Rehat

14 pemikiran pada “Rehat”

  1. mau kemana kang hik hik hik hik memang klo hati dah jenuh ga bisa di apa-apakan kecuali mencari suasana baru biar fikiran kita jadi fres

  2. asal rehatnya nggak kelamaan aja…
    nanti kebablasan, masalahnya kepenaken…
    tapi lebih baik harus diungkapkan kepada orang yang kita percaya, siapa tahu bisa meringankan…
    kekekke…

  3. udah bang udaaaaah, jangan ngambeg gituuu, masak siy gara2 komenku terus ga mo nulis lagii. eiiiit, sok teuuuu :):):)

  4. jangan lama-lama rehat
    dan turun gunung,
    my bro 😦
    soalnya rakyat butuh
    pikiran2 cerdas saudaraku
    —————-

    Perlu energi, ruang dan waktu untuk membumikan pikiran agar tak cuma jadi sekumpulan kata tanpa makna…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s