postingan pemilik blog. Maksudnya, kalo isinya ecek-ecek ya komentarnya bakal ecek-ecek juga… tapi biasanya malah lebih rame kayak pasar:mrgreen:
    —————

    Seperti menabuh kendang dengan dua sisinya… nanti kalau isinya horor jadi sepi kayak kuburan… wakakakakak…πŸ˜€

  19. nek aku oleh melu komen ra kang..?
    ntar dikira nyepam.. hehehe

    persahabatan bagai kepompong..
    mengubah ulat menjadi makanan burung..

    *owalah malah nyepam tenanan.. hihihi*

    sblm kabur salam knal sek kang.. :))
    ————–

    salam kenal juga Kang…
    disini nyepam HALAL… asalkan sudah dapet ijin dari akismet… jiyahahahaha…πŸ˜€
    burung ocehan opo perkutut?

  20. tepat sekali
    hal inilah yang sebetulnya saya ingin tulis, kang.
    komentar kelihatannya memang sederhana atau mungkin aja sebagai pelengkap ibarat makan dengan pelengkap krupuk.
    akan tetapi saya juga pernah merasakan kekuatan komentar itu dari salah seorang teman.

    namun terkadang ada juga yang hanya sekedar berkomentar atau bahkan mereka tak membaca sekalipun tulisannya

    semoga lambat laun tindakan itu bisa hilang dengan sendirinya
    ————–

    perlu waktu untuk membangun etika… tapi yakinlah ini soal waktu… semua berproses…, learning by doing…πŸ˜€

  21. persahabatan itu menyenangkan dan nambah pahala (jarene cendikiawan muslim)
    ————–

    nek jaremu dewe piye? hihihihihihihi….πŸ˜€

  22. persahabatan bagai kepompong merubah ulat menjadi kupu kupu.
    saya juga sangat senang sekali bersahabat dengan sampeyan, meskipun persahabatan kita baru beberapa minggu
    ————–

    bukan berapa lama…, tapi intensitasnya yang penting… matur nuwun sudah bersedia menjadi sahabat saya…πŸ˜€

  23. weleh…weleh… beruntung saya tidak pernah kehabisan ide… kalau kehabisan koneksi sering banget…
    ————–

    malah kuwi sing repot Kang… ide terhambat oleh koneksi… ra orgasme pecah ndase… wakakakak…πŸ˜€

  24. saya suka istilahnya tuh…persetubuhan gagasan, yang kalau ditulis dan dibaca akan menciptakan ekstase dan puncak kenikmatan menulis (dan membaca). dahsyat!

    wah komentar…ini lahan ide yang jarang saya eksplorasi nih.
    hehehe…maklum mas, sayanya sendiri biasa komentar nggak mutu sih hehehe…
    ————–

    mutu sebuah komentar terletak pada ketulusannya…
    demikian juga dengan persetubuhan gagasan… harus ada ketulusan agar bisa mencapai orgasme intelektual… kikikikikikik…πŸ˜€

  25. mutu sebuah komentar terletak pada ketulusannya…
    ————-
    lah liyat tulusnya soko ngendi ne? wkkwkwkwk

    aku mati kutu kalau musti komen di posting yg puisi, cinta cintaan, dan hal hal melow lain. kalok yg seriyus dikit gni ya dikit dikit bisa komen lah. komen sesuai kapasitas ku

    maklum tipikal tukang guyon kang
    —————

    sesuatu yang gak bisa dilihat ya gak mungkin kelihatan dooong… wkwkwkwkwk…πŸ˜€ tapi kan bisa dirasakan… itupun kalau punya perasaan dan mau digunakan… wkwkwkwkwk…πŸ˜€

    yang penting kan isinya… mau dikemas dengan cara guyon juga gpp… wong cuma kemasan kok…

    hidup guyon!!! jiyakakakakak…πŸ˜€

  26. Lewat berkomentarlah kita sebagai blogger bisa saling berinteraksi dengan sesama blogger. Dan isi komentar pun tergantung pada isi kepala dan mood si pengomentar. Termasuk pada tulisan yang akan dikomentari.

    Ada kalanya kita bisa menulis komentar yang berbobot dan melengkapi artikel di atasnya. Namun tak jarang pula komentar sekedar wujud perhatian atau eksistensi (sebagai jejak). Basa-basi pun tak bisa dihindari kalau begitu. Yach, yang penting niatnya sudah baik (ingin berinteraksi dan meninggalkan jejak).

    Wah, tulisan mas di atas rada gimanaa gituπŸ™‚ Tapi saya akui, sebuah komentar yang kita tulis memang bisa atau berpotensi menjadi cikal bakal lahirnya sebuah tulisan (sebagai pengembangan dari artikel yang dikomentari).
    ————–

    hlooo kok ‘rada gimanaa gituπŸ™‚ ?’ ya gimanaaa dooong? wakakakakak…πŸ˜€

    memang pada akhirnya teks bergantung juga pada konteks. yang penting, sungguh2 dalam berkomentar…

    kalau mau basa-basi…, basa-basinya juga harus sungguh2… hihihihihi…πŸ˜€

  27. komentar adalah suara tamu, sementara tamu adalah raja. maka, saya di sini sedang menjadi raja.😎
    ————–

    sendiko dawuh… daulat tuanku… menunggu titah baginda…πŸ˜€

  28. ngeblog kadang memerlukan sedikit perhatian dalam totalitas..jika terjadi kesibukan yang lebih menyita waktu dan perhatian, kadang semangat itu tertunda.
    ————–

    istilahnya…, sampingan yang diprioritaskan… wakakakakak…πŸ˜€
    seringkali kesibukan memang menyurutkan semangat untuk menuangkan gagasan yang sudah berada di ujung jari…πŸ™‚

  29. Komentar di blog merupakan penyemangat bagi yang suka ngeblog dan bisa dijadikan kritikan yang membangun untuk posting selanjutnya…
    ————–

    Yaaaa…, motivator sekaligus masukan yang membangun agar semakin baik dari waktu ke waktu…πŸ™‚

  30. betul sekali, bahwa inspirasi muncul dari mana-mana salah satu adalah dari komentar yang kritis dan jujur, saling menghargai yang pada akhirnya mampu memberikan semangat dan wawasan bagi blogger. salam sukses mas mahendra.
    ————–

    yup…, setuju banget… sukses selalu juga untuk anda…πŸ™‚

  31. Betul sekali mas, emang sebaiknya begituπŸ™„
    Si komeng nyang hanya sekedar lewat emang bisa kita anggap hanya melihat diri ini seolah dilihat dengan mata sebelah. ^O^
    ————–

    mungkin maksudnya ingin beramah tamah… tapi gak nyambung dengan isi tulisan. atau tidak tersedia buku tamu atau shoutbox sehingga harus komen di postingan.

  32. Komentar tak ubahnya tali silaturahmi cuma kadangkala dengan keterbatasan koneksi dan waktu duh . . ada rasa bersalah juga jarang blogwalking
    —————

    sama nich… mau blogwalking belum sempat2… (doh)

  33. hiks…
    jadi malu krn biasanya cuma komentar sak keluarnya saja.
    ini sama yg aku rasakan tiap membaca komentar di blogku. dari cara berkomentar ada beberapa tipe pembaca : membaca sampai mengerti, sekedar membaca tapi tetap sampai habis, membaca sinopsis atasnya saja, membaca judulnya saja atau paragraf terakhir saja, dan yang terakhir sekedar numpang lewat sembari salam minta tukeran link…
    —————

    ada yang pernah bilang…, sebaiknya tidak usah memaksa untuk berkomentar ketimbang komentar asal2an… tapi mending komentar asal2an ketimbang gak komentar sama sekali…πŸ™‚

  34. Assalaamu’alaikum

    Perkongsian ilmu dan mendapat pencerahan dari ilmu itu membuat kita semakin banyak berfikir akan apa yang diilhamkan daripada cara fikir orang lain. Komentar-komentar yang dihadirkan sudah pasti menceriakan si penulis kerana ada balasan terhadap penulisannya. Ini pasti menjadikan si penulis semakin bersemangat untuk menulis dan menambah baru penulisan berikutnya. Salam hormat.
    ————–

    Wallaikumsalam…

    Setuju sangat Makcik… Prinsipnya, “make myself happy by make everyone happy…”

    Tabik…πŸ™‚

  35. Sepertinya saya sudah menuliskan komentar di postingan ini..
    tapi koq gak muncul ya…
    aiih sedihnya😦

    tapi mengenai komen yang sungguh2 itu menandakan tulisan dibaca benar. Kadang2 sebel juga kalo ada yg komentar gak nyambung :p
    tapi dari sisi positifnya ya.. at least dia mampir ke blog kitaπŸ™‚

    moga komentar yang ini muncul ehhehehe
    ————–

    kayaknya muncul… hanya tertunda sejenak agar bisa muncul plus dengan jawabannya sekaligus…
    mampir boleh aja… tapi meninggalkan komen yang sungguh2 itu jauh lebih baik…πŸ™‚

  36. komentar dan komentator adalah nilai plus plus plus bagi saya, dan saya pun (saat ini) sedang mempersiapkan sebuah penghargaan bagi mereka. mari hidupkan suasana blogging dengan berkomentarπŸ˜€
    —————

    saya dukung 1000%!!!
    sebuah ajakan yang harus disambut dengan gembira…πŸ˜€

  37. -Sebagai sahabat tentu bukan hanya mau memberikan pujian terhadap suatu artikel temannya tetapi juga harus mau memberikan komentar yang bersifat kritik-membangun,bukan menghujat ,menghina dan meremehkan.
    -Sebaliknya sang pemilik blog juga jangan hanya mau menerima komentar yang berisi pujian saja, justeru kritik yang membangun itulah yang membuat kita semakin maju.
    -Zaenudin MZ konon pernah mengutip ucapan Tsun Zu “Semua kritikan saya letakkan dala bejana emas,sedangkan puji-2an itu saya lempar kekeranjang sampah ”
    -maju terus mas
    -salam
    ————–

    setuju banget 1000%!!!
    jadi teringat sebuah kalimat bijak.., “Sahabat sejati adalah ia yang berani berkata jujur tentang yang terburuk kepada kita…”
    menjura… tabik…πŸ™‚

  38. komentar membuat kita lebih bergairah, dan lebih memperhatikan kembali pola penulisan serta memberi semangat untuk tetap menulis
    ————–

    setuju banget kawan!!!πŸ˜€

  39. Salam
    Komentar merupakan suatu penghargaan yang diberikan kepada pemilik blog/web .. dengan komentar kita tahu bahwa tulisan yang kita tulis memang telah di baca .. tapi tetep aja ada blogwalker yang hanya kometar disana sisi akan tetapi tidak membaca artikel yang berhubungan. Mungkin ini salah satu faktor dari tulisan itu sendiri yang dirasa cukup melelahkan untuk di baca . makasih ..
    ————–

    ya memang…, komentar sangat dipengaruhi oleh postingan yang dikomentari… walaupun memang ada blogwalker yang memberikan komentar tanpa membaca postingannya…

  40. Salam kenal.
    Kebetulan mampir ke blog-nya, mengintip gambar award
    … itu lho Mas: Tutorit Friendship.
    Sebenarnya itu gambar hewan apa ya?
    seperti pinguin tapi paruhnya seperti bebek.
    Terimakasih. Mohon izin link blog-nya.πŸ™‚

  41. Sy masuk lagi ke ruang topik yg sama.
    Jujur, jarang blogwalking.
    kadang suka bingung …
    baca artikel, kemudian ingin beri komentar
    ternyata sedang ‘buntu’
    akhirnya komentarnya jadi garing, asal isi absent aja.

    Mas, ada bingkisan untuk anda. Silahkan diambil ya.
    Salamku.

  42. Ijinkan saya untuk pertama kalinya
    menjejakan komeng yang tidak berbobot ini
    ke dalam Juragan itempoeti…..
    Salam…salam..salamπŸ˜€

    Salam kenal dan Mampir dunk Gan =))

    1. @ohdediku
      setiap komen itu berarti…
      pasti saya akan berkunjung dengan senang hati…πŸ˜€
      salam kenal juga…

  43. terima kasih atas infonya saya jadi ingat kata bijak butuh waktu 5 tahun untuk membangun nama baik dan butuh waktu 5 menit untuk menghilangkannya , Alhamdulillah saya abis makan pastel enak banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s