Lagi-lagi Pembodohan Politik


Iklan politik makin marak bermunculan belakangan ini seiring makin dekatnya perhelatan Pemilu. Di beberapa stasiun televisi nasional, frekuensi pemunculan iklan politik juga memperlihatkan intensitas tayang yang semakin sering.

Salah satu yang menarik perhatian adalah iklan Partai Demokrat yang mengekspos penurunan harga BBM yang baru-baru ini diumumkan oleh pemerintah. Iklan tersebut begitu verbal menyampaikan pesan bahwa penurunan harga BBM yang terjadi menunjukkan betapa tingginya keberpihakan dan kepedulian SBY kepada rakyat.

Logika yang dibangun dalam pesan yang disampaikan tersebut jelas menyesatkan, kalaupun tidak bisa dikatakan sebagai pembodohan publik. Penurunan harga BBM yang terjadi bukan berangkat dari faktor internal keberhasilan pemerintah untuk meningkatkan cadangan devisa dengan meningkatkan pendapatan negara dari sektor non migas. Sehingga dengan begitu bisa dilakukan penambahan subsidi BBM yang membuat harga BBM menjadi turun.

Harga BBM diturunkan karena memang harga minyak dunia turun mencapai US$40/barrel. Penurunan harga BBM yang dilakukan oleh pemerintahan SBY pun sesungguhnya terlambat bila dibandingkan negara-negara lain yang lebih dulu menurunkan harga BBM di dalam negerinya akibat penurunan harga minyak dunia.

Yang mengherankan lagi, penurunan yang dilakukan tidak sebanding dengan penurunan harga minyak dunia. Sebagai gambaran, ketika harga minyak dunia US$. 70.00/barel, terjadi kenaikan harga BBM dari Rp. 2.500,-/liter menjadi Rp. 4.500,-/liter. Lalu setelah terjadi kenaikan menjadi US$ 125.00/barel,  terjadi kenaikan harga BBM dari Rp. 4.500,-/liter menjadi Rp. 6.000,-/liter. Anehnya, ketika harga minyak dunia mencapai US$. 45.00/barel, SBY hanya menurunkan harga BBM dari Rp. 6.000,-/liter menjadi Rp. 4.500,-/liter.

Seharusnya, penurunan harga BBM bisa mencapai setidaknya kisaran harga Rp. 2.500,-/liter.

Dilain sisi, kenyataan di lapangan yang terjadi memperlihatkan bahwa penurunan harga BBM ternyata tidak diikuti oleh penurunan tarif transportasi angkutan. Akibatnya ini juga berdampak pada harga-harga bahan pokok lain yang juga tidak mengalami penurunan harga.

Hal ini memperlihatkan betapa lagi-lagi terjadi pembodohan publik yang dilakukan oleh elit politik dengan menghalalkan segala cara termasuk melalui iklan-iklan politik yang ilusif dan manipulatif hanya untuk sekedar mendapatkan suara sebanyak-banyaknya pada Pemilu yang akan datang.

Akankah hal ini akan terus berulang?

Sampai kapan hal seperti ini akan terus berlangsung?

Hanya kita……, rakyat yang bisa menjawabnya……

About these ads

40 Tanggapan to “Lagi-lagi Pembodohan Politik”

  1. suryaden Says:

    namanya juga bahasa marketing mas, gimana caranya asap solar sewangi parfum…
    wuehehehe….
    ———————-

    Jadi kalau marketing boleh-boleh dan sah-sah aja membodohi rakyat??? Opo piye? Ra mudeng aku…. Hihihihihihihi……. :D

  2. awie Says:

    kayanya sih sampai kiamat indonesia akan begitu 1000x
    ———————

    Banyak bener mas Awie…. Kok sampai 1000X… Hehehehehe…. :D

  3. boyin Says:

    lha kita harus bersyukur lho..ada media blog seperti mas mahendra ini yang bisa mengingatkan…kalo di vietnam udah di bredel membahas beginian..
    ———————-

    Apalagi di Myanmar ya Mas… Luwih kereng meneh jarene…. Matur nuwun…. Tabik…. :D

  4. rayearth2601 Says:

    Kita doakan saja yang terbaik untuk bangsa ini….

    semoga Pemilu 2009 semakin baik
    —————–

    Mari Mas…, selain doakan yang terbaik.., kita juga lakukan yang terbaik pula untuk bangsa ini…. Semoga bangsa ini semakin baik…

    Terima kasih… Tabik… :)

  5. suryaden Says:

    iya marketing kan isinya orang pinter nipu to…
    satriyo piningite itu kasihan ya, gak bisa ngetik…
    kekekekeke….
    ——————-

    Ssssstttt…., nanti ada orang marketing yang denger hloooo…. Hihihihihihi…. :D

    Bukan gak bisa ngetik…. Itu “dawuh” yang langsung diketik…, ora keno diowahi kudu plek karo dawuhe…. Wkwkwkwkwkwk….. :D

  6. mochamad toha Says:

    Kang Suryaden, Satrio Piningit-e masih diumpetin sama Kang Mahendra. Nanti saat Pilpres 2009 akan dikeluarin. Soal iklan BBM turun 3 kali ini juga sempat saya catat di dalam blog saya: http://www.mochamadtoha.blogspot.com. Kalau soal Satrio Piningit, sudah bisa dibaca di: http://www.tirtaamijaya.worldpress.com.Punten Kang, numpang alamat ya, gak apa-apa kan? Biar teman-teman kunjungi blog saya. Tapi maaf, mungkin belum sempurna karena masih belajar. Trima kasih.
    ——————–

    Jatah keluarnya nanti bukan di Pilpres 2009. Panggungnya bukan disitu karena itu panggung kekuasaan. Satrio Piningit tidak bermain pada domain kekuasaan, tapi kemaslahatan. Weelleeeehhhh…, sok tahu banget yaaa….. Hihihihihi…. :D

    Mangga Kang Toha…, selama masih bisa bermanfaat untuk semua silakan aja blog saya dimanfaatkan.. Nuhun… :)

  7. Yudhi Says:

    Yah gitu deh. simpel tapi dalem..;-)
    ——————

    Oooohhh gituuu yaaa…. Hihihihihihi… Thanks…. :D

  8. ami Says:

    hal2 seperti ini yang seharusnya membuat kelompok creative minority untuk berani sesegera mungkin tampil dan menunjukkan kebolehannya mengelola negara ini. bagaimana rakyat bisa belajar menjadi lebih baik apabila yang berani tampil hanyalah partai2 dengan motto ‘tersembunyi’ mendapatkan keuntungan diatas kerugian rakyatnya.

    memperhatikan gaungnya pemilu 09 ini bakal semakin banyak warga negara yang tidak menggunakan hak pilihnya disebabkan karena makin menyadari permaianan politik yang dimainkan bukanlah mendahulukan kepentingan orang banyak.

    saya sering tidak habis pikir dengan pelaku politik yang pandai bicara, rapat, kongres, membahas kesengsaraan rakyat tetapi dengan nyamannya menggunakan hp keluaran terakhir, mengendarai suv ataupun memiliki rumah bertingkat mewah. maupun ekstrimnya, dengan dalih ikut merasakan kesengsaraan rakyat kemudian hidup tanpa upaya yang maksimal sehingga tidak juga memiliki kelebihan materi yang bisa dimanfaatkan untuk membentuk sebuah kelompok atau partai mandiri yang murni mementingkan rakyat banyak.

    peran rakyat bukanlah turut nyemplung masuk ke kancah dunia politik secara langsung tetapi saya yakin dengan munculnya partai yang memenuhi harapan rakyat maka dengan sukarela rakyat akan menjadi pendukung secara moril dan materiil. sekarang ini yang terutama adalah munculnya kelompok ‘orang2 yang menganggap dirinya pelaku langsung di dunia politik dengan kesadaran mementingkan rakyat banyak -crative minority-‘ untuk mengimbangi peran partai2 kelas atas yang ada sekarang ini. salam
    ——————

    Saya sangat setuju bahwa creative minority harus segera melakukan kerja-kerja (sedang bekerja?) kerakyatan dan kebangsaan yang konkrit untuk kepentingan rakyat dan bangsa.

    Tentu kemunculan mereka jauh dari hingar-bingar media massa karena apa yang mereka lakukan bukan demi meraih popularitas dan kekuasaan. Namun semata-mata tanpa pamrih bagi kepentingan rakyat dan bangsanya. Mereka ada tapi tiada. Tiada tapi ada.

    Ada 7 kelompok creative minority yang saat ini tersebar di tujuh pulau besar di Indonesia. Mereka berkarya karena keterpanggilan budi nuraninya.

    Waktu saja pada akhirnya yang akan mematangkan situasi yang ada. Semua variable perubah akan tersinergikan dengan proses pergerakan alam. Semua tinggal menunggu waktu saja. Karena waktu adalah kuasa Sang Khalik.

    Terima kasih atas ulasannya yang sangat visioner. Tabik… :D

  9. nirwan Says:

    SBY tak perlu lagi membodoh-membodohi rakyat, wong rakyatnya memang udah bodoh dari dulu!

    Gaya pencoblosan pake paku itu tandanya orang Indonesia itu bengak-bengak, bodoh-bodoh, pendidikannya masih primitif. Mencoblos itu tandanya Indonesia ini masih buta huruf!

    Dari tahun 1955 sampe 2004, plus pilkada-pilkada 2008-2009, Indonesia masih tetap juga mencoblos! Weleh-weleh … bangsaku ini. Lha kemudian para presiden bilang, pemberantasan buta huruf di Indonesia sudah cukup tinggi! Hahahaha… aneh bukan?

    Untungnya -lha masih pake untung lagi- di 2009, udah pake contreng. Ini tentu bukan karena pemerintah sudah sadar sm amburadulnya pendidikan di negeri ini. Wong, 20% anggaran pendidikan tak pernah dipenuhi kok.

    Megawati dan Soesilo Bambang Yudhoyono harusnya sudah di-impeach karena BERKHIANAT terhadap konstitusi. Kenapa? Karena mereka bilang anggaran pendidikan gak bisa 20% karena duit negara gak ada. Benar?

    Mari kita hitung. Misal APBN 1000 Triliun, maka anggaran pendidikan harus 200 Triliun. Nah, nah, nah, kl pake logika kekuasaan Megawati dan SBY, ya, juali aja BUMN dan kontrak karya dengan asing itu. Jumlahnya, masya allah, ribuan triliun! So, cerita gak ada duit darimana?

    Itu pelanggaran konstitusi, mereka sudah melawan konstitusi! Megawati dan SBY adalah para pengkhianat konstitusi. Dan, mereka akan semakin berkhianat kala nanti bertarung di 2009.

    Dan sialnya, mas Mahendra yang kebetulan pula -mungkin- tak ingin memilih mereka, harus kena fatwa haram golput pula.

    Selamat masuk neraka, Mas! Siap-siapin uang sogok bagi malaikat penjaga pintu neraka. Mesti banyak nimpa duitnya, mas. Soalnya, penguasa di negeri ini, sudah nyogok duluan.

    Jangan lupa, pas masuk neraka nanti, bilang-bilang “assalamualaikum.” Mana tau, para ulama Indonesia yang kebetulan udah di sana, masih mau menjawab salam.

    ==
    NB: Mas, mas, di sana gak bisa lagi ngerokok, di dinding neraka sudah ada tulisan: “Ruangan Bebas Asap Rokok”.

  10. nisa Says:

    Saya setuju Kang,,
    Pembodohan buat masyarakat karena Pemilu tapi masyarakat tidak bodoh kan;-)..hehehe

  11. wahyubmw Says:

    Itulah politik, kita harus tahu politik kalo tidak kita dibodohi oleh politik, tapi kita jangan anti terhadap politik, karena tidak semua parpol kelakuannya seperti itu, ada kok yg baik, pinter2 saja milih

  12. aRieF do0n9™ Says:

    namanya juga pemerintah…
    ada aja celah yang bisa dipake buat korupsi..

    tapi sekarang, tarif angkutan umum udah turun lho…

  13. ahmad sheva Says:

    betul kata mbak yenni . dagelan politik makin banyak . tp saya jadi bingung nih . yang bodoh tu PENGUASA ama RAKYAT ya ? klo tulisan mas bs mencerminkan tingkat kepintaran rakyat Indonesia , maka rakyat Indonesia enggak bodoh . lah trs yang bdoh ? PENGUASA kali ya ? :D:D:D

  14. Ullyanov Says:

    Maaf, bukan mengimbau, bukan mengajak, bukan memerintahkan. Tapi, saya dan rakyat lainnya sepakat untuk tidak menjawab berbagai persoalan itu. Saya dan rakyat lainnya akan memilih diam, ngambek, dan GOLPUT.

    Lho, golput kan haram? Eh..peduli amat. Mau dosa, mau masuk neraka, emang gue pikirin. Kalo pun harus masuk neraka, saya yakin surga itu bakalan kosong, ga ada penghuninya. Karena para penerus nabi dan para pejabat korup serta membodohi rakyat itu juga udah masuk dalam daftar antrean masuk neraka. Bedanya, mereka berada di urutan pertama. Posisi mereka ada di kerak neraka, paling bawah, paling panas.

    Oke? Udahlah, GOLPUT aja.

  15. soerdjak Says:

    ya..ya…ya.. bgitulah dunia perpolitikan negeri ini. ngejelimet.

  16. thevemo Says:

    Namanya juga jualan kecap mas..mana ada yang ngaku kecapnya no dua…

    Kao penurunn harga minyak 4500 kita gak disubsidi lagi mas

    Laporan..PRnya lagi dikerjakan

  17. mikekono Says:

    pembodohan publik
    sudah saatnya diakhiri
    caranya bagaimana,
    mari sama-sama mencari
    dan mendukung figur pemimpin
    nasinal yang jujur dan
    selalu berpihak pada kepentingan rakyat

  18. pakde Says:

    Nampaknya….aliran menghalalkan segala cara ini sudah tertanam di benak mereka, Sayangnya mereka tidak berfikir, kita tinggal di bumi yang sama, langit yang sama, eh malah begini sama bangsa sendiri ya…..!!

    Mudah2an dengan lahirnya pemimpin baru suatu saat nanti (entah kapan dan enath siapa) akan muncul satu sosok yang dapat meluruskan jalan ini. sehingga tidak tampak lagi apa dan siapa yang dibodohi.

  19. Hejis Says:

    Jadi rakyat kayak saya ini repot. Belajar menjadi pinter harus dua kali. Pertama, belajar ilmu pengetahuan biar mengetahui fenomena, sebab-akibatnya, dan solusi atas masalah yang terjadi. Kedua, harus belajar ilmu “anti-pembodohan”. Padahal di negara-negara yang maju, orang cukup memelajari yang pertama saja karena di sana penipuan tidak sebanyak di sini. Nasib… nasib. Ya nasib, ya nasiiiiib. Mengapa beginiiii…. :(

  20. madhysta Says:

    memang harus dipikirkan bersama, tapi biasanya kalau mikirnya rame2, hasilnya juga rame2(ribut mulu)… hehehehe

  21. randualamsyah Says:

    Pasti dikira kita ini bodoh betulan…

  22. Ersis Warmansyah Abbas Says:

    Biar saja, bebas saja, namanya juga iklan. Kan ngak wajib diamini, jangan mau dibodohi he he

  23. Mahendra Says:

    @ Bung Nirwan
    Saya selalu mengagumi kecerdasan dan daya kritis anda… Keep on the track kawan !!! :)

    @ Mbak Nisa
    Saya yakin kita semua tidak bodoh. Namun banyak dari kita yang masih tersesat oleh iklan politik. :)

    @ Bung Wahyu
    Setuju… Kita harus melek politik biar gak terus menerus dipolitisir… :)

    @ Bung Arief
    Pemerintah selaku menggunakan prinsip, “Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah?”

    Kalau turunnya tarif angkutan baru terjadi di beberapa daerah tapi tidak secara nasional, tidak akan cukup signifikan untuk bisa menurunkan harga komoditi yang lain. :)

    @ Bung Ahmad
    Yang bodoh itu adalah mereka yang merasa pintar sehingga tidak tahu kalau dirinya bodoh. Jadi.., yang pasti bukan rakyat yang bodoh… :)

    @ Bung Arief Ullyanov
    Semoga semakin banyak orang yang menggunakan hati nuraninya seperti anda…

    Tapi tetap Bung, pada saatnya nanti Hari-H pemilihan kita tetap harus ke TPS. Ini demi mengamankan kertas suara jatah kita supaya tidak disalahgunakan karena kita tidak datang dan menggunakannya.

    Masih lebih baik kertas suara dinyatakan rusak pada saat penghitungan suara ketimbang kertas suara yang tidak digunakan tiba-tiba berubah jadi memberikan suara kepada calon tertentu atas nama data pemilih yang ternyata sudah meninggal.

    Ngeri kan kalau orang mati masih bisa nyontreng??? :D

    @ Bung Soerdjak
    Bukan hanya njelimet…, tapi ruwet… :)

    @ Bung Erwin
    Logika subsidi itu menyesatkan. Intinya, apakah pemerintah sebagai penyelenggara negara mau menyejahterakan rakyatnya?

    PRnya nanti saya tengokin. Maaf terlambat… :)

    @ Bung Agus Salim
    Amat sangat setuju Bung… Mari… :)

    @ Pak De
    Semoga… Amien… Kita tidak bisa menyerahkan pekerjaan rumah sebanyak ini hanya pada satu orang, sementara kita hanya duduk menonton.

    Mari kita semua bahu-membahu bersama-sama yang meluruskan jalan ini di ruang karya kehidupan kita masing-masing.

    Seperti halnya sekumpulan lidi yang terikat menjadi sapu lidi yang bisa membersihkan kotoran di pekarangan rumah kita.

    Saya yakin ini akan menjadi gulungan salju yang makin membesar. :)

    @ Bung Heru Puji Winarso
    Berarti kita ilmunya lebih tinggi daripada mereka yang belajar di negara maju.

    Bukan begitu ? :D

    @ Bung Madhysta
    Kalau hanya dipikirkan memang akhirnya ribut melulu. Mungkin sebaiknya tidak hanya dipikirkan dengan rasio akal, tapi secara seimbang juga direnungkan dengan hati nurani.

    Saya yakin, kita akan menemukan solusi bersama atas kesadaran dan kehendak bersama. :)

    @ Bung Randu Alamsyah
    Yang mengira kita bodoh betulan biasanya jauh lebih bodoh dari kita. :D

    @ Bung Ersis
    Setuju… Kebebasan tidak bebas nilai. Ada tanggung jawab yang melekat dalam setiap tindakan bebas yang dilakukan terkait dengan etika, estetika dan logika.

    Kebebasan tanpa tanggung jawab = liar, biadab dan anarkhi. :D

  24. mamas86 Says:

    Kita sebagai rakyat kecil makin bingung… Mau PEMILU… calonnya malah saling ejek, hal itu justru menunjukkan sifat jelek mereka masing2… Kayaknya semua nggak ada yang pantas untuk menjaDI PEMIMPIN BANGSA INI.
    —————–

    Saya yakin ada yang pantas untuk menjadi pemimpin bangsa ini… Mungkin saja anda salah satunya…, semoga… Tabik… :)

  25. Ahmad Riadi Says:

    Walau gimanapun kita harus memilih, semua manusia ada kekuranganya dan kelebihanya masing2.. kebanyakan orang menyalahkan seorang pemimpin tetapi ketika dia jadi pemimpin mungkin akan lebih buruk lagi kejadiannya…
    —————–

    Semua manusia memang memiliki kekurangan dan kelebihan masing2. Tapi kita semua juga tahu setiap pekerjaan dan jabatan publik menuntut syarat-syarat yang mutlak harus dipenuhi apalagi jika itu adalah seorang pemimpin.

    Kita tidak bisa memilih seseorang yang jorok dan ceroboh untuk jadi cleaning service. Karena sudah pasti dia sulit untuk memenuhi standard ‘clean’. Atau sebaliknya.., kita tidak bisa berharap seseorang yang jijikan untuk mau bekerja menjadi penyedot tinja.

    Siapapun orangnya pantas untuk menjadi pemimpin sepanjang dia sadar dan tahu diri apakah dia memang pantas untuk menjadi pemimpin. Yang tidak pantas untuk menjadi pemimpin adalah orang yang tidak tahu diri dan sadar diri kalau dirinya tidak pantas jadi pemimpin tapi memaksakan diri untuk jadi pemimpin. Bahkan ketika dia diberitahu bahwa dia tidak pantas untuk jadi pemimpin pun dia masih tidak sadar dan tetap memaksa untuk jadi pemimpin.

    Saya setuju bahwa setiap orang harus memilih.., termasuk juga memilih untuk tidak memilih.. Karena itu juga adalah hak manusia yang paling asasi.

    Tabik… :)

  26. Ahmad Riadi Says:

    Kalo begitu pendapat anda siapa yang paling baik ato layak untuk jadi pemimpin ?
    karena kita tahu smua calon pemimpin merasa dirinya pantas untuk memimpin indonesia walaupun masyarakat merasa bahwa dia(calon pemimpin) tidak pantas untuk menjadi pemimpin,,,,
    dan untuk tidak memilih memang adalah hak yang paling asasi tetapi kita tidak menyumbangkan aspirasi kita terhadap bangsa,, jika smua masya berpikiran smua seperti itu,,bagaimana bangsa kita ini?
    haruskah semua orang diam dalam kebisuan? dan tidak memilih, sumbangkanlah sura kita untuk memilih yang terbaik jika bukan masyarakat kita lalu siapa lagi?
    —————-

    Penyebutan nama hanya akan mempersempit kemungkinan dan kesempatan bagi lahirnya pemimpin sejati.

    Siapapun dia biarkanlah dia terlahir dari jerit tangis kesengsaraan rakyat sehingga mampu mengemban amanat penderitaan rakyat.

    Pemimpin sejati hanya terlahir dari hasil kristalisasi keringat dan tetesan darah perjuangan bagi kemaslahatan umat, rakyat dan bangsa ini. Dia muncul dari kawah candra dimuka-nya persoalan bangsa tidak dengan janji-janji namun dengan karya nyata.

    Bukan siapa…, tapi apa yang sudah dia lakukan bagi kemaslahatan umat dan bangsa ini, itu yang lebih penting. Bukan nama.., tapi karya yang berbicara.

    Tabik… :)

  27. ridhoyp Says:

    whoah.. ternyata begitu yah? aku baru tau :( emang ga sesuai banget tuh.. pake rumus aja.. jauh banget .. hix hix.. yah begitu lah..
    —————–

    Ya itulah nasib rakyat yang selalu dijadikan korban pembodohan oleh elit politik… Tabik.. :)

  28. putrinegriangan Says:

    makanya Megawati Soekarnoputri gerah dan meminta PD menarik iklan menyesatkan itu.. :)

    mari kita duduk manis saja.. menonton dari depan televisi.. betapa pesta demokrasi kita membodohkan Indonesia dan menghabiskan duit rakyat..

    mereka akan saling berebut simpati..
    yang satu mengusung topeng seolah dia yang menjadi pahlawan perbaikan ekonomi Indonesia..
    yang satu tenang2 aja dengan posisi wakil..
    yang satu lagi bawa2 nama ibu2 Indonesia..

    Kita tonton saja mereka.. menertawai lewat dunia maya..
    :)
    —————-

    Ingin rasanya bisa duduk manis melihat panggung politik yang sedang mementaskan sebuah komedi satir tentang kekuasaan.

    Namun malu rasanya ketika kita sadar bahwa apa yang mereka lakukan dan sedang terjadi saat ini ternyata mempertaruhkan masa depan kita -rakyat- para penonton.

    Sedang kita yang masa depannya sedang dipertaruhkan cuma duduk manis saja menonton sambil tertawa-tawa.

    Ironis bukan?

    Tabik… :(

  29. LieZMaya Says:

    iklan2 seperti itu malah membuat saya malas menonton TV lokal hehe
    —————-

    Wah sama… Saya dan keluarga sudah sejak lama tidak nonton TV lokal. Masih lebih menarik Animal Planet ketimbang iklan politiknya Partai Politik.

    Tabik… :)

  30. siswanti kusumo Says:

    weh, weh ora lelahnya menggerutu, itu tanda kita tahu apa yg kita inginkan dan itu adalah kebutuhan yang mendasar (aktualisasi) bukan sembako, menjadi orang terhormat karena mampu mengappresiasikan diri cerdas untuk mengemukankan pendapat, yg tdk cerdas adalah mereka yg hanya bisanya menuntut tapi tidak tahu yg harus dilakukan, saya yakinkan kalian bukan golongan semacam itu kan?!
    —————-

    Saya juga sangat yakin anda juga bukan golongan semacam itu kan?!

  31. mrpall Says:

    selain kita doakan yang terbaik.., kita juga lakukan yang terbaik pula untuk bangsa ini…. Semoga bangsa ini semakin baik…
    tidak hanya kritik saja …..
    —————-

    Kritik adalah salah satu cara agar bangsa ini semakin baik…

  32. bagusweda Says:

    masmahendra,dulu orang tua bilang ,janganlah belajar bohong ,nanti bisa membohongi orang lain,dan tidak dipercaya orang. apakah perlu dipercaya lagi?
    —————-

    Hanya keledai yang terantuk dua kali pada lubang yang sama… ;)

  33. doublew Says:

    Maaf aja kalau saya harus Golput, meskipun skrg belum ada pemimpin yang memadai tapi saya akan memilih yang terbaik dari yang ada meskipun semuanya jelek. Paling tidak saya akan pilih negarawan yang berani mengambil keputusan meskipun harus mengorbankan popularitasnya daripada seorang politisi yang jaga image hanya karena takut tidak dipilih rakyat. Kalau saja SBY adalah murni seorang politisi, saat-saat menjelang pemilu spt sekarang untuk mengambil hati masyarakat pasti dia sudah menurunkan harga BBM yang menjadi sorotan itu.
    —————-

    Yang jadi soal sekarang ini belum ada elit politik yang punya kelas kenegarawanan. Semua levelnya baru politisi.

    Tidak memilih bukanlah golput, karena tidak memilih juga adalah sebuah pilihan. Tabik… :)

  34. galuharya Says:

    pelaku politik memang keminter (makanya suka membodohi)
    kayaknya nomer 31 tebar pesona dan cari sensasi :)
    —————-

    Iyaaa…, sekarang memang musimnya semua tebar pesona dan cari sensasi… Tabik… :)

  35. Pemilu 2009, Terbukanya Kotak Pandora « itempoeti Says:

    [...] yang sekarang ini sudah terhambur keluar dari kotak Pandora kekuasaan melalui Pemilihan Legislatif, hamburannya masih akan terus bertambah [...]

  36. Public Blog Kompasiana» Blog Archive » Pemilu 2009, Terbukanya Kotak Pandora Says:

    [...] yang sekarang ini sudah terhambur keluar dari kotak Pandora kekuasaan melalui Pemilihan Legislatif, hamburannya masih akan terus bertambah [...]

  37. Kotak Pandora dan Pemilu 2009 | itempoeti Says:

    [...] yang sekarang ini sudah terhambur keluar dari kotak Pandora kekuasaan melalui Pemilihan Legislatif, hamburannya masih akan terus bertambah [...]

  38. dbo911 Says:

    PEMBODOHAN..?!?

    Sudah dilakukan SEJAK SILK-ROAD…
    Awalnya Jalur DAGANG…
    Kemudian diikuti penyebaran AGAMA…
    Kemudian lagi POLITIK perluasan Kekuasaan/Kolonisasi…

    Tiga Unsur-Utama PEMBODOHAN adalah :
    DAGANG – AGAMA – POLITIK

    Bahkan TRIK-PEMBODOHAN paling mujarab :
    AGAMA dijadikan kemasan bahkan alat Legitimasi DAGANG & POLITIK…

  39. hadi wirojati Says:

    pamuji rahayu..,

    ya.. semua begitu sudah dkat dengan pemilihan dan pencalonan sebagai pemimpin bangsa sampai tingkat bawah saling beradu kebodohan…, mungki sering kita melihat tayangan di televisi isinya hanya
    ” ADOL ABAB, KAKEHAN CANGKEM, ADU COCOT ” untuk memenangkan siapa kira kira yang akan menjadi pemimpin dari golongannya…, tapi tidak sampai merambah apa yang sekiranya kita pahami sebagai rakyat.. tapi pemimpin tidak akan bisa memahami rakyat, ya karena pemimpin bangsa ini hanya dalam satu kotak…, tidak mau lepas dari kotak…, beda dengan pagelaran wayang kulit…, wayang digelar dan berkiprah membawa karakter masing – masing sampai paripurna dan ujung ujungnya yang baik yang manang.. tapi kalau dipolitik paripurnanya yang kuat duitnya ya yang menang. dan wayang begitu masuk kotak… diam, komtemplasi, dan tidak ada yang bersinggungan dan tidak pernah ada skandal… tapi kalau politik pemimpin dalam kotak sibuk berkiprah dengan aroma busuk…, abab cangkem, cangkem nggambleh kakean bathang, cocot bosok kakehan racun…,
    pemimpin kita, … hanya sebatas bisa memimpin di dalam kotak…,
    salam sihkatresnan
    rahayu…

  40. Minyak Zaitun Says:

    Namanya juga promosi produk, ya pasti diperlihatkan yang bagus-bagusnya doang. Kalau konsumen merasa tertipu ya nanti urusan belakangan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.542 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: