Keasyikan merangkai kata merekayasa sebuah tulisan diiringi gemerecik suara rintik hujan tiba-tiba harus terhenti ketika ada suara sms masuk. “Wis tekan aku (Indonesia : Sudah sampai aku),” bunyi sms tersebut.
Kontan saja saya bergegas ke depan pintu rumah untuk memastikan siapa yang datang. Ternyata benar, di depan pintu pagar rumah, ditengah keremangan malam dan rintik hujan berdiri sepasang manusia berlainan jenis. Yang laki-laki bertopi dan berbadan tambun, sementara yang perempuan berkerudung. Baca entri selengkapnya »




























