Kontestasi Ideologi dan Kearifan Lokal

Satu pemikiran pada “Kontestasi Ideologi dan Kearifan Lokal”

  1. kata-kata kunci:

    KEARIFAN LOKAL
    MEMORI KOLEKTIF
    PANCASILA

    Hmmm…
    Soal revitalisasi (menghidupkan kembali?) Pancasila…setuju !!! Fasilitasi aja om.
    Bicara revitalisasi Pancasila berarti bicara:
    1. sejarah bangsa
    2. sejarah Pancasila
    3. akar budaya bangsa
    4. kearifan lokal pendiri bangsa
    5. mortalitas Pancasila (pernah mati? atau mati suri?)
    6. anti-kolonialisme
    7. anti-grand narative (kapitalisme)
    8. postmodernisme

    Dari mana mulainya?
    Saya rasa sangkan parannya Pancasila bisa kita lacak dari sejarah perumusan Pancasila itu sendiri. Tawaran-tawaran pendiri bangsa ini dalam menyusun dasar negara perlu kita cermati kembali. Pilihan-pilihan urutan Pancasila perlu kita telaah kembali (bukan berarti urutan itu perlu kita susun kembali, tapi semangat dari tiap urutan yang ditawarkan pendiri bangsa perlu kita resapi). Misalnya, tawaran Bung Karno yang menempatkan sila ketuhanan sebagai urutan terakhir, saya rasa bukan ‘merendahkan agama’, tapi justru merupakan puncak perjalanan spiritual bangsa, setelah aksi-aksi kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, hubungan sosial dijalani.

    Salam.
    —————-

    Cara pengurutan Pancasila harus didekati secara deduktif maupun induktif.

    Pemahamannya harus dimulai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dstnya. Karena Ketuhanan YME adalah prinsip dasar pertama.

    Namun dalam implementasinya, harus dibalik urutannya. Dimulai dengan Keadilan Sosial, lalu dilanjutkan dengan Kerakyatan, Persatuan, Kemanusiaan dan terakhir Ketuhanan YME sebagai fondasi yang terletak Paling bawah sebagai fondasi yang menopang seluruh bangunan sila diatasnya.

    Untuk bahasan secara komprehensif tentu diperlukan ruang dan waktu yang lebih khusus dan khidmat untuk membahas secara komprehensif.

    Saya tunggu undangannya… Tabik…🙂

Komentar ditutup.