Kekerasan Negara Terhadap Kebudayaan


Membaca sebuah berita dari selembar sobekan koran lama yang tercecer ternyata membuat dahi berkerut dan gigi bergemeretak. Koran bertanggal 5 Januari 2009 dengan judul berita “Situs Majapahit Dirusak Pemerintah”, memberitakan tentang pelaksanaan sebuah proyek pembangunan gedung yang saat ini sedang berlangsung bernama Trowulan Information Center atau Pusat Informasi Majapahit seluas 2.190 meter perssegi.

Pembangunan tersebut menimbulkan kerusakan yang cukup parah terhadap area situs sejarah peninggalan abad ke-13 hingga ke-15 di bekas ibukota Kerajaan Majapahit. Ironisnya, peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada 3 November 2008 lalu.

Meski dalam proses pembangunannya ditemukan sejumlah peninggalan bersejarah, seperti dinding sumur kuno, gerabah, dan pelataran rumah kuno, proses pelaksanaan pekerjaan tetap berlangsung hingga saat ini. Penggalian tanah terus dilakukan untuk menancapkan sekitar 50 tiang pancang beton walaupun harus dengan merusak dan menjebol benda bersejarah.

Diberitakan pula disitu bahwa di beberapa titik, fondasi dari campuran batu kali dan semen telah berdiri di parit-parit galian di situs bersejarah itu. Fondasi tiang beton juga sudah berdiri di beberapa titik. Di sekitarnya, batu bata kuno berukuran besar dan berwarna kehitaman peninggalan zaman Majapahit dibiarkan berserakan.

Selain itu……, dst.., dst…

Rasanya tak kuat lagi hati untuk meminta mata menyelesaikan bacaan yang masih tersisa separuh. Sedih, masygul bercampur geram tak kuasa untuk dibendung membayangkan lagi-lagi demi sesuatu yang diatasnamakan pembangunan, sebuah karya sejarah peradaban dari kebudayaan peninggalan masa lalu harus diluluhlantakan.

Apalagi jika membayangkan betapa proyek-proyek pemerintah yang dilakukan selama ini hanyalah sekedar proyek-proyek yang diukur dengan kalkulasi-kalkulasi yang melulu merujuk pada pertimbangan sisi ekonomis tanpa memperhitungkan aspek-aspek lain secara komprehensif. Yang lebih menyedihkan, pertimbangan ekonomis yang dimaksud tidak lebih hanya menguntungkan sekelompok orang yang terlibat dengan menghabiskan dana anggaran belanja pemerintah yang dibiayai oleh uang rakyat. Praktek korupsi dan manipulasi pekerjaan proyek pembangunan di lapangan yang jauh di bawah blue print perencanaan yang sudah dibuat, juga berbagai komisi dan fee dari meja ke meja sejak dari proses pengaturan tender hingga pada pelaksanaan di lapangan, adalah pertimbangan ekonomis yang sesungguhnya terealisasi.

Inilah sebuah contoh kekuasaan yang dipertontonkan dengan menghancurkan karya sejarah warisan peradaban dari kebudayaan peninggalan masa lalu yang tak ternilai harganya demi kepentingan sesaat sekolompok orang yang berkuasa dengan legitimasi Negara. Betapa, pada akhirnya ini adalah sebuah tengara dari awal keruntuhan sebuah bangsa tatkala pusaka warisan leluhur harus musnah oleh nafsu ketamakan generasi penerusnya.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya, Bangsa yang menghargai para pahlawannya adalah bangsa yang tidak pernah lupa akan jejak masa lalu sejarah bangsanya. Perlahan dan pasti bangsa ini akan sampai pada ambang kehancuran dan jurang kebinasaannya ketika mereka lupa dan khianat akan sejarah bangsanya.

Advertisements

19 thoughts on “Kekerasan Negara Terhadap Kebudayaan

  1. hmmm… ya pernah baca juga…
    lha.. nyawa jutaan orang dibunuh aja nggak diurusin, apalagi barang nggak bernyawa kayak gitu… udah kebayang dehh…
    ——————-

    Enaknya diapain yaaa…. Gggrrrr….. 😡

  2. Dan, proyek itu senilai (telah menghabiskan dana) Rp 25 Miliar.

    Saya ngerasa ada yang aneh dalam kasus tersebut. kok bisa2nya orang2 pinter yang punya proyek itu sampe ngerusak situs bersejarah tersebut. itu goblok apad dodol, sih?
    ——————-

    Mungkin itu ya yang disebut pinter tapi keblinger ???… Sekarang ini memang banyak orang pinter…, tapi sedikit orang yang mengerti… 😉

  3. Gue benci banget dengan pemerintah…catat itu…!
    ——————-

    Wakakakak….. Tambah satu lagi kawan seperjuangan… Horeee !!!!! 😀

  4. Amiin kakak itempoeti, Denaya amat tercengang membaca paparan kakak. Salam kenal dan selalu sukses buat kakak.

    Ini ada titipan dari papa Rohedi untuk visitor blog itempoeti, semoga teknik baru SMT ini salah satu kehendak Allah buat kita semua.

    http://rohedi.com/content/view/20/1/

    Maaf, Denaya promosiin websitenya papa ya barangkali untuk di Link.
    ——————-

    Waaaah…., terima kasih yaa…. Nanti kakak tengokin blognya… Sukses yaa…. Salam tuk Papa…, dengan senang hati blognya aku link… Sebuah kehormatan.. Tabik… 🙂

  5. masih inget ga waktu ada menteri agama yg ngebongkar situs di bogor karena dipikir ada harta karunnya. padahal nilai situs itu lebih dari sekedar emas. sejarah dan penghormatan kepada pendahulu kita wajib kita lestarikan.
    ——————

    Tentu saja ingat sekali Mas… Kebodohan-kebodohan seperti itu harus selalu diingat agar tidak terulang lagi di waktu yang akan datang…

    Bukankah hanya keledai yang terantuk dua kali pada lubang yang sama??? Tabik… 🙂

  6. Bila saya membaca posting tersebut dan bila merujuk pada kalimat “Inilah sebuah contoh kekuasaan yang dipertontonkan dengan menghancurkan karya sejarah warisan peradaban dari kebudayaan peninggalan masa lalu yang tak ternilai harganya…”

    Maka ada sedikit terlintas dibenak saya sebagai pecinta budaya jawa,
    “ternyata sifat usil tidak hanya dimiliki oleh anak-anak saja, bahkan sifat kekanakan juga masih terbawa sampai menjadi seorang penguasa (punya kekuasaan).” Dan itulah gawatnya, ibarat anak kecil yang pegang pisau, karena “ora njowo” kadang sebuah kursi bagus juga bisa rusak berat. (maaf, itu pengalamanku dulu waktu masih balita 🙂

    Alangkah bagusnya, seandainya yang mulia para legislator ataupun calon penduduk singgasana DPR/DPRD mempunyai visi/misi tentang penyelamatan cagar budaya..

    Sepertinya sesuatu yang indah.

    Salam
    ——————-

    Kalau itu dilakukan seorang anak kecil tentu saja bisa dimaklumi.., karena memang dasarnya ketidaksengajaan atau ketidaktahuan.. Persoalannya…, ini dilakukan oleh orang dewasa, yang terdidik dan punya kekuasaan dengan motif yang jelas. Terima kasih atas kunjungannya.. Tabik…
    🙂

  7. Apa bisa orang jaman sekarang membangun bangunan seperti Borobudur atau Prambanan misalnya, tanpa semen tanpa tiang pancang tanpa mekanika teknik tanpa ….

    Lha kok situs Majapahit, yang diungkap tuntas saja belum malah di rusak, benar-benar nggak masuk akal sehat.

    Siapa sih pimpronya? Mari kita usut tuntas, kita ajak KPK sekalian.

    Gimana?

    Salam hangat,

    harisxyz
    ——————

    Setuju Broer.. Perlu class action untuk menghentikan perbuatan itu.. Tabik… 🙂

  8. manusia kalo sudah dibutakan oleh uang, apa yang bisa dipikir oleh akal sehat? memprihatinkan memang..
    mas..ramalan Jayabayanya yang lengkap saya gak punya..cuman itu aja yang bait terakhirnya..
    Thanks sudah menguatkanku dari kesedihan di postinganku yang terakhir itu…
    ——————–

    Sama-sama Broer.., dengan senang hati. Saat ini banyak manusia kalap yang tak lagi mengindahkan nilai-nilai peradaban dan kemanusiaan demi untuk mengejar harta dan kebendaan. Tabik… 🙂

  9. ya ya ya, kita tidak seperti china, korea, jepang yang sangat kuat dalam mempertahankan warisan budaya ………
    ——————

    Ya Broer…, juga India… Terbukti mereka menjadi sangat maju justru ketika mereka masih berpegang kuat budayanya.. Perempuan India begitu bangga menggunakan baju Sari dalam kesehariannya… Sementara kita??? Tabik… 🙂

  10. Penyakit bangsa ini, tidak menghargai sejarah & budaya sendiri. Yang sering terjadi malah sering asal bunyi soal ‘mempertahankan budaya ketimuran'(apa pula definisinya) tanpa ngerti asal-usul.

    Bahasanya rapi sekali nih, Oom. Bikin saya sebagai pembaca jadi malu :mrgreen:
    ——————

    Waaaahhh…., kalau yang baca aja malu…, gimana yang nulis??? Saya lebih malu lagi jadinya…. Jangan gitu doooong… 😉

    Saya setuju…, banyak yang bicara budaya ketimuran tapi dari perspektif barat… Bukan makin menjelaskan tapi malah bikin tambah bingung… 😀

  11. sobat, semoga sampeyan berkenan menengok
    http://suryaden.blogspot.com/2009/01/award-dari-atca-griyaunik.html
    ———————

    Dengan senang hati akan saya sambangi… Nuwun… 🙂

  12. maaf, begini mas…
    postinglah dengan gambar award itu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kemudian berikanlah award itu juga kepada rekan-rekan yang berkesan …
    nuwun mas…
    ——————

    Oooohhh gitu toch…. Yo wis tak coba’e yooo…. Nuwun… 🙂

  13. Budaya dan sejarah Majapahit ..kan sedikit yang tersisa..eh di rusak pulak…
    ——————-

    Iyaaa tuch… Bikin gak bisa…, yang ada tinggal sedikit…, dirusak pulak… Ggggrrrrrr…. 😦

  14. sangat prihatin dengan kejadian itu
    bangsa kita sepertinya sulit
    menjadi bangsa yang besar
    jangankan membangun karya
    monumental yang baru….,
    pasti tak bakalan mampu
    yang sudah ada saja pun
    tak bisa dipertahankan….amboooi 😦
    ——————

    Iyaaa Bro…, payah kali orang-orang itu ya Bro… Eeeiiiittt…., tapi jangan lupa…, PRnya tetap dikerjain yaaa…. Wakakak…. 😀

  15. Wah itu pemerkosaan terhadap budaya… pemikiran yang sangat cethek/dangkal…kenapa tidak menyetop proyek itu dan memindahkan ke lokasi lain…

    Mendapat situs budaya/arkeologi dengan pengalian proyek .. bukannya kejatuhan rejeki nomplok…kenapa tidak bisa dikembangakn seperti “Borobudur”? Tuh bule yg berkunjung di borobudur harus membayar $50 … bulenya dengan senang hati membayar karena dapat sertifikat utk dibawa pulang dan jadi pameran…

    Bener-bener pinter-pinter bodoh pemerintah Indonesia!
    ——————

    Betul banget mbak…. Kita aja yang awam ngerti…, ini yang katanya ahli kok malah gak mikir…. Yang tepat bukan pinter-pinter bodoh.., tapi bodoh-bodoh pinter… Soalnya banyakan bodohnya daripada pinternya…. Hehehehe… Makasih ya commentnya… 🙂

  16. sangat menyedihkan wawasan,dan moral pemimpin kita,dengan kepentingan sesaat ,mengatasnamakan pembangunan,maka rela mengorbankan kebanggaan bangsa.
    pemimpin seperti ini ,ndaknya menjadi catatan,bagi rakyatnya.mohon izin saya nge link untuk di blog saya.
    ——————–

    Setuju Mas…, menjadi catatan untuk pelajaran bagi kita semua agar tidak mengulangnya lagi.

    Terima kasih…, monggo dengan senang hati… Tabik… 🙂

  17. Apa proyek ini gak bisa dievaluasi ulang ya?
    Lagian PIM nya sendiri gak punya IMB,,kok bisa2nya mentri ngeleteakin batu pertama.
    *geleng-geleng kepala*
    ——————–

    Maaf gak bisa…., soalnya duitnya dah kadung dibagi-bagi dan dah kepakai untuk biaya kampanye…. Wakakakak….

    Jangan heran…, kalau Menteri yang turun langsung gak perlu pakai IMB segala… Biasa nguber setoran menjelang Pemilu… *geleng-geleng kepala juga* 😀

  18. bangsa kita memang bangsa yang melankolis sanguinis koleris 😀
    —————-

    Wkwkwkwkwk…. Lengkap ya Broo… 😀

  19. ini namanya penindasan budaya….
    —————-

    1000% setuju!!!!! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close