Prita Mulyasari Bebas, Setelah Itu???


Berita dari tetangga mengabarkan bahwa majelis hakim membatalkan dakwaan JPU terhadap Prita Mulyasari. Ini menandai akhir kisah tragedi ketidakadilan hukum yang dilakukan negara terhadap warganya yang bernama Prita Mulyasari dengan happy ending.

Baca entri selengkapnya…

About these ads

124 Tanggapan to “Prita Mulyasari Bebas, Setelah Itu???”

  1. denyarelektrik Says:

    yesss!!! pertama!!!!

    sering kali kasus yang kita anggap selesai belum selesai ternyata. mungkin saat para blogger gak bercuap-cuap untuk membela ibu prita lagi, mereka akan balik menyerang kita.

    yang punya diut, yang kebal hukum!
    berontak! lawan!

  2. suryaden Says:

    khoe seng seng memiliki perspektif yang berbeda …., sayang kasus prita masih naik banding jadi belum bisa juga jadi semacam referensi…

    • itempoeti Says:

      perspektif mungkin berbeda untuk kasus khoe seng seng, namun keadilan tetap harus ditegakkan. karena masih naik banding itulah kita jangan cepat berpuas diri. apalagi jika nanti sudah ada presiden terpilih. bisa berbalik ceritanya. :)

  3. andy.web.id Says:

    betul.. perjuangan masih panjang, kasus prita masih banding, urusan perdata juga belum selesai, kho seng seng tak jelas, juga kasus-kasus hukum lain belum tuntas… banyak hal malah dijadikan komoditas politik jelang pilpres, itu wajar… jadi, arah perjuangan harusnya bukan pada kasusnya, melainkan pada penegakan hukum…
    *gek rodho gelem mikir ki!, hihihi*

    • itempoeti Says:

      kasus Prita adalah entry point buat rakyat untuk ikut terlibat dalam proses penegakan hukum. rakyat tak bisa begitu saja menyerahkan proses hukum ke tangan penyelenggara negara yang korup.

  4. andy.web.id Says:

    rodho gelem mikir wae mung sak mit.. (doh)… kasih advis dong supaya bisa enjoy mikir, dan bisa buat tulisan yang berbobot seperti di blog ini… (worship)

  5. ami Says:

    waaaah parah bener aparat negeri ini, kalau pada akhirnya rs omni dimenangkan hanya karena email keluhan. gawat

  6. Abdul Cholik Says:

    Semua pihak selayaknya bekerja secara profesional dengan dilandasai moral yang baik.tanpa itu maka semua akan menjadi bulan-bulanan.
    Salam,

    • itempoeti Says:

      profesionalisme hanya bisa dibangun ketika ada kode etik profesi dan tata aturan hukum yang jelas. jika tidak, maka profesionalisme akan menjadi bulan-bulanan. salam juga…

  7. G Says:

    kita mesti tengok dari kasus2 sebelumnya… ini hanya tenggelam sementara, begitu banyak pihak mulai terlena..tiba2 ada kejutan baru. siapa yg punya uang dan kuasa, bisa menyusun skenario sesuka hatinya.

    • itempoeti Says:

      yang parah…, masyarakat kita mudah terkena amnesia sehingga selalu saja terulang kembali kasus yang sama tanpa pernah belajar dari kasus2 sebelumnya…

  8. cebong ipiet Says:

    Diposting dengan remote publish melalui openoffice writer, OS ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope.

    ———-
    apik ikine… hehehe (komen ra nyambung, ki di kwethaki po ra yho?)

    ya begitulah (ketoro kenthekan kata kata nek wes ngetik ky ngene ki)

    kami rakyat kecil, yg berusaha nyari makan sendiri, malah di jegal hukum :(
    kalo ndak bisa ngasi makan mbok ya jangan mematikan mata pencaharian orang tho poro keparat aparat ki

    malah curhat

  9. Endar Says:

    Mari bersama sama menegakan keadilan. Dikomen menggunakan opera mini

  10. nomercy Says:

    memang masih ada beberapa kasus lagi yang dihubungkan dengan penggunaan pasal 27 UU ITE …
    namun dengan pernyataan hakim sidang bu Prita bahwa penggunaan undang-undang tersebut yang baru bisa aktif tahun depan maka seharusnya tidak ada lagi kasus di tahun ini sebagai kasus yang melibatkan pasal tersebut …
    hukum tetaplah hukum … tidak harus ada diskriminasi, baik dalam bentuk apapun …
    tetapi kita juga masih ada beberapa peraturan dan undang-undang menyangkut penghinaan atau pencemaran nama baik … pada intinya pasal-pasal mengenai hal ini terkadang terlalu absurb dan seringkali disalahgunakan … harus tetap diawasi dengan hati-hati …

    • itempoeti Says:

      menjadi tugas kita semua untuk ikut terlibat aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. proses penegakan hukum tidak bisa dipercayakan hanya kepada penyelenggara negara yang korup…

  11. yang-kung Says:

    Di negeri antah berantah tak mungkin ada keadilan yang sejati,petugas penegak hukumnya masih terikat materi dan penguasa.Dalam ambil keputusan selalu “abu-abu”
    Yang dijadikan pedoman KUHP=Kasih Uang Habis Perkara,dan UUD=Ujung Ujungnya Duit.

    Mari kita pilih pemimpin yang tegas punya visi yang jelas,loyal pada NKRI dan tidak abu2 seperti sekarang ini.

    • itempoeti Says:

      selain kita pilih pemimpin yang tegas punya visi yang jelas,loyal pada NKRI dan tidak abu2 seperti sekarang ini, kita bersama-sama saling bahu membahu ikut menegakkan proses penegakkan hukum. sekumpulan lidi yang terikat kuat dapat menyapu dan membersihkan kotoran di halaman rumah kita.

  12. kontes blog Says:

    mohon maaf ya kalao OOT, mau bagi info nie. ikutan kontes review alnect computer yuk. mayan lo berhadiah laptop, netbook, digicam, modem HSPDA, dan ratusan flashdisk.

  13. marsudiyanto Says:

    Yg lebih menderita dari derita Bu Prita masih ribuan…

  14. superaman Says:

    perjuangan masih panjang..
    ayo kita berjuang bersama-sama..

  15. artvisualizer Says:

    keadilan adalah diatas segalanya.. hohoho

  16. Sawali Tuhusetya Says:

    syukurlah kalau majelis hukum yang menangani kasus prita masih memiliki nurani sehingga benar2 sanggup menghunuskan pedang keadilan, meski jaksa penuntut umum masih merasa “dendam” kepada prita. kasus2 semacam ini bisa jadi akan terus berulang. meski suara kita sering tak diperhitungkan, bersuara itu akan lebih baik ketimbang diam dan membiarkan diri tergilas oleh roda peradaban. mari, kita satukan kekuatan utk melawan kezaliman.

  17. luvie Says:

    bener juga sih.. kasus Khoe Seng Seng emang kurang mendapat perhatian dari masyarakat (di banding kasus prita) ada apakah? karena etnis? atau karena kasusnya kurang mendapat simpatik karena ini kasusnya adalah kasus bisnis? atau karena kasus prita menjadi seperti perwakilan masyarakat yang sering di perlakukan sewenang-wenang oleh oknum Rumah sakit dan para dokter yang “arogan”??

    entah.. :)

  18. Pradna Says:

    perjuangan tidak bakal berhenti selama masih ada bibit angkara murka di dunia… (kebanyakan nonton wayang)

    pokonya, terus berjuang. Ini yang bikin hidup lebih hidup.

  19. maskuncoro Says:

    Akhirnya bebas juga. Rupanya kebenaran masih dihargai di negeri ini… :)

  20. lelaki aneh Says:

    setelah itu semoga gak ada prita2 yang lain, hehehehehheee

    come to speak up!!!!!!!!!!!!

  21. KangBoed Says:

    Hmm.. Bangkitkan Jati Diri manusia.. Kembalikan Hati Nurani..
    Salam Sayang

  22. JAUHDIMATA Says:

    subtansi gerakan BEBASKAN PRITA menurut saya adalah penegakan hukum dengan adil.
    Jangan terlena..!!
    masih banyak yang menunggu untuk mendapat pembelaan.

  23. ariosaja Says:

    Setelah kasus ini, semoga tidak ada lagi kasus yang serupa karena kebebasan berpendapat adalah hak asasi manusia

  24. Stop Dreaming Start Action Says:

    Kondisi di negeri ini memang bener2 udah kritis kang?

  25. Fietria Says:

    Seandainya kasus Prita tidak muncul pada saat kampanye, mungkin Prita masih ditahan sampai sekarang.
    Saat kampanye, masing-masing capres dan cawapres berlomba-lomba memperhatikan nasib rakyat. Tapi ketika terpilih, jangankan membantu kesulitan rakyat mengunjungi rakyat saja tidak dilakukan.
    Yang pasti masyarakat sudah sangat cerdas dalam memilih pemimpin sehingga akhirnya banyak yang memilih golput.

  26. raffaell Says:

    Bravo, keren keren, semoga blogger bisa membawa pengaruh baik untuk bangsa

  27. tuyi Says:

    wah selamat deh buat Bu Prita…
    akhirnya bebas juga…..

  28. Nanda Says:

    Kata artikel politikana disini, Amnesty INternasional pun mencatat bahwa ada 32 orang ditahan karena mengekspresikan pendapat secara damai..

    Eh, asik tu kalo postingan di atas ditulis di politikana juga..

  29. WANDI thok Says:

    Kabare bu Prita malah layak masuk Kasak Kusuk kiye yo mas? :D

  30. omagus Says:

    tapi paling tidak ada sebuah pembelajaran buat bangsa ini.
    dan walaupun terkadang kejadian-kejadian seperti ini di manfaatkan oleh sebagian oknum lain untuk mencari keuntungan.

    • itempoeti Says:

      mencari keuntungan tanpa merugikan orang lain, tentu bukanlah hal yang salah… yang soal seringkali keuntungan diperoleh justru dengan merugikan orang lain…

      pembelajaran terpenting dari kasus Prita adalah ternyata kita -rakyat- mampu melawan ketidakadilan ketika kita bersatu.

  31. mbah sangkil Says:

    Keadilan tidak lagi ada di tempat dimana keadilan itu di dapatkan, keadilan sekarang ada di kantong2 orang berduit

  32. boyin Says:

    Ibu Prita memang diselamatkan oleh timing yan tepat…apapun itu uang dan kekuasaan masih mencengkram negara kita, tapi setidak tidaknya kita masih bersyukur akan kebebasan pers yang menguak kasus ini.

  33. celetukansegar Says:

    Lihat beritanya di Kasus Prita Akhirnya Disemprit!

    Hukum memang masih lemah di negeri ini dan masih menjadi komoditi yang diperdagangkan.

    • itempoeti Says:

      belajar agar tahu bahwa keadilan tidak bisa diserahkan hanya kepada para elit politik dan aparat hukum yang korup, tapi harus kita perjuangkan bersama-sama…

  34. meylya Says:

    emangnya penegak hukum dinegeri ini masih punya hati?????

  35. suklowor Says:

    iya mas aku juga curiga, apa lagi pihak OMNI masih mau banding kan? jangan-jangan ini ngerem isu, ntar abis pemilu di munculkan lagi.. wah repot

  36. Abdul Cholik Says:

    Dengan bangga saya persembahkan “Bertuah Award 2009″ kepada Bapak.Mohon di lihat di blog saya.Terima kasih dan selamat berkarya.Salam

  37. kopral cepot Says:

    Ada dogma yang dibangun sejak dlu atas nama “kesadaran hukum” bahwa masyarakat/rakyat “jangan main hakim sendiri” atawa “serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang krn negara ini negara hukum”… sehingga sebuah penghakiman oleh masyarakat/rakyat menjadi suatu kesalahan sbg pertanda “tidak sadar hukum”. Di masyarakat secara klasik penghakiman terjadi dengan caranya sendiri, misal jika ada seorang pencuri ketangkap.. maka rame-rame masyarakat memukuli, mengarak di jalan dll… tentu cara ini menjadi tidak etis.

    Dunia maya telah memberikan “kesadaran hukum” dengan caranya tersendiri.. memberikan tekanan kepada pihak yang disebut sebagai “yang berwajib” aparat pemerintah ataupun pelaku pelanggaran hukum. Si Omni yang tertangkap bertindak “mencuri” hak berpendapat .. maka masyarakat maya rame-rame “memukuli dengan kata”….. mengarak di jalan hukum dll.

    Sebuah pertanyaan “atas nama kesadaran hukum”, apakah yang dimaksud masyarakat sadar hukum artinya masyarakat yang memberikan 100% kepercayaan pada “aparat penegak hukum” ???

    Jika kita sadar hukum, punya pandangan bahwa negara ini negara hukum… benarkah sikap yg musti di kembangkan sebatas “taat hukum”?

    Ketika hukum masuk pada ranah politik, ketika hakim mengetuk palu tidak atas nama keadilan? maka dimanakah posisi masyarakat/rakyat?

    BANGKIT MELAWAN DEMI MASA DEPAN !!!
    ATAU DIAM, MATI DIGILAS OLEH RODA SEJARAH !!!

    • itempoeti Says:

      amat sangat sungguh-sungguh sepenuhnya setuju dengan pendapat di atas… :D

      BANGKIT MELAWAN DEMI MASA DEPAN !!!
      ATAU DIAM, MATI DIGILAS OLEH RODA SEJARAH !!!

  38. uke poet Says:

    ngomongin ini ndak ada habis2nya yah. roda sejarah terus berputar dan kejadian terus terulang kembali. mungkin memang kita menderita amnesia permanen.
    dan mbak prita harus bersyukur bahwa kejadian yg dialaminya kebarengan dengan kampanye para capres dan berkat gembar-gembor media akhirnya para capres berlomba turun tangan.
    Masalah KSS (hehe disingkat namanya nih), mungkin menunggu capres dari etnis yg sama baru ditangani.

    • itempoeti Says:

      “setiap warganegara sama posisi dan haknya di hadapan hukum” itu apa artinya ya?
      yaaa… Prita memang lebih beruntung…, diuntungkan oleh pilpres, selain juga karena tekanan publik dari para blogger seluruh Indonesia…

  39. ~noe~ Says:

    kabarnya bu prita mau menuntut balik dan kabarnya juga dia menjadi jurkam atau tim sukses megapro. wah kalo sudah begini diriku ndak ikut2an lagi.
    bagaimana cara para blogger bisa fokus ke khoe seng seng?

    • itempoeti Says:

      sejak awal yang kita perjuangkan memang bukan Prita…, tapi keadilan itu sendiri…
      soal kemudian Prita mau jadi jurkam (jurusan kampung melayu) atau jurpol (jurusan pulo gadung) itu hak politik dia dan gak ada urusannya dengan kita. masih banyak kasus2 lain yg bisa kita perjuangkan bersama…

  40. galuharya Says:

    prita menjadi media pencitraan nama baik kandidat itu kang,

    aku yakin yen masalahe ora di tengah pilpres mesti berlarut-larut

    semprul

  41. lilliperry Says:

    bukan masalah prita atau kho seng-sengnya..

    tapi masalah hukum dan sistem di negara ini yang harus kita perjelas..

  42. Kulitintacetak Says:

    wuih seru nih … kebenaran harus kita tegakkan

    Salam kenal

  43. Winny Kwee Says:

    Didalam kasus yang sama dengan KSS, tidak hanya satu tapi tiga etnis cina yang akan ditekan habis oleh konglemerat yang juga sama dari etnis cina. (jeruk kog makan jeruk). Salah satu sudah diputus di Jakarta Selatan, dengan putusan yang Menang yang Bayar, bukan yang Menang yang Benar. Disini kita semua akan bereskan motto yang ada dipengadilan selama ini yaitu “KEADILAN BAGI YANG BAYAR” menjadi “KEADILAN BAGI YANG BENAR”.
    Besok sidang pembacaan “Duplik” oleh KSS di pengadilan Negeri Jakarta Timur jam 10 pagi. Mohon dipantau. Kami tidak akan menang tanpa adanya dukungan dari kawan-kawan semua.

    Ingat bukan Prita atau KSS yang kita perangi sekarang ini, tetapi “TEGAKKAN KEADILAN, JANGAN RAKYAT KECIL TERUS DITEKAN KARENA KEADILAN HANYA UNTUK YANG MAMPU BAYAR”

  44. suwung Says:

    ayoooo suarakan kebenaran

  45. KangBoed Says:

    SETUJU.. SETUJU.. SETUJUUUUUUU..
    Salam Sayang

  46. artasastra.com Says:

    Wew..
    Jadi ada kemungkinan..
    Hasil peradilan prita..
    Juga berbau politis ya..
    Hmm.. ;)

  47. azaxs Says:

    kalo kasus ini berlarut2 akan menjadi residen buruk dan semakin buruk sistem peradilan indonesia..

    Ditambah kasus Khoe Seng Seng dan ada kabar terbaru pencemaran nama baik lewat facebook.. kayae indonesia semakin gelap.. tidak ada ruang mengutarakan pendapat.. saatnya para blogger masuk penjara.. (doh)

  48. geRrilyawan Says:

    capek juga kalau semua hal ternyata ada udang di balik batunya….krisis kepercayaan nih saya.
    khoe seng seng memang sial, karena kasusnya mirip dan berdekatan dengan prita mulyasari. kasihan…
    begini deh kalau suatu kasus cuma buat komoditi politik…gampang terlupa atau terlewat.

    • itempoeti Says:

      memang perlu kesabaran, determinasi dan konsistensi yang tinggi untuk memperjuangkan keadilan. kalau yang diperjuangkan hanya pada kasusnya, kita akan terjebak pada permainan politik sesaat.

  49. chikal Says:

    ada award tuuh om..

  50. D3pd Says:

    Bohh…saya selalu siap mendukung beliau teman…^_^…V salam D3pd

  51. KangBoed Says:

    HUUUWAAKAKAKAK.. SORRY BOSSS SAYA SALAH KETIK NOMER HP.. HEHEHE.. MAAP YAAA.. NANTI SORE SAYA TELPON YAAAAAA…
    SALAM SAYANG

  52. cebong ipiet Says:

    mas, diriku ndak ngerti yg dirimu tanyakan di imel itu
    lah trus tanyak temenku kan yho, malah jawabe jare templet e ndak support
    *alibi wi paling ya areke ndak mudeng y*

  53. haris Says:

    yg penting adalah terus mempertahankan kewaspadaan kita semua terhadap kasus2 pemberangusan kebebasan berpendapat semacam itu!

  54. chikal Says:

    klo mang masih ada yang ga terima di kritik ya mendingan mati aja tuh orang.. masa di kritik demi kemajuannya sendiri ga terima dasar egois… yo kita makan kritik (eh salah makan kripik bil ngupi) heheheheheee….

    • itempoeti Says:

      kalau udah merasa paling hebat biasanya begitu…
      setuju banget.., yg enak makan kritik sambil ngupil…
      halaaaahhhh… jadi ikut2an salah… kripik sambil ngupi… wakakakakak… :D

  55. WANDI thok Says:

    Alhamdulillah kawan, sebuah kabar yang baik, semoga tidak ada korban berikutnya.

  56. 3 in1 « itempoeti Says:

    [...] Terkini WANDI thok di Prita Mulyasari Bebas, Setelah… itempoeti di Prita Mulyasari Bebas, Setelah… chikal di Prita Mulyasari Bebas, [...]

  57. bundadontworry Says:

    jadi, kapan dong yg namanya keadilan benar2 ada dan ditegakkan.
    tanpa uang dan kekuasaan.
    duuu….hh negeriku, yg didlm negeri blm bisa dibereskan,
    gmana dg warga kita yg diluar negeri (TKI misalnya).
    oh ya mas, sekalian ijin, boleh ya saya ‘pajang’ linknya di ‘rumah’ ku.
    terima kasih.
    salam.

    • itempoeti Says:

      kalau pertanyaanya, “kapan?”
      maka jawabnya, “ketika budi nurani kemanusiaan sudah bersemayam kembali di sanubari para anak bangsa…”

      silakan mbak.., jika ingin di-link… sebuah kehormatan untuk saya… terima kasih…

  58. sofwan.kalipaksi Says:

    Yuk dukung Koin Prita Masuk Guinnes Books of Records; spy dokter-dokter di OMNI yang ndak punya nurani itu tambah malu… baca ya di sini:

    http://kalipaksi.com/2009/12/16/guinness-world-records-untuk-koin-prita/

  59. Jabon Says:

    jabon

    kenapa bisa bebas dengan semudah ituya ..??

  60. best personal injury attorney michigan Says:

    Good site you have got here.. It’s difficult to find good quality writing like yours nowadays. I seriously appreciate individuals like you! Take care!!

  61. healthy hair Says:

    You are so cool! I do not think I’ve read through anything like this before. So wonderful to find someone with some genuine thoughts on this issue. Really.. many thanks for starting this up. This web site is one thing that’s needed on the
    web, someone with a little originality!

  62. http://www.slowtrav.com Says:

    Chicken salad is a staple food that never goes out of style.

    Grill a few minutes on each side, until very golden. Waldorf salad is one such salad that is an amalgamation
    of celery, apples, walnuts, and mayonnaise.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.516 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: