Analisis Dibalik Teror Bom di JW Marriot dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta
Juli 17, 2009 — itempoeti
Peristiwa ledakan bom terjadi lagi di Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi hari ini Jum’at, 17 Juli 2009 tepat pukul 7.45 dan 7.47 berselang dua menit di dua hotel yang terletak di kawasan Mega Kuningan, Jakarta.
apapun itu, sya cuma bisa berkata astaghfirullah….
sy ga tahu apa dihati sipengebom2 itu masih memiliki Allah dihatinya, sesungguhnya Allah itu dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang…
negara tetangga sangat berkepentinga, pengeboman terjadi saat situasi ekonomi dan turisme sedang tinggi2nya, kepercayaan asing dan investor sedang mantap2 nya, coba ikuti sejarahnya. Masih ingat penyelundupan detonator di perbatasan yang tidak pernah terdengar lagi kabarnya? Masih ingat negara mana yang akan menjadi pelarian modal dan mendapat keuntungan dari menguatnya rupiah? mestinya bisa ditelusuri siapa yang terakhir membeli dolar besar2an dengan rupiah.
biarlah kita tak berspekulasi dulu soal bom ini, meskipun waktunya memang bertepatan dengan masa setelah pilpres …. terlalu dini untuk mengkait kaitkan ini dengan pilpres , sejauh ini saya menilai capres dan cawapres lain masih memiliki nasionalisme kebangsaan yang tinggi….tentu amat disayangkan kalau semuanya menjadi rusak akibat ketidaksenangan mengenai pilpres….meskipun analisa banyak orang bisa mengarah ke situ, tetapi marilah sejenak kita berdiam diri dulu, sambil menunggu hasil penelitian pihak berwenang….
ini analisa atas dasar kalkulasi bukan spekulasi…
sekedar untuk memberikan gambaran kemungkinan yang lebih luas…
boleh setuju dan boleh untuk tidak setuju…
[...] Analisis Dibalik Peledakan Bom di JW Marriot dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Peristiwa ledakan bom terjadi lagi di Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi di dua hotel yang terletak di kawasan Mega [...] [...]
sangat tidak terpuji, perbuatan yang sangat tercela, saat kita meyakinkan dunia bahwa indonesia aman untuk investasi. ini sangat mencoreng nama baik Indonesia.
Setiap ada penembakan di Papua semua menuding OPM sbg pelakunya. Dan setiap ada pengeboman di Jakarta semua menuding JI sbg pelakunya. Padahal pelaku sebenarmya adlh…..
“Ada dua pihak yang saat ini berkepentingan untuk menyampaikan pesan kepada SBY-Boediono. Pihak pertama berasal dari internal dalam negeri Indonesia. Mereka adalah yang tidak puas dengan hasil pilpres yang memenangkan calon incumbent. Pihak yang tidak puas tersebut memiliki kemampuan dana, keahlian dan dukungan alat yang sangat kuat untuk bisa melakukan peledakan bom dimana saja di Indonesia.”
hati hati Mas menulis, kalimat anda itu bisa menjadi fitnah bagi Mega Prabowo dan JK Wiranto, seolah olah meraka lah dalang pemboman ini.
hati-hati mas berkomentar terhadap tulisan ini…
anda seolah-olah langsung memvonis bahwa yang saya maksud adalah Mega-Prabowo dan JK Wiranto.., padahal itu persepsi anda…
menurut saya, aksi itu merupakan balasan dari di hukum matinya mujahid trio bom Bali. hal ini dapat kita saksikan di layar tv pada waktu pemakaman imam samudera. ketika itu banyak dari mujahidin alumnus afghanistan yang meneriakan kata2 bahwa mereka akan menuntut balas syahid nya teman2 mereka (trio bom bali). selama masih terjadi ketidak adilan di dunia Islam, aksi semacam itu akan terus terjadi.
islam yang mana?
saya juga islam… tapi bukan islam jahiliyah yang merusak dan membunuh dengan mengatasnamakan JIHAD…
bukankah Rasulullah SAW sendiri mengatakan bahwa JIHAD terbesar adalah melawan diri sendiri.., hawa nafsu yang ada pada diri sendiri…
siapakah yang masuk dalam kategori pihak kedua, pihak asing yang berkepentingan sangat banyak dan multi interest. bagaimana menghubungkan bom dengan ‘pengamanan kepentingan asing’?
anda tahu logika preman yang menguasai suatu daerah???
ketika ada pedagang baru dia memaksa minta biaya keamanan…
jika si pedagang tidak mau membayar…, dia suruh anak buahnya yang lain untuk melakukan kekacauan terhadap si pedagang…
keesokan harinya…, dia mendatangi lagi si pedagang dan mengatakan.., “Naahhh kaaannn.., apa saya bilang kemarin…”
jangan lupa berapa banyak perusahaan minyak Amerika dengan investasinya di Indonesia…
pelajari juga konflik Teluk Babi antara AS dan Cuba. bagaimana AS melatih pemuda-pemuda Cuba untuk menyerang AS. dengan begitu AS mendapat alasan untuk menyerang Cuba.
pelajari juga kasus 9/11 Twin Tower. dengan mengorbankan 2 gedungnya AS mendapatkan legitimasi untuk menyerang Irak dan Afghan atas nama perang terorisme. padahal ujung2nya soal penguasaan ladang2 minyak di Irak yang terbesar kedua di dunia.
sayangnya, omongane sang terpilih di tivi jian ra menak blasss… lha mbok seperti biasanya saja -sesuai keahliannya- menggunakan bahasa normatif yang menyejukkan, kok malah mengaitken dengan pilpres… ora wangun blas!
MUI menyatakan bahwa kejadian Teror Bom di Mariot kemarin murni Terorisme, dan apabila dikaitkan dengan Pilpres kemaren adalah sangat tidak etis dan pembentukan persepsi yang sangat memalukan dan mencoreng demokrasi di negeri ini.
ada yang mengejutkan dari hasil suara pilpres menurut salah satu pilitisi/budayawan yg mendapat informasi langsung dari lembaga IFES (salah satu lembaga yg bekerjasama dengan KPU), hasil tersebut No 1 20%an, No 2 47%an, dan No. 3 32%an data tersebut valid hasil dari tabulasi nasional KPU menurut sumber tersebut. Itulah mengapa KPU menghentikan penghitungan suara manual melalui SMS tsb, dg memberikan alasan kpd publik bahwa ada kesalahan teknis. jd teringat spanduk contreng 2 yg dikeluarkan KPU.
psss: memang benar ada lembaga ****** yg berusaha memenangkan salah1 pasangan capres
Drama dan tragedi di Negeri ini memang tak dapat diprediksikan..
Alur ceritanya mengalir tanpa banyak yang bisa menerka..
Hanya Sutradara atau dalang yang mengetahui bagaimana akhir ceritanya..
Namun sayangnya sang Sutradara sampai sekarang tak ketahuan Rimbanya..
Apakah akan berakhir dengan manis ataukah pahit..
Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan episode ini..
seno aji keluar juga tuh, udah lama ga keluar.
ehm kalo nga salah , ada statmenya dari pejabat tinggi kita yang mengatkan bahwa As jangan mendukung sparatis papua ya. wah nga nyambung neeh
sangat nyambung jika ditilik korban yang jatuh di JW Marriot ada yang berasal dari petinggi Freeport.
apalagi belum lama ini Freeport diserang oleh gerombolan bersenjata.
sangat nyambung…
akhirnya bisa komen di sini..
kayaknya keyakinan saya ada unsur politik di balik kejadian ini.. Hanya saja menggunakan motif lama untuk mendapatkan kambing hitamnya.
Wallohualam…
yaaa…. yaaa…..
terkait dengan gerombolan bersenjata yang menyerang freeport baru-baru ini…
bukankah korban di JW Marriot salah satunya juga petinggi freeport???
banyak rumor yg beredar,
termasuk pelakunya adalah orang asing (nampak dari cctv).
Susahnya,
nggak seperti di luar yang selalu ada yg bilang :”kelompok kami bertanggungjawab” ato “kelompok kami tidak terlibat”..teroris Indonesia terlalu pemalu untuk mengaku
papa menganalisis bahwa peledakan Bom untuk mengalihkan perhatian agar hasil PEMILU tidak diganggu gugat, apa maksudnya? secara tidak langsung anda menuduh pihak yang menang dalam PEMILU yang melakukan ini? Awas lho, ini juga bisa menimbulkan fitnah…saya yakin presiden terpilih adalah benar-2 hasil pilihan rakyat…dan yang melakukan pengeboman…nanti kita lihat bersama hasil dari penyelidikan pihak berwenang…….
analisa bukanlah fitnah…
apa yang disampaikan oleh papa itu sangat mungkin terjadi mngingat di jaman Soeharto berkuasa cara-cara seperti itu seringkali digunakan…
kalau ada yang merasa difitnah…, saya jadi curiga jangan malah benar dia yang melakukannya…
kalau gak merasa melakukan…, ya santai aja…, kenapa harus merasa difitnah…
mari kita lihat bersama hasil penyelidikan pihak yang berwenang… wakakakakak…
ini bukan peristiwa pertama sejak ledakan bom tanggal 1 Agustus 2000 di kedubes Philipina…
sesudah itu masih ada 22 kali peristiwa pemboman…, lalu apa yang sudah dilakukan selama ini oleh pihak yang berwenang???
jangan terlalu lama bermimpi… anda tak hidup dan tinggal di republik mimpi…
Hentikan Diam Kita, Tolak Kekerasan!
Duka cita yang dalam.
Bunga Bukan Bom….
Kasih Bukan Kekerasan….
Pembunuh-pembunuh itu memang pengecut. Tapi kita mestinya juga tegas menolak siapa pun yang mempolitisir musibah ini untuk kepentinganya, alias memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka sama pengecutnya. Dalam kasus bom ini mereka sama-sama berlaku pengecut, yang pertama pengecut dan pembunuh, yang kedua pengecut dan pembohong…….
Jangan dilupakan pula kita mesti melawan kekerasan oleh negara dan kekerasan sistimik/struktural karena tatanan sosial ekonomi yang tidak adil…..
Analisanya anda salah sama dengan kesalahan yg dilakukan dalam pidato SBY beberapa saat setelah terjadi ledakan, kemungkinan besar pelaku bom adalah kelompok militan teroris dan muka lama dalam kacamata BIN…mereka bukan saja anti SBY tapi anti demokrasi dan pemilu tetapi mereka bukan kelompok parpol atau team sukses capres tertentu, naif dan absurd kalau bom marriot 2 dikaitkan dengan hasil pilpres, SBY sangat disayangkan mengeluarkan pernyataan yg bukannya ngademin tapi malah membuat keresahan dengan spekulasi2 politik bukannya fokus pada isyu terorisme malah mencari simpati dan menunjukkan bahwa SBY juga sasaran aksi kejahatan sebuah kelompok…….
tulisan ini dibuat sebelum pidato SBY atas peristiwa teror bom yang terjadi di Mega Kuningan.
saya sungguh berharap analisa saya salah…
karena jika akhirnya analisa saya terbukti benar, itu justru akan membuat saya berpikir untuk menggantikan SBY…
wakakakakakak…
Baca di Kompas, menurut seorang wartawan al-Jazeera yang memiliki kontak dengan JI, pemboman itu tidak dilakukan oleh kelompok JI. Jadi? Ya, kemungkinan memang dari dalam negeri.
Hehehe.. wilayah abu abu yang tiada akan terungkapkan kecuali kambing hitam.. biarlah menjadi pelajaran bagi yang mengerti perkembangan jaman.. mulai masuk dalam diri menata diri dan menemukan sebenar diri.. hidup ELing dan Waspada
Salam Sayang
membaca komentar, analisa, kaait mengkaitan para makluk diatas bisa dibukukan dan bagus, bemakna dan bahkan mungkin ilimiah.
saran saya pada Bapak2 “bukakan saja perititiwa ini detik perdetik, omongin aja terus terang”
buuuukaaaaaaa, cepaaaaaat wis capek deh
sekitar 2 minggu yang lalu stelah dari cianjur kami diminta datang oleh om saya ke sebuah hotel di bogor.pagi2 sekali aku datang ke hotel tsb dengan memakai jaket ya loreng lah hijau ada portal untuk pengunjung mobil dan ada jalan kecil untuk orang jalan karena jam kala itu jam 6 pagi sepi banget sang penjaga tidak ada di tempat masuknya orang . aku naik motor kalau aku mau ga ada yang bisa mencengah dan tidak ada yang menghalangi. tapi karena aku konsen dengan petugas aku hanya pura2 tanya. pak kalo mau ke parkir mana oo langsung aja ke bawah. lalu aku tanjap gas di parkir basement wah ga ada juga yang jaga . wah kalo aku teroris abis tuh hotel , sory nulisnya dibikin ribet sengaja dah.
sungguh, aksi teror bom itu sangat pantas dikutuk para pendamba kedamaian hidup, tapi lebih terkutuk kalau sampai benar bahwa aksi teror bom itu berkaitan dg pilpres. doh!
@kang Sawali
setuju banget Kang… amat sangat terkutuk…
@nemanja viqi
penggiringan opini itu memang by design agar klop dengan pernyataan Samuel Huttington yang mengatakan bahwa, “paska hancurnya komunisme, maka islam akan muncul menjadi ancaman terhadap kapitalisme barat (demokrasi)”
@desti
langsung dikoreksi… terima kasih…
@mas Sabda Langit
monggo dipun sekecoaken…
@hrdgtv
ini memang sungguh sebuah penistaan terhadap kemanusiaan…
opini yg menarik…
yg paling sy ga setuju adalah knp media media di Indonesia selalu mengarahakan peristiwa pemboman selalu ke pihak Islam.. padahal belum tentu pelakunya dari kalangan Islam. untuk menyangkut hasil pilpres, sy ga tau…
trima kasih sebelumnya…
Item Putih Yth
Mohon ijin share comment di sini, sebelumnya saya ucapkan beribu terimakasih.
SELAMATKAN GENERASI BANGSA
Salam karaharjan, salam tresno asih, teruntuk para pembaca, diskuser, para sanak kadhang ingkang dahat kinurmatan dan semua yang mampir di pondok ini.
Dua hari ini saya benar2 berkabung dan sedih melihat nasib bangsa ini yg kian terpuruk oleh ulah sebagian orang berduit, aktor politik yg gelap nuraninya.
Celakanya, org-org yg banyak belajar agama secara TEKSBOOK, ekonomi yang sangat menghimpit, namun kurang berbekal ilmu pengetahuan, SEHINGGA terlalu mudah dijebak oleh situasi yang menjebak diri, dan MUDAH dimanfaatkan oleh siapapun SI RAJA TEGA, ataupun oleh aktor politik yang oportunis dan egois.
Agama tanpa ilmu pengetahuan yang luas, akan mudah diombang-ambing, lalu terpuruk & mudah dipermainkan oleh situasi politik kacau. Sebaliknya ilmu pengetahuan tanpa agama akan menjadi mesin penghancur peradaban dan alam semesta. Ilmu dan agama idealnya bersanding saling melengkapi dan mendukung. Dan selalu mencari sisi positifnya hubungan keduanya. Umat harus lebih membuka diri, karena norma agama mengatur tata moral dalam diri (inner world) untuk masing2 individu, alias pengendalian dari dalam diri. Karena agama sebagai WADAH NORMA (norma agama) agar tidak kacau (A=tidak, Gama=kacau) dalam kehidupan dunia yg serba DINAMIS.
Agama ada untuk menata moral dan batin (dalam jagad kecil) agar selaras dengan hukum alam semesta. Agama juga TIDAK untuk menyerang dan mencelakai orang lain. Seharusnya agama menjadi berkah bagi alam.
Sanksi norma agama berupa “dosa/neraka”. Berbeda dengan NORMA SOSIAL dan HUKUM. Walau norma sosial dan hukum banyak mendapat inspirasi dari norma religi, namun kedua norma tsb orientasinya diterapkan utk implementasi ke lingkup tata moral masyarakat dengan konsekuensi sanksi sosial dan sanksi hukum.
MAKA DARI ITU SAYA PRIBADI MENGAJAK PARA PEMBACA YG BUDIMAN, PARA SANAK KADHANG, PARA RAWUH DAHAT KINURMATAN di pondok ini UNTUK TIDAK TERPANCING DAN TERPENGARUH OLEH TRAGEDI MARIOT II & RITZ. Biarlah di tingkat elit berkecamuk dan terjadi perpecahan, namun jangan sampai terjadi FRAGMENTASI di tingkat GRASS ROOT (masyarakat awam).
Kita semua harus tetap harus SOLID menjalin kerukunan, ketentraman, dan kedamaian GENERASI bangsa. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Kita pertahankan tradisi BERSAMA dalam PERBEDAAN.
Oleh sebab itu perlu dan sangat perlu kita semua meningkatkan kesadaran setinggi-tingginya, agar supaya KESADARAN KITA LEBIH TINGGI dari segala macam SITUASI BURUK yang barusaja melanda negeri. Sehingga kita tidak mudah terpancing emosi. Sebaliknya MENJADI MUDAH menganalisa dan MEMAHAMI apa SESUNGGUHNYA yg terjadi. Kita tidak meraba-raba lagi, kita tidak berspekulasi, dan kita tidak berprasangka buruk yg salah kaprah. Jika kita SALAH BERSIKAP, hanya akan menambah keadaan semakin runyam.
PALING UTAMA adalah, kita tingkatkan sikap eling dan waspadha, apalagi memasuki siklus bulan AGUSTUS dan SEPTEMBER ‘09. Bila alam pun akhirnya menjadi murka lagi, semoga kita semua, bangsa ini, selalu diberikan keselamatan jiwa raga, dan mampu melewati masa-masa sulit saat ini dan di saat yang akan datang. Semoga kesadaran kita semakin tinggi, seiring waktu berjalan detik demi detik.
Lucu sekali sekaligus ironis. kita mengutuk pengebom bahkan seluruh negara-negara diseluruh juga ikut mengutuk. “Indonesia sarang teroris”, begitu kata beberapa pemimpin negara lain. “Ini pasti ulah orang islam lagi”, kata sebagian lain. Kita kadang tidak sadar bahwa telah dibelokkan dari fakta yang sebenarnya. berapa banyak imperialisme telah menghancurkan Palestina, Albania, Afghanistan, Checnya, dan yang paling baru etnies Uighur. Mengapa mereka tidak mengecam secara masal kejahatan itu? berapa banyak media yang meliput serta berapa lama berita itu muncul? semuanya bisa dihitung jari. Coba bayangkan jika yang menjadi korban diluar Islam, bisa berbulan bahkan seluruh dunia memberitakannya. Inilah wajah nyata dari kepentingan globalisasi, imperialisme dan konspirasi canggih.
Izin mampir dan berkunjung balas….
Blog yang dahsyat…. posting yang menggucang…
Pengebom yang laknat… intel kualitas kacang…
Tekun hati bermunajat… segera datang kabar terang…
Jangan kita saling hujat… biar pak polisi kerja tenang…
marilah kita berpikir positif … jangan berandai-andai atau berpraduga … toh yang kita pikirkan tidak berujung pada kenyataan yang hakiki …
lebih baik kita kuatkan iman dan mendoakan bangsa ini semakin kuat dengan berbagai cobaan yang menerpanya …
@nomercy
analisa ini berangkat dari pemikiran yang positif…
bisa dimaklumi…, mengatakan tahi adalah tahi nampak sangat tidak sopan dan beretika…
namun jangan sampai dengan berpikir ‘positif’ akhirnya membuat kita mengira tahi adalah pisang goreng.., atau juga sebaliknya…
saya setuju!!! kita kuatkan iman dan senantiasa mendoakan bangsa ini untuk menjadi semakin baik dari waktu ke waktu…
@hanifa
saya senang anda tak lagi berbasa-basi mengkomentari tulisan saya…
kesimpulan tanpa data dan analisa yang kuat memang bisa misleading…
tapi apa yang terjadi sudah saya prediksi jauh2 hari dalam tulisan2 saya sebelumnya walaupun hanya berupa kecenderungan2 tanpa menyebutkan secara spesifik peristiwa apa yang akan terjadi…
saya kan bukan dukun…
wakakakakakak…
@Itempoeti
Maaf sementara saya jawab disini yah…
Soal judul : blackberry.., bukan blackbarry…
Sori saya tidak mau (bukannya takut) mengganggu trade mark orang lain.
Mohon maaf menurut saya @mas terlalu dini mengambil kesimpulan, justru lebih berhati-hati khawatir keliru….
@haniifa
wakakakakakak… D
saya gak mampu untuk melakukan extrapolasi dari 2009 plus lima tahun kedepan…
paling banter cuma sampai 2 tahun kedepan aja…
namanya juga dukun… wakakakakakak…
@kawanlama95
jangankan pengamanan terhadap bom yang peluang kemungkinan terjadinya kecil…, standar pengamanan gedung2 bertingkat terhadap bahaya kebakaran yang peluang kemungkinannya lebih besar saja saya yakin tidak mampu…
Pengamanan internal memang harus dikaji ulang terutama di tempat2 publik . kami pribadi beberapa kali mengamati pola keamanan internal memang masih sangat riskan di susupi.atau barangkali pihak yang bertangung jawab terhadap pola pengamanan gedung belum mengupgrade sistem yang selalu berkembang secara aktif dan ini penting sekali terhadap kenyaman terpadu dengan aparat kepolian dan pihak-pihak terkait.
Seperti dalam ruang-ruangan di dalam hotel ataupun ditempat makan para tamu. memang agak mudah untuk dimasuki dan tidak ada alat pendeteksi sehinga sang peyusupun lebih mudah untuk melakukan aksinya. untuk itu bagi para penguna keamanan sudah sepatutnya mengkaji ulang sistem teknologi keamanan dan sumber daya manusianya
semoga hal yang buruk tak terjdi lagi di bumi kita yang kita cintai
Ada spekulasi ada kalkulasi,
Belum ada yang pasti-pasti.
Daftarlah analisa yg pasti, Kang!
Spt berikut ini menurutku pasti:
Kejadian ginian tak ada hubungannya dgn Agama sama sekali.
Agama hanya menjadi kuda untuk mencapai dunia atauwa kuasa.
Kudanya adalah pemuda yg Agamanya masih di kepala dan baca.
-
@Itempoeti Ada dua kelompok…. bla…bla….bla
saya bukan dukun… wakakak extrapolasi paling dua tahun… bla…bla…bla
namanya juga dukun… wakakak
_____________________ Hua.ha.ha.….
::ini seperti gambaran diri yang telah disusupi hal yang dalam pandangan tidak baik, seperti teroris misalnya, yang mana pimpinan teroroisnya sendiri, seperti tak tertangkap, entah kenapa, dan tidak ada BPO setelah kejadian itu, apakah mungkin dibiarkan agar ada bahan pengalihan issue.. entahlah
salah satu contoh kejadian JW Mariot ini, maka keburukan dapat berdalih apa saja, yang jelas pemerintah akan tercatat masih clear dengan adanya masalah ini, sebab peluang pengalihan issue masih ada stock…, lihatlah betapa cepat kesimpulan diperoleh, bahkan dengan gambar dan video.. apakah intelijen memang demikian cepat mendapat informasi ya…
diri ini pun demikian pula, jika sudah bercampur aduk antara kebaikan dan kebatilan, akan payah mata memandang, apakah datangnya bathil, atau kebenaran..
seharusnya diri memandang jujur saja, dan mengungkapkannya dengan berani, meskipun pahit hasilnya…, namun mungkin setelah itu bathil akan merayap pergi..bagai binatang melata yang berkeluaran dikala gempa mengguncang..
namun aku melihat masih ada peluang menggagalkan kedatangan MU, entah dari panitia yang berpeluang rugi, atau dari pihak sparatis yang melihat kefoya-foyaan penyelenggaraan kegiatan itu…entahlah..
yang saya agak heran, ngapai juga PSSI harus di JW Mariot, padahal latihannya di senayan…lagian biasanya di hotel lingkungan senayan koq…
@rese
tulisan ini dibuat dengan kesadaran sebagai warga negara yang baik.
sekedar masukan agar memudahkan kerja polisi untuk menangkap pelakunya.
yang tidak baik itu yang menganggap masukan sebagai suara sumbang.
hehehehehe…
@masyono9
sudah pasti kita yang dirugikan…
dan yang diuntungkan pasti yang diluar sana…
@adi isa
bisa 2 nyamuk bisa juga hanya 1 nyamuk yang bermain ganda…
@anwar
itu yang seharusnya dilakukan ditengah kondisi bangsa yang carut marut seperti ini…
baaaahhh…
jadilah warga negara yang baik…serahkan pada pihak kepolisian dan intelegen negara… SALING TUDUH = ADU DOMBA….Belajar dong dari pengalaman 350 thn dijajah bule….kok seneng lihat para pemimpin pada berantem…
hayoo para pemimpin bangsa..jangan hiraukan suara2 sumbang yang tidak jelas…..tetap mengabdi dan setia kepada merah putih tercinta….jaya terus indonesia
Perlu kita Proklamasikan bahwa “NKRI adalah SASARAN-TERORIST” dalam bebagai Bentuk dan Kedok…
BUKAN sekali lagi BUKAN-SARANG TERORIST…
Bangsa ini sudah sejak abad-13 mulai dirambah gelombang TERORIST-BUDAYA…secara beruntun dan semakin ganas dari waktu ke waktu…
Kita harus menyikapi secara CERDAS-CERMAT dan LANTIP/WASKITA…agar tidak terjebak dalam Pusaran BIG-LIE dan HOLLOW-COURSE…
Tadi aku lewat hotel yang di bogor yang kemarin ku ceritakan sekarang udah ada mobil polisi dan keknya jalan kecil tersebut udah ga bisa masuk motor . taukan maksudnya
Biaya utk pekerjaan seperti ini tentu besar.
Uang hasil keringat tak mungkin untuk seperti ini.
Uang bengkok hanya mujarab utk pekerjaan bengkok.
Seperti ini!
-
pantau dulu ah… kalo ini rekayasa berarti melibatkan tim-tim terlatih untuk melakukan pengeboman serta menghilangkan jejak dan mengarahkan kepada kelompok lain
Orang itu telah dicekokin uang-uang bengkok secukupnya.
Orang itu telah dijejalin jimat-jimat bengkok secukupnya.
Bersimulasi secukupnya, siap untuk meledak dgn indah!
-
Semisal:
Keadilan fungsi tangan kiri tangan kanan,
Keadilan gaya jari telujuk dan jari manis, dll.
Globalnya, keadilan antara/pd tubuh, jiwa dan roh.
-
Gitu kali maksudmu, Kang!
-
Analisis anda bener-bener “itempoeti.” Datang dari luar atau muncul dari dalam. Yang dari luar bertujuan menunjukkan superioritas; dan yang dari dalam bertujuan melampiaskan ketidakpuasan.
Secara implisit anda ingin mengatakan bahwa bom bunuh diri JWM-RC itu bukanlah kerja teroris demi ideologi yang mereka yakini, melainkan kerja teroris berdasar order dari pihak lain alias “teroris bayaran.”
Dari manapun asalnya, pemberi order itu pasti orang-orang “jawara.” Mereka paham betul, dengan teror model bom bunuh diri kerusakan/korban manusia yang relatif terbatas, mereka dapat menimbulkan dampak berganda dalam spektrum yang optimal.
Kejahatan itu ibarat bangkai. Semakin lama disembunyikan, semakin menyengat bau busuknya. Jadi, lambat atau cepat, Mabes Polri dan aparat yang berwenang pasti akan dapat mengungkap misteri di balik teror bom bunuh diri JWM-RC.
Semoga, para korban yang tewas di berikan akhirat yang lapang; dan yang terluka/cedera diberi kesembuhan dan kesabaran.
Kalkulasi adalah perhitungan, bagaimana anda bisa menghitung kalau gak ada yang jelas ? Apa yang mau dihitung ? Jangan banyak filosofi yang kita sendiri nggak tau apa-apa. Serahkan pada ahlinya, apapun hasilnya kita sebagai muslim harus bersabar dalam menerima segala cobaan. Serahkan kepada Allah semua cobaan ini. Dan kalau pelakunya dari muslim 100% saya berkata mereka menghancurkan Islam.
Jangan memperkeruh keadaan, media juga pihak yang bertanggung-jawab pada kepanikan orang awam yang tidak tahu apa-apa.
hehehehe bom marriot emang cool….
saat lg pilpres lagi terjadinya…
cerdas juga mereka…
tapi kyaknya polis harus mengadakan lattihan lebih khusus deh supaya melebihi otak para teroris itu…
cool
ayo polisi….berjuang
Udahlah…… Sebagai seorang muslim kita seharusnya tak banyak bicara, kita harusnya banyak berbuat…
kita tunjukan kelembutan akhlak kaum muslim sesuai yang diajarkan Rasul… melalui pribadi masing2, tunjukan sopan santun, adab kita kepada seluruh dunia jangan seperti saat ini muslim banyak diindonesia bahkan di dunia tapi prilaku dan tindakannya tak lah seperti muslim, dan kebiasaan orang indonesia yg suka mengkritisi saja tanpa harus berbuat menampakkan bahwa topeng kita amat tebal melapisi wajah kita.. mari kita berbuat baik tanpa harus riya.. mulai dari hal2 kecil…… dan kembangkan sampai menjadi besar…. insya allah kemuliaan akan datang dengan sendirinya disamping anda2 semua…. wslm
janganlah kita terlarut dlm analisa situasi jika kita tdk lengkap data… mari mulai dari diri kita sendiri untuk memulai jangan kita apatis thd lingkungan kita, jangan biarkan para pelaku teror merancang kejahatannya dr lingkungan kita… bukan kita tdk menghormati hak privat akan tetapi mari kita bergaul yg baik dg warga sekitar kita, sesungguhnya tetangga kita adalah saudara kita yg paling dekat…. mari bersatu hancurkan teroris yg biadab
@huraida hafidz
hahahahahaha…
mungkin memang komen-komen terhadap postingan saya ada yang keliru…
namun dibalik kekeliruan yang ada, komen-komen itu adalah sebuah indikator kalau masih ada sense of crisis dari sebagian besar bangsa ini…
ketimbang mereka diam dan tidak mau tahu apa yang terjadi…
bisa jd ini semacam provokator antara malaysia dan ind,,
dari kejadian ini pasti bawa-bawa ajaran islam yang disalahkan,, sebenernya yang salah itu bukan ajarannya,, tapi orangnya yang ga paham islam secara kaafah..
jangan pernah nyalahin islam,, kalo ga paham ajaran islam itu seperti apa,, atau kalo hanya melihat islam dari luarnya saja,, karena sekarang belum ada yang menjalankan ajaran islam secara kaafah (keseluruhan).
Juli 17, 2009 pada 12:51 pm
memangnya ada hub antara pilpres ama bom?
sapa tau bkn spt itu…
Juli 17, 2009 pada 12:55 pm
tak ada yang kebetulan apalagi kejadiannya tidak berselang jauh setelah selesai Pilpres…
Agustus 11, 2010 pada 12:41 pm
sebaiknya jangan negative thinking dulu sebelum ada bukti…
Juli 17, 2009 pada 1:06 pm
Memprihatinkan…
Juli 17, 2009 pada 1:07 pm
sangat memprihatinkan…
Juli 17, 2009 pada 1:08 pm
atau sebagai “pengalih perhatian” agar hasil pemilu tidak diganggu gugat??
Juli 17, 2009 pada 1:10 pm
sangat mungkin!!! analisis yang cerdas…
Juli 17, 2009 pada 1:25 pm
Saya tidak berani berkomentar
Harapan saya hanyalah … semoga Indonesia menjadi lebih baik di masa yang akan datang …
Salam saya
Juli 17, 2009 pada 1:27 pm
ini sekedar analisis kok pak…
semogaaa….
Juli 17, 2009 pada 1:28 pm
apapun itu, sya cuma bisa berkata astaghfirullah….
sy ga tahu apa dihati sipengebom2 itu masih memiliki Allah dihatinya, sesungguhnya Allah itu dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang…
Juli 17, 2009 pada 1:30 pm
ini memang sekedar analisis… bukan ingin melihat isi hati si pengebom…
Juli 17, 2009 pada 1:31 pm
negara tetangga sangat berkepentinga, pengeboman terjadi saat situasi ekonomi dan turisme sedang tinggi2nya, kepercayaan asing dan investor sedang mantap2 nya, coba ikuti sejarahnya. Masih ingat penyelundupan detonator di perbatasan yang tidak pernah terdengar lagi kabarnya? Masih ingat negara mana yang akan menjadi pelarian modal dan mendapat keuntungan dari menguatnya rupiah? mestinya bisa ditelusuri siapa yang terakhir membeli dolar besar2an dengan rupiah.
Juli 17, 2009 pada 1:33 pm
negara tetangga cuma pintu masuk… mereka bagian dari negara2 commonwealth yang menjadi second layer dari 5 negara WASP : AS, UK, Aussy, Canada dan NZ.
Juli 17, 2009 pada 1:43 pm
biarlah kita tak berspekulasi dulu soal bom ini, meskipun waktunya memang bertepatan dengan masa setelah pilpres …. terlalu dini untuk mengkait kaitkan ini dengan pilpres , sejauh ini saya menilai capres dan cawapres lain masih memiliki nasionalisme kebangsaan yang tinggi….tentu amat disayangkan kalau semuanya menjadi rusak akibat ketidaksenangan mengenai pilpres….meskipun analisa banyak orang bisa mengarah ke situ, tetapi marilah sejenak kita berdiam diri dulu, sambil menunggu hasil penelitian pihak berwenang….
Juli 17, 2009 pada 1:45 pm
ini analisa atas dasar kalkulasi bukan spekulasi…
sekedar untuk memberikan gambaran kemungkinan yang lebih luas…
boleh setuju dan boleh untuk tidak setuju…
Juli 17, 2009 pada 1:54 pm
apapun alasannya, telah menimbulkan korban luka maupun meninggal. perbuatan yang tidak bisa dimaafkan
Juli 17, 2009 pada 2:00 pm
tak akan pernah bisa dimaafkan ketika nyawa manusia hanya dipermainkan…
Juli 17, 2009 pada 3:13 pm
[...] Analisis Dibalik Peledakan Bom di JW Marriot dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Peristiwa ledakan bom terjadi lagi di Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi di dua hotel yang terletak di kawasan Mega [...] [...]
Juli 17, 2009 pada 4:43 pm
indonesia mengutuk…..!!!
… dan Akhirnya MU pun batal ke Indonesia;
[Ini Dia] bocoran email Pembatalan MU ke Indonesia:
http://ekojuli.wordpress.com/2009/07/17/ini-dia-email-pembatalan-mu-ke-indonesia/
Juli 17, 2009 pada 4:45 pm
implikasinya jelas sangat merugikan Indonesia di sektor lain baik langsung maupun tidak langsung…
Juli 17, 2009 pada 5:50 pm
Sulit untuk berkomentar…
banyak aspek yg perlu menjadi pertimbangan.
Namun, saya hanya dpt berharap bahwa polisi cepat mengungkap hal ini dan doa saya untuk semua korban.
Ayah saya nyaris menjadi korban juga pak.. Puji Tuhan msh dilindungi Allah.
salam, EKA
Juli 17, 2009 pada 5:55 pm
banyak variabel yang memang ikut bermain melahirkan banyak kemungkinan dalam peristiwa ini…
puji syukur ayah anda bisa selamat… Allah Maha Besar…
Juli 17, 2009 pada 6:13 pm
sangat tidak terpuji, perbuatan yang sangat tercela, saat kita meyakinkan dunia bahwa indonesia aman untuk investasi. ini sangat mencoreng nama baik Indonesia.
Juli 17, 2009 pada 6:15 pm
SETUJU!!!
Agustus 11, 2010 pada 12:43 pm
aku juga setuju kok…
Juli 17, 2009 pada 6:50 pm
hadoh… MU gagal ke Indonesia, huh…..
Juli 17, 2009 pada 6:55 pm
harga yang cukup mahal yang harus dibayar akibat peristiwa biadab tersebut…
Juli 17, 2009 pada 7:13 pm
Setiap ada penembakan di Papua semua menuding OPM sbg pelakunya. Dan setiap ada pengeboman di Jakarta semua menuding JI sbg pelakunya. Padahal pelaku sebenarmya adlh…..
Juli 17, 2009 pada 7:15 pm
membenarkan apa yang dikatakan Samuel Huttington bahwa sesudah runtuhnya komunisme, islam adalah ancaman bagi barat…
Juli 17, 2009 pada 8:14 pm
kok kasar banget carane membarikan pesan
Juli 17, 2009 pada 8:19 pm
begitulah adanya bahasa kekuasaan…
Juli 17, 2009 pada 9:37 pm
Ngisruh kisruh kekisruhan…
Juli 17, 2009 pada 9:40 pm
hhhmmm…..
Juli 17, 2009 pada 11:03 pm
dah dengeer nggak 2 komen dari masing2 capres…
si anu ngomong anu
si ini ngomong gini
emang jaman lagi kisru man, jadi rakyat cool aja lah
peace
Juli 17, 2009 pada 11:05 pm
kumaha daramang.?
benar…, emang lagi jaman edun.. gelok sadayana..
Juli 18, 2009 pada 1:11 am
Anda menulis
“Ada dua pihak yang saat ini berkepentingan untuk menyampaikan pesan kepada SBY-Boediono. Pihak pertama berasal dari internal dalam negeri Indonesia. Mereka adalah yang tidak puas dengan hasil pilpres yang memenangkan calon incumbent. Pihak yang tidak puas tersebut memiliki kemampuan dana, keahlian dan dukungan alat yang sangat kuat untuk bisa melakukan peledakan bom dimana saja di Indonesia.”
hati hati Mas menulis, kalimat anda itu bisa menjadi fitnah bagi Mega Prabowo dan JK Wiranto, seolah olah meraka lah dalang pemboman ini.
hati hati Mas! jangan jadi fitnah!
Juli 18, 2009 pada 1:15 am
hati-hati mas berkomentar terhadap tulisan ini…
anda seolah-olah langsung memvonis bahwa yang saya maksud adalah Mega-Prabowo dan JK Wiranto.., padahal itu persepsi anda…
Juli 18, 2009 pada 2:29 am
Waaaaakaaakaakakak.. terlaluuuuuu
Salam Sayang
Juli 18, 2009 pada 2:35 am
iyaaa…., memang keterlaluan…
salam sayang pisan Kang…
Juli 18, 2009 pada 7:12 am
menurut saya, aksi itu merupakan balasan dari di hukum matinya mujahid trio bom Bali. hal ini dapat kita saksikan di layar tv pada waktu pemakaman imam samudera. ketika itu banyak dari mujahidin alumnus afghanistan yang meneriakan kata2 bahwa mereka akan menuntut balas syahid nya teman2 mereka (trio bom bali). selama masih terjadi ketidak adilan di dunia Islam, aksi semacam itu akan terus terjadi.
Juli 18, 2009 pada 7:15 am
islam yang mana?
saya juga islam… tapi bukan islam jahiliyah yang merusak dan membunuh dengan mengatasnamakan JIHAD…
bukankah Rasulullah SAW sendiri mengatakan bahwa JIHAD terbesar adalah melawan diri sendiri.., hawa nafsu yang ada pada diri sendiri…
Juli 18, 2009 pada 8:44 am
siapakah yang masuk dalam kategori pihak kedua, pihak asing yang berkepentingan sangat banyak dan multi interest. bagaimana menghubungkan bom dengan ‘pengamanan kepentingan asing’?
Juli 18, 2009 pada 8:55 am
anda tahu logika preman yang menguasai suatu daerah???
ketika ada pedagang baru dia memaksa minta biaya keamanan…
jika si pedagang tidak mau membayar…, dia suruh anak buahnya yang lain untuk melakukan kekacauan terhadap si pedagang…
keesokan harinya…, dia mendatangi lagi si pedagang dan mengatakan.., “Naahhh kaaannn.., apa saya bilang kemarin…”
jangan lupa berapa banyak perusahaan minyak Amerika dengan investasinya di Indonesia…
pelajari juga konflik Teluk Babi antara AS dan Cuba. bagaimana AS melatih pemuda-pemuda Cuba untuk menyerang AS. dengan begitu AS mendapat alasan untuk menyerang Cuba.
pelajari juga kasus 9/11 Twin Tower. dengan mengorbankan 2 gedungnya AS mendapatkan legitimasi untuk menyerang Irak dan Afghan atas nama perang terorisme. padahal ujung2nya soal penguasaan ladang2 minyak di Irak yang terbesar kedua di dunia.
Juli 18, 2009 pada 9:21 am
kasihan SBY…..
Juli 18, 2009 pada 9:22 am
saya lebih kasihan pada bangsa ini…
Juli 18, 2009 pada 9:29 am
sayangnya, omongane sang terpilih di tivi jian ra menak blasss… lha mbok seperti biasanya saja -sesuai keahliannya- menggunakan bahasa normatif yang menyejukkan, kok malah mengaitken dengan pilpres… ora wangun blas!
Juli 18, 2009 pada 9:33 am
ya itulah kenyataannya kualitas “pemimpin2″ kita saat ini…
Juli 18, 2009 pada 10:30 am
semoga bisa segera terungkap supaya tidak semakin banyak menimbulkan spekulasi
Juli 18, 2009 pada 10:35 am
spekulasi jangan… kalkulasi oke doooong…
Juli 18, 2009 pada 11:34 am
MUI menyatakan bahwa kejadian Teror Bom di Mariot kemarin murni Terorisme, dan apabila dikaitkan dengan Pilpres kemaren adalah sangat tidak etis dan pembentukan persepsi yang sangat memalukan dan mencoreng demokrasi di negeri ini.
ada yang mengejutkan dari hasil suara pilpres menurut salah satu pilitisi/budayawan yg mendapat informasi langsung dari lembaga IFES (salah satu lembaga yg bekerjasama dengan KPU), hasil tersebut No 1 20%an, No 2 47%an, dan No. 3 32%an data tersebut valid hasil dari tabulasi nasional KPU menurut sumber tersebut. Itulah mengapa KPU menghentikan penghitungan suara manual melalui SMS tsb, dg memberikan alasan kpd publik bahwa ada kesalahan teknis. jd teringat spanduk contreng 2 yg dikeluarkan KPU.
psss: memang benar ada lembaga ****** yg berusaha memenangkan salah1 pasangan capres
Juli 18, 2009 pada 11:40 am
makin terbukti akhirnya…
kebusukan dan kejahatan akhirnya menghasilkan kebusukan dan kejahatan pula…
Juli 18, 2009 pada 1:22 pm
skrg Indonesia ga beda nyereminnya sama PAkistan,, bom dimana-mana.. hiduplah Indonesia Raya! maju kena mundur kena..
weleh…
Juli 18, 2009 pada 1:25 pm
terus enaknya gimana?
Juli 18, 2009 pada 2:12 pm
Drama dan tragedi di Negeri ini memang tak dapat diprediksikan..
Alur ceritanya mengalir tanpa banyak yang bisa menerka..
Hanya Sutradara atau dalang yang mengetahui bagaimana akhir ceritanya..
Namun sayangnya sang Sutradara sampai sekarang tak ketahuan Rimbanya..
Apakah akan berakhir dengan manis ataukah pahit..
Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan episode ini..
Salam Perubahan..
Salam Anak Bangsa..
http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/07/17/pledoi-seorang-perokok/
Juli 18, 2009 pada 2:15 pm
sudah siapkah untuk mengikuti kelanjutan episode ini???
karena mungkin kelanjutan episode ini tak lagi bisa membuat kita jadi penonton…
Juli 18, 2009 pada 2:38 pm
komen maneh ben tetep nomer siji (worship)
Juli 18, 2009 pada 2:40 pm
jiyaaahhh…
wakakakakakakak…
Juli 18, 2009 pada 2:45 pm
seno aji keluar juga tuh, udah lama ga keluar.
ehm kalo nga salah , ada statmenya dari pejabat tinggi kita yang mengatkan bahwa As jangan mendukung sparatis papua ya. wah nga nyambung neeh
Juli 18, 2009 pada 2:50 pm
sangat nyambung jika ditilik korban yang jatuh di JW Marriot ada yang berasal dari petinggi Freeport.
apalagi belum lama ini Freeport diserang oleh gerombolan bersenjata.
sangat nyambung…
Juli 18, 2009 pada 3:33 pm
kecurigaan sampean persis dengan kecurigaanku
namun kecurigaan saya lebih condong kalau pelakunya dari dalam negeri sendiri
Juli 18, 2009 pada 3:40 pm
itu artinya.., anda.., saya.., dan banyak lagi yang lainnya sudah mendapatkan potret keadaan negeri ini dengan angle yang pas…
wakakakakak…
Juli 18, 2009 pada 4:12 pm
konspirasi.. konspirasi.. hahaha
Juli 18, 2009 pada 4:15 pm
conspiracy theory… wakakakakak…
Juli 18, 2009 pada 4:55 pm
akhirnya bisa komen di sini..
kayaknya keyakinan saya ada unsur politik di balik kejadian ini.. Hanya saja menggunakan motif lama untuk mendapatkan kambing hitamnya.
Wallohualam…
Juli 18, 2009 pada 4:57 pm
cara lama tapi masih tetap bisa mengecoh…
dan jelas sudah pasti ada unsur politik di dalamnya…
Juli 18, 2009 pada 4:58 pm
tapi apapun alasanya pengeboman adalah perbuatan yang terkutuk. titik
Juli 18, 2009 pada 5:00 pm
setuju banget untuk yang satu itu!!!
Juli 18, 2009 pada 7:03 pm
selamat jalan papua merdeka…, sepertinya ini dibalik bom itu…
entah siapa yang menginginkannya… saya tidak kenal dan tidak tahu, …wallahualam
Juli 18, 2009 pada 7:10 pm
yaaa…. yaaa…..
terkait dengan gerombolan bersenjata yang menyerang freeport baru-baru ini…
bukankah korban di JW Marriot salah satunya juga petinggi freeport???
Juli 18, 2009 pada 9:46 pm
banyak rumor yg beredar,
termasuk pelakunya adalah orang asing (nampak dari cctv).
Susahnya,
nggak seperti di luar yang selalu ada yg bilang :”kelompok kami bertanggungjawab” ato “kelompok kami tidak terlibat”..teroris Indonesia terlalu pemalu untuk mengaku
Juli 18, 2009 pada 9:50 pm
gimana mau ngaku kalau terorisnya “orang dalam” sendiri…
atau…, terorisnya justru yang selama ini gembar-gembor kontra terorisme…
wakakakakak…
Juli 18, 2009 pada 9:57 pm
papa menganalisis bahwa peledakan Bom untuk mengalihkan perhatian agar hasil PEMILU tidak diganggu gugat, apa maksudnya? secara tidak langsung anda menuduh pihak yang menang dalam PEMILU yang melakukan ini? Awas lho, ini juga bisa menimbulkan fitnah…saya yakin presiden terpilih adalah benar-2 hasil pilihan rakyat…dan yang melakukan pengeboman…nanti kita lihat bersama hasil dari penyelidikan pihak berwenang…….
Juli 18, 2009 pada 10:00 pm
analisa bukanlah fitnah…
apa yang disampaikan oleh papa itu sangat mungkin terjadi mngingat di jaman Soeharto berkuasa cara-cara seperti itu seringkali digunakan…
kalau ada yang merasa difitnah…, saya jadi curiga jangan malah benar dia yang melakukannya…
kalau gak merasa melakukan…, ya santai aja…, kenapa harus merasa difitnah…
mari kita lihat bersama hasil penyelidikan pihak yang berwenang… wakakakakak…
ini bukan peristiwa pertama sejak ledakan bom tanggal 1 Agustus 2000 di kedubes Philipina…
sesudah itu masih ada 22 kali peristiwa pemboman…, lalu apa yang sudah dilakukan selama ini oleh pihak yang berwenang???
jangan terlalu lama bermimpi… anda tak hidup dan tinggal di republik mimpi…
Juli 19, 2009 pada 4:22 am
Hentikan Diam Kita, Tolak Kekerasan!
Duka cita yang dalam.
Bunga Bukan Bom….
Kasih Bukan Kekerasan….
Pembunuh-pembunuh itu memang pengecut. Tapi kita mestinya juga tegas menolak siapa pun yang mempolitisir musibah ini untuk kepentinganya, alias memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka sama pengecutnya. Dalam kasus bom ini mereka sama-sama berlaku pengecut, yang pertama pengecut dan pembunuh, yang kedua pengecut dan pembohong…….
Jangan dilupakan pula kita mesti melawan kekerasan oleh negara dan kekerasan sistimik/struktural karena tatanan sosial ekonomi yang tidak adil…..
Juli 19, 2009 pada 4:25 am
BANGKIT MELAWAN DEMI MASA DEPAN!!!
ATAU DIAM.., MATI DIGILAS RODA SEJARAH!!!
Juli 19, 2009 pada 4:32 am
Satu kemungkinan yang logis, bagaimana dengan analisis terhadap kemungkinan-kemungkinan yang tidak logis?
Salam kenal.
Juli 19, 2009 pada 4:35 am
yaaa jangan gunakan silogisme untuk menganalisa kemungkinan-kemungkinan yang tidak logis…
Juli 19, 2009 pada 10:29 am
Ya, menarik juga ya post ini sampai-sampai masuk tulisan teratas!
Jangan lupa kunjungi blog saya di http://adf.ly/JYb sekalian memberi komentar dan masukan terkait dengan nominasi APM!
Juli 19, 2009 pada 10:35 am
oh yaaa… masak tulisan teratas?
saya akan segera singgah kesana…
Juli 19, 2009 pada 11:25 am
Analisanya anda salah sama dengan kesalahan yg dilakukan dalam pidato SBY beberapa saat setelah terjadi ledakan, kemungkinan besar pelaku bom adalah kelompok militan teroris dan muka lama dalam kacamata BIN…mereka bukan saja anti SBY tapi anti demokrasi dan pemilu tetapi mereka bukan kelompok parpol atau team sukses capres tertentu, naif dan absurd kalau bom marriot 2 dikaitkan dengan hasil pilpres, SBY sangat disayangkan mengeluarkan pernyataan yg bukannya ngademin tapi malah membuat keresahan dengan spekulasi2 politik bukannya fokus pada isyu terorisme malah mencari simpati dan menunjukkan bahwa SBY juga sasaran aksi kejahatan sebuah kelompok…….
Juli 19, 2009 pada 11:30 am
tulisan ini dibuat sebelum pidato SBY atas peristiwa teror bom yang terjadi di Mega Kuningan.
saya sungguh berharap analisa saya salah…
karena jika akhirnya analisa saya terbukti benar, itu justru akan membuat saya berpikir untuk menggantikan SBY…
wakakakakakak…
Juli 19, 2009 pada 11:43 am
Baca di Kompas, menurut seorang wartawan al-Jazeera yang memiliki kontak dengan JI, pemboman itu tidak dilakukan oleh kelompok JI. Jadi? Ya, kemungkinan memang dari dalam negeri.
Juli 19, 2009 pada 11:50 am
jadi kesimpulannya gimana pak?
Juli 19, 2009 pada 1:02 pm
Hehehe.. wilayah abu abu yang tiada akan terungkapkan kecuali kambing hitam.. biarlah menjadi pelajaran bagi yang mengerti perkembangan jaman.. mulai masuk dalam diri menata diri dan menemukan sebenar diri.. hidup ELing dan Waspada
Salam Sayang
Juli 19, 2009 pada 1:10 pm
itu jawaban yang paling tepat untuk umat manusia terutama di jaman yang seperti sekarang ini..
Juli 19, 2009 pada 1:26 pm
yang juga mungkin menurut analisa saya adalah hubungan rampok 15 M dengan peledakan bom, tolong deh cari/buktiin
Juli 19, 2009 pada 1:30 pm
waaahhhh menarik tuuuch…
coba anda paparkan lebih lengkap bagaimana keterkaitannya…
Juli 19, 2009 pada 1:39 pm
membaca komentar, analisa, kaait mengkaitan para makluk diatas bisa dibukukan dan bagus, bemakna dan bahkan mungkin ilimiah.
saran saya pada Bapak2 “bukakan saja perititiwa ini detik perdetik, omongin aja terus terang”
buuuukaaaaaaa, cepaaaaaat wis capek deh
Juli 19, 2009 pada 1:45 pm
apanya nich yang dibuka?
kok maunya langsung buka2an gituuuu….
wakakakakakak…
Juli 19, 2009 pada 1:49 pm
ohh indonesiaku sayang, indonesiaku malang
Juli 19, 2009 pada 1:55 pm
sayang malang….
Juli 19, 2009 pada 2:51 pm
sekitar 2 minggu yang lalu stelah dari cianjur kami diminta datang oleh om saya ke sebuah hotel di bogor.pagi2 sekali aku datang ke hotel tsb dengan memakai jaket ya loreng lah hijau ada portal untuk pengunjung mobil dan ada jalan kecil untuk orang jalan karena jam kala itu jam 6 pagi sepi banget sang penjaga tidak ada di tempat masuknya orang . aku naik motor kalau aku mau ga ada yang bisa mencengah dan tidak ada yang menghalangi. tapi karena aku konsen dengan petugas aku hanya pura2 tanya. pak kalo mau ke parkir mana oo langsung aja ke bawah. lalu aku tanjap gas di parkir basement wah ga ada juga yang jaga . wah kalo aku teroris abis tuh hotel , sory nulisnya dibikin ribet sengaja dah.
lha kalo yang kena boom gimana tuh pengamanannya
Juli 19, 2009 pada 3:08 pm
orang kita kan begitu… penjagaan diperketat justru setelah kejadian… bukan sebelum kejadian…
walhasil…, ya seperti yang terjadi di Mega Kuningan…
Juli 19, 2009 pada 3:24 pm
sungguh, aksi teror bom itu sangat pantas dikutuk para pendamba kedamaian hidup, tapi lebih terkutuk kalau sampai benar bahwa aksi teror bom itu berkaitan dg pilpres. doh!
Juli 19, 2009 pada 10:30 pm
@kang Sawali
setuju banget Kang… amat sangat terkutuk…
@nemanja viqi
penggiringan opini itu memang by design agar klop dengan pernyataan Samuel Huttington yang mengatakan bahwa, “paska hancurnya komunisme, maka islam akan muncul menjadi ancaman terhadap kapitalisme barat (demokrasi)”
@desti
langsung dikoreksi… terima kasih…
@mas Sabda Langit
monggo dipun sekecoaken…
@hrdgtv
ini memang sungguh sebuah penistaan terhadap kemanusiaan…
Juli 19, 2009 pada 5:43 pm
opini yg menarik…
yg paling sy ga setuju adalah knp media media di Indonesia selalu mengarahakan peristiwa pemboman selalu ke pihak Islam.. padahal belum tentu pelakunya dari kalangan Islam. untuk menyangkut hasil pilpres, sy ga tau…
trima kasih sebelumnya…
Juli 19, 2009 pada 6:23 pm
setahu saya, selangnya 10 menit…
7.45 dan 7.57
Juli 19, 2009 pada 8:45 pm
Item Putih Yth
Mohon ijin share comment di sini, sebelumnya saya ucapkan beribu terimakasih.
SELAMATKAN GENERASI BANGSA
Salam karaharjan, salam tresno asih, teruntuk para pembaca, diskuser, para sanak kadhang ingkang dahat kinurmatan dan semua yang mampir di pondok ini.
Dua hari ini saya benar2 berkabung dan sedih melihat nasib bangsa ini yg kian terpuruk oleh ulah sebagian orang berduit, aktor politik yg gelap nuraninya.
Celakanya, org-org yg banyak belajar agama secara TEKSBOOK, ekonomi yang sangat menghimpit, namun kurang berbekal ilmu pengetahuan, SEHINGGA terlalu mudah dijebak oleh situasi yang menjebak diri, dan MUDAH dimanfaatkan oleh siapapun SI RAJA TEGA, ataupun oleh aktor politik yang oportunis dan egois.
Agama tanpa ilmu pengetahuan yang luas, akan mudah diombang-ambing, lalu terpuruk & mudah dipermainkan oleh situasi politik kacau. Sebaliknya ilmu pengetahuan tanpa agama akan menjadi mesin penghancur peradaban dan alam semesta. Ilmu dan agama idealnya bersanding saling melengkapi dan mendukung. Dan selalu mencari sisi positifnya hubungan keduanya. Umat harus lebih membuka diri, karena norma agama mengatur tata moral dalam diri (inner world) untuk masing2 individu, alias pengendalian dari dalam diri. Karena agama sebagai WADAH NORMA (norma agama) agar tidak kacau (A=tidak, Gama=kacau) dalam kehidupan dunia yg serba DINAMIS.
Agama ada untuk menata moral dan batin (dalam jagad kecil) agar selaras dengan hukum alam semesta. Agama juga TIDAK untuk menyerang dan mencelakai orang lain. Seharusnya agama menjadi berkah bagi alam.
Sanksi norma agama berupa “dosa/neraka”. Berbeda dengan NORMA SOSIAL dan HUKUM. Walau norma sosial dan hukum banyak mendapat inspirasi dari norma religi, namun kedua norma tsb orientasinya diterapkan utk implementasi ke lingkup tata moral masyarakat dengan konsekuensi sanksi sosial dan sanksi hukum.
MAKA DARI ITU SAYA PRIBADI MENGAJAK PARA PEMBACA YG BUDIMAN, PARA SANAK KADHANG, PARA RAWUH DAHAT KINURMATAN di pondok ini UNTUK TIDAK TERPANCING DAN TERPENGARUH OLEH TRAGEDI MARIOT II & RITZ. Biarlah di tingkat elit berkecamuk dan terjadi perpecahan, namun jangan sampai terjadi FRAGMENTASI di tingkat GRASS ROOT (masyarakat awam).
Kita semua harus tetap harus SOLID menjalin kerukunan, ketentraman, dan kedamaian GENERASI bangsa. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Kita pertahankan tradisi BERSAMA dalam PERBEDAAN.
Oleh sebab itu perlu dan sangat perlu kita semua meningkatkan kesadaran setinggi-tingginya, agar supaya KESADARAN KITA LEBIH TINGGI dari segala macam SITUASI BURUK yang barusaja melanda negeri. Sehingga kita tidak mudah terpancing emosi. Sebaliknya MENJADI MUDAH menganalisa dan MEMAHAMI apa SESUNGGUHNYA yg terjadi. Kita tidak meraba-raba lagi, kita tidak berspekulasi, dan kita tidak berprasangka buruk yg salah kaprah. Jika kita SALAH BERSIKAP, hanya akan menambah keadaan semakin runyam.
PALING UTAMA adalah, kita tingkatkan sikap eling dan waspadha, apalagi memasuki siklus bulan AGUSTUS dan SEPTEMBER ‘09. Bila alam pun akhirnya menjadi murka lagi, semoga kita semua, bangsa ini, selalu diberikan keselamatan jiwa raga, dan mampu melewati masa-masa sulit saat ini dan di saat yang akan datang. Semoga kesadaran kita semakin tinggi, seiring waktu berjalan detik demi detik.
salam hormat,
salam karaharjan,
salam asah asih asuh,
salam sih katresnan
selamatkan generasi bangsa
Jayalah NKRI
Juli 19, 2009 pada 10:25 pm
sungguh cobaan dan ujian untuk bangsa ini…
http://lowongankerjadiglobaltv.wordpress.com
Juli 19, 2009 pada 11:03 pm
yang jelas, ada orang yang ingin ina di-cap sarang teroris dan ga aman
Juli 20, 2009 pada 5:40 pm
@nurrahman18
dengan Indonesia dicap sarang teroris, maka ini membenarkan pihak asing untuk ‘menyerang’ Indonesia atas nama perang melawan terorisme…
@endact
itulah kehebatan barat dalam memanipulasi berita…
@angga chen
tentu saja.., wong namanya aja analisa… bisa benar, bisa juga salah…
wakakakakakak…
@Roso Daras
terima kasih atas kunjungan balasan…
@novi
setelah saya konfirmasi ternyata memang dua menit…
Juli 19, 2009 pada 11:04 pm
Lucu sekali sekaligus ironis. kita mengutuk pengebom bahkan seluruh negara-negara diseluruh juga ikut mengutuk. “Indonesia sarang teroris”, begitu kata beberapa pemimpin negara lain. “Ini pasti ulah orang islam lagi”, kata sebagian lain. Kita kadang tidak sadar bahwa telah dibelokkan dari fakta yang sebenarnya. berapa banyak imperialisme telah menghancurkan Palestina, Albania, Afghanistan, Checnya, dan yang paling baru etnies Uighur. Mengapa mereka tidak mengecam secara masal kejahatan itu? berapa banyak media yang meliput serta berapa lama berita itu muncul? semuanya bisa dihitung jari. Coba bayangkan jika yang menjadi korban diluar Islam, bisa berbulan bahkan seluruh dunia memberitakannya. Inilah wajah nyata dari kepentingan globalisasi, imperialisme dan konspirasi canggih.
Juli 20, 2009 pada 3:05 am
analisanya mungkin bisa benar tapi mungkin saja tidak…yang pasti peristiwa bom bunuh diri itu jangan terulang lagi deh…atas dasar apapun ! thanks ya
Juli 20, 2009 pada 1:52 pm
Izin mampir dan berkunjung balas….
Blog yang dahsyat…. posting yang menggucang…
Pengebom yang laknat… intel kualitas kacang…
Tekun hati bermunajat… segera datang kabar terang…
Jangan kita saling hujat… biar pak polisi kerja tenang…
Juli 20, 2009 pada 5:34 pm
di Metro bedanya koq cuma 2 menit maz
Juli 20, 2009 pada 7:05 pm
marilah kita berpikir positif … jangan berandai-andai atau berpraduga … toh yang kita pikirkan tidak berujung pada kenyataan yang hakiki …
lebih baik kita kuatkan iman dan mendoakan bangsa ini semakin kuat dengan berbagai cobaan yang menerpanya …
Juli 20, 2009 pada 9:15 pm
@nomercy
analisa ini berangkat dari pemikiran yang positif…
bisa dimaklumi…, mengatakan tahi adalah tahi nampak sangat tidak sopan dan beretika…
namun jangan sampai dengan berpikir ‘positif’ akhirnya membuat kita mengira tahi adalah pisang goreng.., atau juga sebaliknya…
saya setuju!!! kita kuatkan iman dan senantiasa mendoakan bangsa ini untuk menjadi semakin baik dari waktu ke waktu…
@hanifa
saya senang anda tak lagi berbasa-basi mengkomentari tulisan saya…
kesimpulan tanpa data dan analisa yang kuat memang bisa misleading…
tapi apa yang terjadi sudah saya prediksi jauh2 hari dalam tulisan2 saya sebelumnya walaupun hanya berupa kecenderungan2 tanpa menyebutkan secara spesifik peristiwa apa yang akan terjadi…
saya kan bukan dukun…
wakakakakakak…
Juli 20, 2009 pada 8:04 pm
Nice post.
Sambil kenal..
Bagaimana pendapatnya tentang pelem berikut:
http://haniifa.wordpress.com/2009/07/20/blackbarry-bicara-ledakan-bom-di-jw-marriott/
Salam Hangat, Haniifa
Juli 20, 2009 pada 9:13 pm
@Itempoeti
Maaf sementara saya jawab disini yah…
Soal judul : blackberry.., bukan blackbarry…
Sori saya tidak mau (bukannya takut) mengganggu trade mark orang lain.
Mohon maaf menurut saya @mas terlalu dini mengambil kesimpulan, justru lebih berhati-hati khawatir keliru….
Salam hangat selalu, Haniifa.
Juli 20, 2009 pada 9:51 pm
@Itempoeti
Saya kira sampean memang dukun yang hanya pinter meng-extrapolasi dari 2009 plus lima tahun kedepan…
Juli 20, 2009 pada 10:15 pm
@haniifa
wakakakakakak… D
saya gak mampu untuk melakukan extrapolasi dari 2009 plus lima tahun kedepan…
paling banter cuma sampai 2 tahun kedepan aja…
namanya juga dukun… wakakakakakak…
@kawanlama95
jangankan pengamanan terhadap bom yang peluang kemungkinan terjadinya kecil…, standar pengamanan gedung2 bertingkat terhadap bahaya kebakaran yang peluang kemungkinannya lebih besar saja saya yakin tidak mampu…
Juli 20, 2009 pada 10:10 pm
Pengamanan internal memang harus dikaji ulang terutama di tempat2 publik . kami pribadi beberapa kali mengamati pola keamanan internal memang masih sangat riskan di susupi.atau barangkali pihak yang bertangung jawab terhadap pola pengamanan gedung belum mengupgrade sistem yang selalu berkembang secara aktif dan ini penting sekali terhadap kenyaman terpadu dengan aparat kepolian dan pihak-pihak terkait.
Seperti dalam ruang-ruangan di dalam hotel ataupun ditempat makan para tamu. memang agak mudah untuk dimasuki dan tidak ada alat pendeteksi sehinga sang peyusupun lebih mudah untuk melakukan aksinya. untuk itu bagi para penguna keamanan sudah sepatutnya mengkaji ulang sistem teknologi keamanan dan sumber daya manusianya
semoga hal yang buruk tak terjdi lagi di bumi kita yang kita cintai
Juli 21, 2009 pada 12:13 am
@itempoeti
Ada spekulasi ada kalkulasi,
Belum ada yang pasti-pasti.
Daftarlah analisa yg pasti, Kang!
Spt berikut ini menurutku pasti:
Kejadian ginian tak ada hubungannya dgn Agama sama sekali.
Agama hanya menjadi kuda untuk mencapai dunia atauwa kuasa.
Kudanya adalah pemuda yg Agamanya masih di kepala dan baca.
-
Salam Damai!
Juli 21, 2009 pada 12:50 am
@Maren Kitatau
kirain udah lupa kok gak pernah main kemari…
waaahhh.. yg ini memang pasti…
kalau saya punya juga pasti.., pasti ngaco…
wakakakakak…
@haniifa
eeeiiitttssss… jangan terprovokasi…
bwahahahahaha…
Juli 21, 2009 pada 12:44 am
@Itempoeti
Ada dua kelompok…. bla…bla….bla
saya bukan dukun… wakakak
extrapolasi paling dua tahun… bla…bla…bla
namanya juga dukun… wakakak
_____________________
Hua.ha.ha.….
Juli 21, 2009 pada 1:07 am
Masak orang ketawa terprovokasi… hehehe
Juli 21, 2009 pada 1:11 am
@haniifa
justru terprovokasi untuk ketawa…
Juli 21, 2009 pada 1:15 am
@Itempoeti

-Hua.ha.ha.….-8)
Juli 21, 2009 pada 1:33 am
::ini seperti gambaran diri yang telah disusupi hal yang dalam pandangan tidak baik, seperti teroris misalnya, yang mana pimpinan teroroisnya sendiri, seperti tak tertangkap, entah kenapa, dan tidak ada BPO setelah kejadian itu, apakah mungkin dibiarkan agar ada bahan pengalihan issue.. entahlah
salah satu contoh kejadian JW Mariot ini, maka keburukan dapat berdalih apa saja, yang jelas pemerintah akan tercatat masih clear dengan adanya masalah ini, sebab peluang pengalihan issue masih ada stock…, lihatlah betapa cepat kesimpulan diperoleh, bahkan dengan gambar dan video.. apakah intelijen memang demikian cepat mendapat informasi ya…
diri ini pun demikian pula, jika sudah bercampur aduk antara kebaikan dan kebatilan, akan payah mata memandang, apakah datangnya bathil, atau kebenaran..
seharusnya diri memandang jujur saja, dan mengungkapkannya dengan berani, meskipun pahit hasilnya…, namun mungkin setelah itu bathil akan merayap pergi..bagai binatang melata yang berkeluaran dikala gempa mengguncang..
namun aku melihat masih ada peluang menggagalkan kedatangan MU, entah dari panitia yang berpeluang rugi, atau dari pihak sparatis yang melihat kefoya-foyaan penyelenggaraan kegiatan itu…entahlah..
yang saya agak heran, ngapai juga PSSI harus di JW Mariot, padahal latihannya di senayan…lagian biasanya di hotel lingkungan senayan koq…
Juli 21, 2009 pada 11:10 am
@kang zal
uraian yang cerdas…
@rese
tulisan ini dibuat dengan kesadaran sebagai warga negara yang baik.
sekedar masukan agar memudahkan kerja polisi untuk menangkap pelakunya.
yang tidak baik itu yang menganggap masukan sebagai suara sumbang.
hehehehehe…
@masyono9
sudah pasti kita yang dirugikan…
dan yang diuntungkan pasti yang diluar sana…
@adi isa
bisa 2 nyamuk bisa juga hanya 1 nyamuk yang bermain ganda…
@anwar
itu yang seharusnya dilakukan ditengah kondisi bangsa yang carut marut seperti ini…
@fadlil
minta buburnya doooong…
@dBo
pernyataan yang tajam dan tepat sasaran…
Juli 21, 2009 pada 3:55 am
baaaahhh…
jadilah warga negara yang baik…serahkan pada pihak kepolisian dan intelegen negara… SALING TUDUH = ADU DOMBA….Belajar dong dari pengalaman 350 thn dijajah bule….kok seneng lihat para pemimpin pada berantem…
hayoo para pemimpin bangsa..jangan hiraukan suara2 sumbang yang tidak jelas…..tetap mengabdi dan setia kepada merah putih tercinta….jaya terus indonesia
Juli 21, 2009 pada 9:39 am
@Mas item
Sekarang mulai terkuak siapa sih pengebomnya>>>????
Bagi saya dengan pengeboman tersebut:
Derita milik kita Berkah milik tetangga
Juli 21, 2009 pada 10:31 am
sekali tepuk, dua nyamuk kena getah
Juli 21, 2009 pada 10:46 am
askum…
mkanya skg qt tobt yuk…
Juli 21, 2009 pada 10:49 am
makan tuh boom ……..
nie pagi2 makan bubur ………
lah lu malah makan boom……..
dasr goblok………
badan lu groak smua
by: al murtad
Juli 21, 2009 pada 11:06 am
Perlu kita Proklamasikan bahwa “NKRI adalah SASARAN-TERORIST” dalam bebagai Bentuk dan Kedok…
BUKAN sekali lagi BUKAN-SARANG TERORIST…
Bangsa ini sudah sejak abad-13 mulai dirambah gelombang TERORIST-BUDAYA…secara beruntun dan semakin ganas dari waktu ke waktu…
Kita harus menyikapi secara CERDAS-CERMAT dan LANTIP/WASKITA…agar tidak terjebak dalam Pusaran BIG-LIE dan HOLLOW-COURSE…
Semoga…….
Juli 21, 2009 pada 1:15 pm
coba perhatikan juga, di negeri kita ini kayaknya setiap menjelang atau setelah pemilu suka ada BOM. terutama pemilu 5 tahun lalu dan taun ini….
Juli 21, 2009 pada 4:10 pm
@si_ghuraba
kalau udah kelihatan siklusnya seperti itu, terus pulisinya ngapain aja yaaa….
@noe
terlalu kecil imbasnya kalau sekedar MU…
@kawanlama95
kesadaran yang selalu datang terlambat setelah kejadian…
@haniifa
janjian dulu siapa yang ngumpan, siapa yang ngegolin…
Juli 21, 2009 pada 2:51 pm
bagaimana hubungannya dengan MU, kang?
apa ndak ada sama sekali?
Juli 21, 2009 pada 3:00 pm
Tadi aku lewat hotel yang di bogor yang kemarin ku ceritakan sekarang udah ada mobil polisi dan keknya jalan kecil tersebut udah ga bisa masuk motor . taukan maksudnya
Juli 21, 2009 pada 4:07 pm
@Mas Zal
jadi malu sayahh… heheheh…
Sebagai pemain bola senenge ya bola lambung…
Juli 21, 2009 pada 7:20 pm
SIAPA PELAKUNYA????
APA ALASANNYA???
MENGAPA BISA TERJADI????
Simak ulasannya di:
http://engeldvh.wordpress.com/2009/07/21/opini-luar-biasa-bom-kuningan-ii/
Juli 21, 2009 pada 7:35 pm
@engeldvh
terima kasih atas spammingnya…
saya akan berkunjung ke blog anda…
@haniifa
setiap orang tentu punya kebebasan untuk mengemukakan pendapat yang dijamin oleh Undang-Undang.
Juli 21, 2009 pada 7:30 pm
@Itempoeti
No komen ahhh…
Nanti diperkaraken kayak Ibu Prita, repot dach…
Juli 21, 2009 pada 11:35 pm
@itempoeti
Daftara lain yg pasti:
Biaya utk pekerjaan seperti ini tentu besar.
Uang hasil keringat tak mungkin untuk seperti ini.
Uang bengkok hanya mujarab utk pekerjaan bengkok.
Seperti ini!
-
Salam Damai!
Juli 22, 2009 pada 11:00 pm
@Maren
amat sangat setuju!!!
@haniifa
HIDUP RAKYAT JELATA !!!
@nusantaraku
berarti kita kompakan yaaa…
@Mifta
emang iyaaa…
@kebodungkul
ini kan produk impor…
jaman dulu belum ada…
@toni
memang begitu permainannya…
Juli 21, 2009 pada 11:55 pm
@Itempoeti
Setiap undang-undang biasanya cuma berlaku untuk rakyat jelata…
Juli 22, 2009 pada 5:30 am
Untungnya analisis saya tidak jauh meleset……
Juli 22, 2009 pada 8:58 am
Jangan-jangan ada konspirasi tingkat tinggi??
Juli 22, 2009 pada 1:08 pm
weladhalah.. bangsaku sejak kapan seperti ini ya..? sejarah jaman dulu apa sudah begini apa karena welwh welh..,
tak nggayem dulu.,
Juli 22, 2009 pada 10:11 pm
pantau dulu ah… kalo ini rekayasa berarti melibatkan tim-tim terlatih untuk melakukan pengeboman serta menghilangkan jejak dan mengarahkan kepada kelompok lain
Juli 22, 2009 pada 10:50 pm
Daftara lain yg pasti:
Orang itu telah dicekokin uang-uang bengkok secukupnya.
Orang itu telah dijejalin jimat-jimat bengkok secukupnya.
Bersimulasi secukupnya, siap untuk meledak dgn indah!
-
Salam Damai!
Juli 25, 2009 pada 12:39 am
haduh capek deh sama konspirasi-konspirasi….intrik-intrik….kapan kita bisa maju kalo diintrik teruuuus…
Juli 25, 2009 pada 4:25 pm
@geRrilyawan
capek memang…
abis gimana lagi…, memang seperti itu keadaannya…
@Maren Kitatau
Keadilan utopia ala Uni Sovyet…
Harusnya keadilan rasa diri…
adil terhadap diri sendiri.., itu yang membuahkan kedamaian…
Juli 25, 2009 pada 6:18 am
Daftar lain yg pasti:
Orang itu tidak mengerti arti kata damai.
Kata adil lebih menawan dari pada kata damai,
Walau keadilan yg ilmiah telah gagal di Sovyet.
-
Salam Damai!
Juli 25, 2009 pada 9:22 pm
@itempoeti
Yayaya!
Keadilan rasa diri,
Keadilah pada diri.
Semisal:
Keadilan fungsi tangan kiri tangan kanan,
Keadilan gaya jari telujuk dan jari manis, dll.
Globalnya, keadilan antara/pd tubuh, jiwa dan roh.
-
Gitu kali maksudmu, Kang!
-
Salam Damai!
Juli 25, 2009 pada 9:25 pm
kayaknya gituuu yaaaa…
tanya sama kangBoed aja dech…
wakakakakakak…
Juli 27, 2009 pada 6:14 pm
Analisis anda bener-bener “itempoeti.” Datang dari luar atau muncul dari dalam. Yang dari luar bertujuan menunjukkan superioritas; dan yang dari dalam bertujuan melampiaskan ketidakpuasan.
Secara implisit anda ingin mengatakan bahwa bom bunuh diri JWM-RC itu bukanlah kerja teroris demi ideologi yang mereka yakini, melainkan kerja teroris berdasar order dari pihak lain alias “teroris bayaran.”
Dari manapun asalnya, pemberi order itu pasti orang-orang “jawara.” Mereka paham betul, dengan teror model bom bunuh diri kerusakan/korban manusia yang relatif terbatas, mereka dapat menimbulkan dampak berganda dalam spektrum yang optimal.
Kejahatan itu ibarat bangkai. Semakin lama disembunyikan, semakin menyengat bau busuknya. Jadi, lambat atau cepat, Mabes Polri dan aparat yang berwenang pasti akan dapat mengungkap misteri di balik teror bom bunuh diri JWM-RC.
Semoga, para korban yang tewas di berikan akhirat yang lapang; dan yang terluka/cedera diberi kesembuhan dan kesabaran.
Juli 28, 2009 pada 7:32 am
hebad nomor satu
Juli 28, 2009 pada 8:03 am
@suwung
apanya Kang yang nomor satu?
Juli 29, 2009 pada 6:12 pm
Kalkulasi adalah perhitungan, bagaimana anda bisa menghitung kalau gak ada yang jelas ? Apa yang mau dihitung ? Jangan banyak filosofi yang kita sendiri nggak tau apa-apa. Serahkan pada ahlinya, apapun hasilnya kita sebagai muslim harus bersabar dalam menerima segala cobaan. Serahkan kepada Allah semua cobaan ini. Dan kalau pelakunya dari muslim 100% saya berkata mereka menghancurkan Islam.
Jangan memperkeruh keadaan, media juga pihak yang bertanggung-jawab pada kepanikan orang awam yang tidak tahu apa-apa.
Juli 29, 2009 pada 6:15 pm
@emperor
komentar anda adalah salah satu contoh dari komentar sampah.
email yang anda cantumkan tidak terdaftar di gmail.
Juli 31, 2009 pada 8:11 am
hehehehe bom marriot emang cool….
saat lg pilpres lagi terjadinya…
cerdas juga mereka…
tapi kyaknya polis harus mengadakan lattihan lebih khusus deh supaya melebihi otak para teroris itu…
cool
ayo polisi….berjuang
Juli 31, 2009 pada 11:20 pm
@radit
yang ngelatih polisi sama yang ngelatih teroris ujung2nya sama terus gimana dooong?
@Ami
terima kasih atas “wa tawa shabil haq wa tawa shabi sabr“nya…
Juli 31, 2009 pada 11:06 pm
Udahlah…… Sebagai seorang muslim kita seharusnya tak banyak bicara, kita harusnya banyak berbuat…
kita tunjukan kelembutan akhlak kaum muslim sesuai yang diajarkan Rasul… melalui pribadi masing2, tunjukan sopan santun, adab kita kepada seluruh dunia jangan seperti saat ini muslim banyak diindonesia bahkan di dunia tapi prilaku dan tindakannya tak lah seperti muslim, dan kebiasaan orang indonesia yg suka mengkritisi saja tanpa harus berbuat menampakkan bahwa topeng kita amat tebal melapisi wajah kita.. mari kita berbuat baik tanpa harus riya.. mulai dari hal2 kecil…… dan kembangkan sampai menjadi besar…. insya allah kemuliaan akan datang dengan sendirinya disamping anda2 semua…. wslm
Agustus 8, 2009 pada 2:17 pm
SBY jangan takutlah kalau memang orang yang melakukan teror itu orang tidak benar pasti mendapatkan akibatnya ok!
Agustus 8, 2009 pada 2:20 pm
@Neny Aspirin
siiiiiiiipppp….
Agustus 8, 2009 pada 2:18 pm
Noordin M. Top kan sekarang sudah tewas ia toooo
Agustus 8, 2009 pada 2:20 pm
@Neny Aspirin
itu kan baru katanya… wakakakakakak…
Agustus 10, 2009 pada 2:29 pm
janganlah kita terlarut dlm analisa situasi jika kita tdk lengkap data… mari mulai dari diri kita sendiri untuk memulai jangan kita apatis thd lingkungan kita, jangan biarkan para pelaku teror merancang kejahatannya dr lingkungan kita… bukan kita tdk menghormati hak privat akan tetapi mari kita bergaul yg baik dg warga sekitar kita, sesungguhnya tetangga kita adalah saudara kita yg paling dekat…. mari bersatu hancurkan teroris yg biadab
Agustus 10, 2009 pada 3:00 pm
@gs
sangat bijak…
Agustus 14, 2009 pada 10:33 pm
nah terbukti kan, setelah beberapa waktu komen komen yang sangat spekulatif itu ternyata memang amat sangat keliru!
makanya waktu itu sy bilang, jangan spekulatif…
Agustus 14, 2009 pada 10:35 pm
@huraida hafidz
hahahahahaha…
mungkin memang komen-komen terhadap postingan saya ada yang keliru…
namun dibalik kekeliruan yang ada, komen-komen itu adalah sebuah indikator kalau masih ada sense of crisis dari sebagian besar bangsa ini…
ketimbang mereka diam dan tidak mau tahu apa yang terjadi…
Agustus 16, 2009 pada 6:44 am
PD banget c SBY,,
bisa jd ini semacam provokator antara malaysia dan ind,,
dari kejadian ini pasti bawa-bawa ajaran islam yang disalahkan,, sebenernya yang salah itu bukan ajarannya,, tapi orangnya yang ga paham islam secara kaafah..
jangan pernah nyalahin islam,, kalo ga paham ajaran islam itu seperti apa,, atau kalo hanya melihat islam dari luarnya saja,, karena sekarang belum ada yang menjalankan ajaran islam secara kaafah (keseluruhan).