Turun Gunung

39 pemikiran pada “Turun Gunung”

  1. persoalan bangsa yang utama adalah kerusakan mental. pada akhirnya pemimpin maupun rakyat dapat berperan dengan baik sebagai warga dari sebuah negara apabila mereka adalah produk dari keluarga yang sehat lahir dan batinnya. untuk bisa membina keluarga yang sehat lahir dan batin tentu saja kebutuhan hidup standar harus terpenuhi. pada intinya, solidkan dulu negara terkecil dalam bermasyarakat -yaitu keluarga- sebelum melangkah untuk membenahi bangsa secara keseluruhan.
    salam kenal saya kepada istri ya bang
    —————–

    Setuju… Terima kasih atas komentarnya yang pertama di tulisan saya yang pertama setelah saya aktif lagi.

    Akan saya sampaikan salamnya kepada istri saya. Terima kasih.😉

  2. klo dunia ini tanpa perempuan tentu takan seindah dan semerbak seperti sekarang ya toh salam hormat saya untuk keluarga panjenengan semoga selalu dalam lindungan TUHAN YANG MAHA KUASA AMIN AMIN AMIN YA ROBALL ALAMIN MANA OLEH OLEH SETELAH REHAT KANG AKU RINDU TULISAN PANJENENGAN YNG MEMIKAR HATI ITU

  3. WKWKWKWKWKW SALAH KASIH ID KOMEN HIK HIK HIK HIK
    klo dunia ini tanpa perempuan tentu takan seindah dan semerbak seperti sekarang ya toh salam hormat saya untuk keluarga panjenengan semoga selalu dalam lindungan TUHAN YANG MAHA KUASA AMIN AMIN AMIN YA ROBALL ALAMIN MANA OLEH OLEH SETELAH REHAT KANG AKU RINDU TULISAN PANJENENGAN YNG MEMIKAT HATI ITU
    WEDEEW KETAHUAN JADINA KUMAHA IYEH
    —————–

    Hallo kawan…

    Senang ketemu dengan anda lagi…, terutama komentar-komentarnya yang garang…😀

    Salam akan saya sampaikan. Terima kasih…

    Naon teh nu ketahuan ??? Ngomong-ngomong…, saha eta teh ???😀

  4. welcome back sobat…
    oleh-olehe opo ki, leh mertopo…
    wakaka… negara jangan dipikir dalam-dalam ya, nanti ndak malah ketularan ruwet
    kekekke….
    —————-

    Hallo juga sobat… Budale ra nggowo opo-opo.., mulihe yo ra nggowo opo-opo…

    Pikiran bisa dihilangkan…, yang sulit adalah perasaan… Masygul melihat kenyataan yang ada…

    Maaf, belum sempat mampir. Lagi sibuk mbalesi komentar.😀

  5. selamat datang kembali, kenyataan belakangan ini memang krg berpihak pada rakyat kita bos…. tetapi the show must go on
    —————–

    Terima kasih…

    Setuju… kenyataan adalah kenyataan. Dia tidak berpihak kemanapun karena dia pun cuma produk, resultante, dari kiprah manusianya.

    Let see… The show could turn to be anything… Tabik…🙂

  6. wah, sampe bikin catatan untuk istri tercinta… jangan-jangan dimarahi sama istri ni bang, makanya naik-naik ke puncak gunung? hehehehehe😛
    —————–

    Tak lah… Istri awak ni tak suka marah… Baik dan cinta kali dia sama awak…

    Pa kabar Wan? Ngeri kali awak baca tulisan kau soal Habibie, Ibrahim (Tan Malaka) dan Om Cum (Soemitro J)… Hahahaha…😀

  7. Untuk merubah nasib bangsa ini, bukan persoalan para petinggi, tapi kita semua, kita juga harus terlibat, kita yang nanti akan menggantikan para petinggi yang belum mau merubah nasib bangsa. Smoga kita masih di beri waktu untuk menyatukan tekad kita. Agar nasib bangsa ini betul2 berubah. Semua diawali dengan niat.
    —————–

    Setujuuuuuuuu !!!!!!!
    Amien… 3X

    Tabik…😀

  8. jangan terlalu larut mas..dunia terlalu besar untuk di jangkau..
    —————–

    Terima kasih sudah diingatkan… Saya jadi teringat kalimat…, “Think globally but do locally…”

    Tabik Mas…🙂

  9. Hawa diciptakan karena ada Adam. Adam tak akan diturunkan ke bumi tanpa Hawa. Perempuan diciptakan untuk laki-laki. Laki-laki tak akan bisa berbuat apa-apa tanpa perempuan. Jangan khianati kesediaan perempuan untuk mendampingi laki-laki.
    —————-

    Thanks Bro… Pesan itu akan selalu saya ingat… Tabik…🙂

  10. Ringkas dan mendalam sebagai bahan renungan. Selamat
    —————-

    Sebuah kehormatan yang tak terhingga nilainya ketika seorang empu susastra menyempatkan untuk datang berkunjung dan memberikan komentarnya…

    Subhanallah… Tabik…😀

  11. Semoga dunia maya ini dapat berperan mempererat tali ukhuwah, meski bertatap muka pun belum ….
    —————–

    Amien 3X… Biarkan semuanya mengalir seperti air… Tabik…🙂

  12. Selamat datang kembali bro! Saya malah yang lagi jutek, pengen menyepi naik gunung… apa boleh buat masih kejar-kejaran sama setoran (dikejar atau mengejar, wah udah rancu deh).

    Bukan cuma keberhasilan perlu peran besar pasangan hidup lho! Para koruptor pun perlu “dukungan” kawan hidupnya. Misal sang suami mau jalan hidup lurus-lurus saja, lha kalau tiap hari diocehin “Pak, itu lho tetangga kita sudah ganti mobil baru, masak kita masih pake mobil keluaran tahun kemaren?!? Kan malu!” Satu dua kali mungkin kebal, lama-lama kan pengeng juga tuh kuping…

    Jadi saudara-saudari yang beruntung bisa berjalan bersama teman hidup yang bijaksana, sangat layak bersyukur dan menghargai pasangannya.🙂
    —————–

    Terima kasih… Senang sekali bisa berkumpul kembali dengan para sahabat…

    Hlooo…, kan kemarin udah saya wakili naik gunungnya…😀 Atau kapan kita agendakan jutek bareng supaya kita bisa naik gunung bareng..😀

    Kasihan hlo para suami yang jadi koruptor krn terprovokasi “kawan hidup”nya… Sebenarnya mereka tertekan secara bathin. Dituruti jelas salah.., gak dituruti gak dapat jatah…😀

    Iyaaa…, saya sangat-sangat bersyukur… Tabik Bro…🙂

  13. Selamat datang kembali..!
    salam kenal..

    Bangsa kita memang sudah carut marut…
    Jika saja semangat untuk berbuat agar bangsa ini lebih baik disadari paling tidak mereka yang mengatasnamakan wakil rakyat, mungkin bangsa ini bisa bangkit dari keterpurukan ini…
    —————–

    Terima kasih… Salam kenal juga Mbak…

    Bangsa ini akan bangkit dari keterpurukan jika kita semua anak bangsa punya semangat untuk berbuat agar bangsa ini lebih baik. Persoalan bangsa ini yang sudah sangat kompleks dan multidimensional tidak bisa diserahkan hanya kepada segelintir orang saja untuk menyelesaikannya.

    Apalagi jika segelintir orang itu ternyata cuma sekumpulan orang yang gila kekuasaan. Tabik…🙂

  14. Istri adalah inspirasi dalam kehidupan, dikala marah, senang dan sedih, mau dapat inspirasi terus? jaga dan hormatilah istri.
    —————–

    Terima kasih atas nasehat dan masukannya… Tabik…🙂

  15. weitttt turun gunung… emang kapan naiknya??? wkwkwkwkwkwkwkwkwk… wah postingane marai gregesi ati… jero tenan sing macul… ck ck ck ck ck… betewe aniwe ngemplok baswe rame2… selamat datang sobat… tanpa pengecretanmu blogger addict serasa hampa [ruang kaleee] sorrrrrr…..
    —————-

    Komentar-komentar seperti ini yang selalu bikin kangen… Crreeettt… Sooorrrrr…. wkwkwkwkwk😀

  16. Horeeeee…. ada postingan baru… horeeee…
    *jingkrak2, gulung2*
    Selamat datang setelah lama gak muncul. Janganlah gak muncul-muncul lagi karena nanti gak kelihatan… wekekekek…. Salam maniz sobat.😆
    —————–

    Juga yang satu ini…. Komentar-komentarnya semakin bikin hidup tambah hidup… Salam maniz juga sobat…😀

  17. terlalu komplek mas permasalahan bangsa ini. dan banyak yang mau jadi pahlawan namun gagal…
    —————-

    Itu masalahnya…, mereka gagal karena niatnya ingin jadi pahlawan… Bukan karena ingin berbuat untuk kemaslahatan umat… Tabik kawan…🙂

  18. pak-e perhatian banget ya sama ini bangsa… ckckckck harusnya nama blogmu merapoeti😀 suwun lho ya, dah diampiri blogku. salam kagem buk-e.
    —————–

    Sami-sami…
    Salam balik dari buk-e.., juga salam untuk the waskitas family dari kami sekeluarga. Terima kasih.

    Tadinya sempat terpikir begitu, tapi jadi sempit themanya hanya mengarah tentang merapoeti. Tabik🙂

  19. saat ini memang sukar
    memilih dan memilah
    sebab elite kita acuannya
    cuma satu : KEPENTINGAN…
    jika KEPENTINGAN terganggu,
    keutuhan bangsa pun kerap
    rela dikorbankan….hmmmm😦
    —————–

    Bukankah di dalam dunia politik kekuasaan dikenal postulat yang mengatakan.., “Tak ada kawan dan lawan yang abadi… Yang abadi hanyalah kepentingan…” Tabik Bro…😦

  20. bertapa juga nggak selalu menjauh di gunung atau semedi aja..
    tapa laku juga penting kan mas…
    😀 merdeka…
    —————–

    Iyaaa…, itu topo ngerame disebutnya. Dan justru itu yang terberat.

    Tapi terkadang mendatangi tempat-tempat tinggi berenergi murni secara spiritual masih diperlukan untuk mengkalibrasi energi kita dengan energi murni alam.

    Merdeka !!!🙂

  21. met kenal, pak…

    menjura setelah baca postingan ini😀
    —————–

    Selamat kenal juga…

    Menjura pula atas kunjungan dan komentarnya.

    Tabik…🙂

  22. udah lama saya ga silaturahmi kesini.
    mudah2an sehat2 aja ya pak.

    setuju banget untuk penggalan dari ayat Al-Quran diatas. memang sudah diwajibkan untuk kita berikhtiar disamping berdoa.
    —————–

    Alhamdulillah…, sehat-sehat selalu.
    Terima kasih atas kunjungannya.

    Semoga pak Surya dan keluarga juga sehat selalu.
    Tabik…🙂

  23. mampir meneh… tur dilit wae [dibaca:… mmmm…. dibaca??? nanya yang punya blog aja yak wkwkwkwkwk]

    *tga kalee lebaran abang gak pulang2[hayaahhhh]*

    *mlayu sikik mas wuzzzzzzzz….*
    —————-

    Mengko nek nang Ygy tak kabari yooo…

    Tiga kali lebaran…, Lebaran Haji-Lebaran Idul Fitri-Lebaran Haji…, mung setahun dadine yooo… kikikikikikik…😀

    Mlayu po gelundung???😀

  24. wahhh ini tho hasilnya bertapa😀

    “Tindakan dan perbuatan adalah pelaksanaan do’a.” Satunya tekad, ucap, lampah dan laku.

    Ya mudah-mudah kita selalu berhati-hati dalam berucap ya mas..😀

    “dibalik keberhasilan setiap laki-laki selalu ada keterlibatan dan peran serta perempuan yang mendampinginya. Maha besar Allah atas karunia Nya.”

    SETUJU banget!!!!😀

    Yukkk semangat nulis lagi😀
    —————–

    Hati-hati dalam berucap serta hati-hati dalam bersikap dan bertindak.., semoga…

    Semangat…, semangat…, semangat….🙂

    Terima kasih… Tabik…🙂

  25. Wah.. ilmunya tambah heubat nich…
    —————–

    Tambah bodoh Mas…. Cuma disuruh ikhlas aja kok susah banget gak bisa-bisa….🙂

  26. “membuka ruang batin masuk ke dalam diri” kata2 yang dalam. butuh waktu bagi saya untuk memahaminya.

    salam kenal.
    —————-

    Salam kenal juga…

    Lebih banyak waktu yang dibutuhkan untuk melakukannya.

    Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.🙂

  27. Ternyata dengan turun gunung tidak serta-merta menjadikan kita seorang pendekar ya mas, masih ada yang harus kita kerjakan untuk itu…. terima kasih pencerahannya.

    salam
    —————–

    Tepat…, yang membedakan seorang pendekar dengan yang bukan dibuktikan oleh karyanya, karya kemanusiaan tanpa pamrih.

    Terima kasih juga atas kunjungan dan komentarnya. Tabik…🙂

  28. met val day yah kang moga tambah segala -galanya deh amin amin amin ya robal alamin
    —————-

    Met val day juga kang Awie…🙂

  29. Sejarah menjadi momok besar menakutkan bagi bangsa ini, kemana kejayaan Sriwijaya, Majapahit, Samudra pasai..?? Kemana keperkasaan Phinisi dalam mengarung samudera…??

    Bangsa ni selalu bangga akan mereka tanpa bisa menyambung kejayaan dan keperkasaan mereka…..

    Mulai detik ini lupakan semua cerita masa lalu, mulai bertindak menjadikan era ini menjadi sejarah membanggakan anak cucu di masa depan…!!!
    —————-

    Mari !!!!!!!🙂

  30. “Tidak akan Aku rubah nasib suatu kaum ketika kaum itu tidak berupaya merubah nasibnya sendiri !!!”

    kalo ini ditujukan ke rakyat Indonesia, sudahkah kita setidaknya menyadari untuk berubah?

    eniwei
    just blogwalking bang
    —————-

    Sebelum muncul kesadaran untuk berubah (sense of change)…, harus muncul dulu kesadaran akan kedaruratan situasi (sense of emergency) yang ada…

    Tanpa itu…, tak akan pernah muncul kesadaran untuk berubah…

    Thanks sudah mampir dan komentarnya…🙂

  31. Setelah beberapa waktu ku menatap lukisan warna warni blogmu
    Ternyata ..jawaban itu adadi Konten mu🙂
    —————-

    Oooohhh gitu yaaa….😀

  32. memang tak mudah mengsinkronisasi diri…

    Salam kenal mas…
    —————

    Tepat !!! Salam kenal juga…🙂

  33. sungguh, bolak balik aku baca, aku tidak mampu menangkap hubungan makna isinya dengan judulnya. hanya kata-katanya yang dalam, yang bisa aku tangkap secara harfiah saja.
    namun memang sebuah mahakarya agung tidak selalu harus dimengerti oleh orang kebanyakan.
    kenapa ya aku selalu tulalit dengan sastra😦
    salam.
    —————-

    Ketika saya menghadapi situasi yang serupa dengan anda…, yang saya lakukan bukanlah dengan menalar isi sebuah tulisan.

    Tapi biarkan dia mengendap dan berinternalisasi dalam diri untuk kemudian proses waktu yang akhirnya menjelaskan. Tabik…

  34. lama tak jumpa apa kabar yng disana, gua datang lagi coy🙂
    hei…..
    —————-

    Baik-baik aja Coy…🙂 Thanks dah mampir…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s