Terlepas dari carut marutnya penyelenggaraan Pemilu legislatif yang baru lalu, cukup menarik rasanya untuk melihat bagaimana kecenderungan perilaku rakyat pemilih dalam menentukan pilihannya. Setidaknya dari sedikit fenomena yang terlihat bisa ditelusuri apa sesungguhnya yang dijadikan pertimbangan ketika rakyat pemilih menjatuhkan pilihannya.



























April 24, 2009 pada 3:43 pm
Dulu baik-baikan, sekarang musuhan…….
—————
Ada kamsud apakah??? Bwahahahaha…
April 24, 2009 pada 3:44 pm
popularitas memang sangat menentukan
saya kok berpikir langkah SBY dalam pilpres nanti ndak semulus apa yg di bayangkan
akan banyak koalisi partai yang akan siap bertarung.
bagus sebenernya jadi nantinya tidak ada mayoritas dan minoritas di pemerintahan,yang menang bisa memimpin yang kalah akan oposisi
kita tunggu saja…
————–
Pertarungan bahkan belum tentu berakhir sekalipun sudah ada yang terpilih sebagai Presiden…
April 24, 2009 pada 4:05 pm
evolusi demokrasi memang lambat ya pak. tapi, emang selambat ini mestinya??
Saya cukup nyengir saja melihat manuver-manuver belakangan ini. semoga saja mereka sedang tidak menjalankan konspirasi manajemen konflik kelas tinggi
—————
Justru ‘semoga’ yang dimaksudkan itu nampaknya yang sulit bisa diwujudkan mengingat mereka yang adalah aktor-aktor yang dimainkan dalam manajemen konflik yang terjadi.
April 24, 2009 pada 5:28 pm
popularitas .. duit .. bukan kinerjanya. baguuus
—————
Bwahahahahaha… Jadi inget jaman baheula…, pak Tino Sidin kalau ada yang ngirim gambar biar sejelek apapun pasti selalu dibilang baguuuusss…
April 24, 2009 pada 5:33 pm
Saya seneng berpolitik dan juga aktif di Partai .. padahal saya ndak ngerti politik
—————
Hloooohhh kok bisa??? :O
April 24, 2009 pada 5:46 pm
masih tentang pemilu dan koalisi disana-sini? doh! capek ah..
—————
Ho-oh… capek deeech… (doh)
April 24, 2009 pada 7:01 pm
oalah, tik..tik politik bunyi hujan dikitik – kitik
adohhh gerah liat situasi skg nie mas, ampe para pelaku ekonomi ikutan gerah karena index saham turun dollar naek
—————
Semua kena dampaknya… Dan nampaknya masih akan terus memburuk…
April 24, 2009 pada 9:40 pm
semoga saja Pilpress bisa damai karena kedamaian akan membawa ketentraman, dan apabila sebagai negarawan yang sejati haruslah menerima dengan legowo
—————
Semoga dengan ‘semoga’ aja sudah cukup…
Iyaaaa…., apabila…..
Tabik…
April 25, 2009 pada 12:18 am
Gamblang… siapa jagonya.. tinggal tunggu saja pertarungannya…..mantab bos…
—————
Biasanya kalau ada pertarungan, ada yang taruhan…
April 25, 2009 pada 12:22 am
yang berkuasa akan selalu mempertahankan itu, semoga jangan sampai sejarah kelam terulang lagi. kekuasan jadi alat penyelesaian berontak aspirasi rakyat.
ngemut muntahan brotowali Bweh!
ketoke aku wis komeng dehhh…
————–
Bwahahahahaha… brotowali kok diemut…
April 25, 2009 pada 6:13 am
terbaca dengan jelas, cuman di bawah resesi kok untuk beli suara enak saja ya… malah jor-joran
—————
Justru dengan adanya resesi di bawah, mereka bisa dengan enaknya beli suara…
April 25, 2009 pada 6:35 am
semangat golfut tetap membara,
saya tdk faham fulitik,
karena saya bukan fulitikus, tapi fulikucing…
—————
fulitikus vs fulikucing = Tom vs Jerry…
April 25, 2009 pada 8:48 am
Selesai Pilpres baru akan diketahui, Parpol mana yang lebih tangguh
—————
Lebih baik rakyatnya yang tangguh…
April 25, 2009 pada 10:14 am
alngkah baiknya dari para dedengkot tidak saling bermusuhan negeri ini mungkin tentram, tapi emang namanya manusia setiap orang kan berbeda pemikirannya
—————
Pikiran boleh beda… hati harus tetap satu…, untuk Indonesia Raya…
April 25, 2009 pada 2:44 pm
Sepertinya emang kekuatan figur masih banyak berperan untuk kemenangan PD, lagi pula kalau kita runut janji2 partai, sejak jaman dulu sampai sekarang sama saja (baik sama konteks isi, maupun Realisasi yang hanya retorika belaka)…
cuman menurut saya ini baik untuk ke depan… minimal sebagai pelajaran bagi tokoh2 politik besar yang suatu saat berkuasa, akan memperhatikan trax record untuk pemilihan periode berikutnya..
menurut saya seperti itu sih mas…
—————
Setuju banget… Asal jangan terus2an belajar tapi gak pinter2…
lama nggak berjumpa gimana kabarnya?
April 25, 2009 pada 3:30 pm
SBY memang sulit dibendung
mungkin koalisi Golkar-PDIP-Gerindra-Hanura-dan seabrek parpol kecil akan bs memberikan perlawanan seru
dengan catatan capresnya Prabowo atau Sultan
alias jangan JK atau Mega
————–
Yup… minimal ada perlawanan… biar seru ya Broo… Kita tonton aja permainannya…
April 25, 2009 pada 4:34 pm
kalau sampai hari ini sih tampaknya ada dua kubu yg tetap kuat ya Mas, tapi terserah mereka bagaimana saling berkompetisi. Selama yg menang nanti punya komitmen saja sama rakyatnya.
—————
Yang kita butuhkan memang adalah komitmen terhadap rakyat siapapun yang pemenangnya…
April 25, 2009 pada 4:38 pm
politik semakin bergejolak, suka ketawa sendiri ngelihat tingkah polah elite2nya. besok saling hujat, saling tendang, saling sikut, saling menjatuhkan, satu detik kemudian bisa saling merangkul dengan berbagai expresi wajah yang sengaja dimanis2in. embohh, gak ikut2an. jadi penonton ajah
—————
Bwahahahahaha… Iyaaa…, ketawa soalnya lebih lucu dari Srimulat…
April 26, 2009 pada 8:31 am
Kalau saya sih ngikut aja, pokoknya gimana baiknya aja… wkwkwkwk…
—————
Jadi makmum yang baik aja susah yaaa… Apalagi jadi imam yang baik…
April 26, 2009 pada 6:44 pm
itu plurklitik memang susah untuk diprediksi.. (doh)
————–
Bwahahahahahahaha…
April 27, 2009 pada 8:34 am
ayo dukung calon tunggal di pilpres 2009 biar lebih seruuu lawannya kotak kosong
—————
Asyik tuch Kang kalau sampai kejadian… okeh banget daaahhh… Wakakakakakak…
April 27, 2009 pada 10:30 am
udah deh, dari pada pusing, pilih yang paling ganteng aja. eh, gak ada yang ganteng, ya?
—————
Makin pusing doooong… Abis gak ada yang ganteng sich… Wakakakak…
April 27, 2009 pada 11:41 am
golputnya berapa persen ya? artinya masih banyak suara massa mengambang golput utk pilpres nanti.
aku juga setuju tag PKS, siapapun presidennya, partainya pilih PKS. belum tentu orang yang mencontreng satu partai tertentu akan memilih capres dari partai itu juga.
kaya’ aku, kemarin pilleg golput, nanti di pilpres kemungkinannya golput juga.
loh ???
—————
Golput hampir 50%. Gak pa pa… Golput mungkin haram…, tapi gak dosa kok…
April 27, 2009 pada 3:06 pm
ya pemilu ini membuat saya kecewa karena semua keluarga saya tidak dapat undangan. gemana nih mas mahendra?
—————
Bersyukurlah Mas Bagus… Banyak yang ingin seperti anda… GOLPUT tapi halal…
April 27, 2009 pada 5:42 pm
wah kayak paranormal… bisa membaca masa depan
—————
Untung baru kayak.., belum jadi paranormal beneran… Tapi yang bener bukan paranormal…, tapi para-abnormal… Wakakakak…
April 28, 2009 pada 10:12 am
Kenapa ya kok kalah dan menang? seharusekan jadi kemenangan bersama
—————
Hlaaa itu apa Cak… Seharusnya menjadi kemenangan bangsa… bukan kemenangan indibidual… Suwun nggih Cak mpun mampir…
April 30, 2009 pada 7:30 pm
Wah, payah. Kok mau menang aja mesti ngandalin popularitas? Ini kan kerja seluruh partai, bukan cuma kerja satu orang lho..
—————
Idealnya memang begitu… Tapi kenyataannya popularitas individu yang lebih dominan menentukan…
April 30, 2009 pada 9:46 pm
kultur politik rakyat agaknya masih bercermin pada perilaku politik elite anutannya, terutama yang sedang berada dalam lingkaran kekuasaan. apalagi, mereka mampu menarik simpati rakyat lewat BLT atau penurunan BBM.
————–
Setuju Bro.., rakyat kita memang mengalami krisis multi dimensional termasuk juga krisis keteladan…
Mei 2, 2009 pada 10:15 am
Saya setuju dengan sawali tuhusetya, salam kenal…
—————
samaaa…, saya juga setuju dgn kang Sawali… salam kenal juga…
Mei 10, 2009 pada 9:19 am
Semoga calon presiden kita benar2 org yg punya itikad membangun dan memperbaiki bangsa juga membela rakyat.
Bukan memperkaya diri dan membela kelompoknya.
—————
Yaaa…. Semoga dan semoga…
Mei 11, 2009 pada 12:53 pm
jalan-jalan di siang hari singgah sebentar mengambil napas sejenak..
salam kenal
————–
Salam kenal juga… Dengan senang hati menyambut tamu…
Mei 12, 2009 pada 6:42 pm
[...] Setelah salah satu sisi kotak Pandora terbuka melalui Pemilihan Legislatif pada 9 April 2009 baru lalu. Maka satu sisi lagi kotak Pandora akan segera terbuka pada 8 Juli 2009 nanti melalui Pemilihan Presiden. [...]
Mei 21, 2009 pada 1:49 pm
[...] Setelah salah satu sisi kotak Pandora terbuka melalui Pemilihan Legislatif pada 9 April 2009 baru lalu. Maka satu sisi lagi kotak Pandora akan segera terbuka pada 8 Juli 2009 nanti melalui Pemilihan Presiden. [...]
Juli 19, 2009 pada 2:08 am
[...] pilpres 2009 yang baru saja dilaksanakan 8 Juli 2009. Hasil quick count memperlihatkan pasangan SBY-Boediono unggul telak dari kedua pasangan capres lainnya. Analisis sementara memunculkan dugaan bahwa [...]
September 27, 2009 pada 7:53 pm
[...] pilpres 2009 yang baru saja dilaksanakan 8 Juli 2009. Hasil quick count memperlihatkan pasangan SBY-Boediono unggul telak dari kedua pasangan capres [...]
Oktober 9, 2009 pada 5:13 pm
[...] pilpres 2009 yang baru saja dilaksanakan 8 Juli 2009. Hasil quick count memperlihatkan pasangan SBY-Boediono unggul telak dari kedua pasangan capres [...]
November 8, 2009 pada 1:32 am
[...] pilpres 2009 yang baru saja dilaksanakan 8 Juli 2009. Hasil quick count memperlihatkan pasangan SBY-Boediono unggul telak dari kedua pasangan capres lainnya. Analisis sementara memunculkan dugaan bahwa [...]
Mei 14, 2013 pada 9:56 am
I was curious if you ever thought of changing the structure of your website?
Its very well written; I love what youve got to say. But
maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it
better. Youve got an awful lot of text for only having 1 or two images.
Maybe you could space it out better? raspberry ketone side effects – buy raspberry ketone – raspberry ketones