Council on Foreign Relations

4 pemikiran pada “Council on Foreign Relations”

  1. hmmm…. kapan Indonesia punya lembaga seperti ini.
    Saat ini, Indonesia sedang menata diri dengan reformasi birokrasi.
    Akankah terpikir oleh para pemimpin kita…😉
    Bagaimana para caleg ?
    salam
    —————

    Indonesia tidak akan pernah mempunyai lembaga seperti ini sekalipun mampu untuk membentuknya. Kita tak hendak menguasai dunia, tidak seperti halnya mereka.

    Lembaga-lembaga seperti ini dibentuk agar dunia ada di bawah kekuasaan mereka.

    Semangat Indonesia adalah semangat untuk duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan seluruh negara bangsa di dunia untuk bersama-sama berkarya demi terciptanya kedamaian umat manusia dan kelestarian alam.

    Soal caleg…, kalau kita ingin memiliki anggota legislatif yang memang benar-benar handal baik moral, mental, maupun kemampuannya, mungkin kita benahi dulu rakyatnya lalu kemudian partai politiknya.

    Dalam logika produksi, rakyat dianalogikan sebagai raw material, partai politik dan sistem Pemilu adalah proses produksi, dan finished product-nya adalah anggota legislatif dan Presiden.

    Rumusnya sederhana…, garbage in = garbage out.., apalagi proses produksinya tidak benar… Semakin parah output produksinya… 😉

  2. terlepas ada tidaknya organisasi tersebut kebijakan pemerintah Amerika memang berbau monopoli disegala bidang. Mereka merasa ‘wajib’ mengontrol dunia. Agak nyeleneh ya pikiran mereka,hehehhe.

    ————–

    Mereka memang ada, walaupun sifat dan cara kerjanya sangat terselubung dan rahasia.

    Tidak nyeleneh…, karena mereka memang ingin menguasai dunia. Segala cara dihalalkan demi mewujudkan keinginan mereka menguasai dunia.🙂

  3. bisa diberitahu nda, mas siapa2 anggotanya di RI saat ini yang sangat berkuasa?

    ————–

    Indikator untuk melihat siapa-siapa anggotanya di RI yang paling gampang dengan menjejak latar belakang pendidikan mereka.

    Biasanya proses recruitment dan cuci otak dilakukan ketika mereka sekolah di Luar Negeri.

    Indikator kedua, mereka terbiasa menggunakan teori dan pendekatan barat dalam problem solving dan berargumentasi (karena proses cuci otak).😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s