hihihihihihihi dah bisa dunk setelah tangan ini lecet semua sungguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh aku nda nyangka geduprak aku kaget setengah tiang ada yang kaya gini
——————–
Jaman sekarang gak boleh kagetan…. Apa saja yang diluar akal sehat bisa saja terjadi…. Hihihihihihihihi…..
Pemilu? Pemilu itu sebenarnya tidak ubahnya dengan kita membantu mencarikan pekerjaan dan duit buat mereka jika terpilih nanti. Lihat saja ketika euforia hasil pemilu 1999! Tidak sedikit orang yang sebelumnya hanya satgas partai, tiba-tiba bisa menjadi anggota dewan.
Bahkan, yang sebelumnya hanya seorang tukang pelitur, sudah bisa menjadi Ketua DPRD Kota. Duitnya menjadi banyak. Saking banyaknya sampai “lupa” ada utangnya yang belum dibayar hingga saat ini, meski sudah bebas dari penjara. Ini benar-benar terjadi.
Ada juga, yang dulunya seorang wartawan, telah dua periode menjadi anggota dewan dengan kehidupan yang mapan dan duit berlebihan. Entah bagaimana dia bisa mendapatkannya, hanya dia dan Allah yang tahu. Saya tidak pernah mengurus soal itu.
Jadi anggota dewan memang sangat menggiurkan. Setiap rapat, mereka tidak jarang, membahasnya di luar kota. Di Batu, Puncak, Denpasar, Jakarta, dan tempat lain yang bisa menghasilkan duit transport. Belum lagi, jika ada proyek pemerintah.
Lihat saja “tikus-tikus” Senayan yang kini menjadi pesakitan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Itu maling yang tidak pernah merasa malu sedikitpun, meski dia melakukan tindak korupsi. Makanya, tidak salah jika ada julukan, Senayan Sarang Penyamun.
Jadi, secara tidak langsung, sebenarnya kita yang ikut milih mereka itu juga telah menciptakan maling-maling baru yang lebih “fresh” dan mungkin juga lebih lihai dalam melakukan praktek culas nantinya. Mereka ini hanya bisa teriak-teriak seakan-akan berjuang.
Yang dilakukannya itu hanya ingin kelihatan sebagai “pembela rakyat”, wong cilik, wong dheso, dan wong miskin, serta wong pinggiran. Apakah mereka itu ada yang bela para PKL ketika diuber-uber Trantip? Tidak ada! Mereka diam saja. Padahal, dia dipilih mereka.
Calon anggota dewan sekarang ini sudah sangat enak sekali. Sebagian diantara mereka adalah anak-anak pejabat partai dan pemerintah. Karena anak pejabat partai, mereka bisa bertengger di “nomor jadi”. Tapi rasanya sekarang ini dia juga harus berjuang.
Karena, MK telah memutuskan mereka yang memperoleh suara terbanyaklah yang bisa duduk manis di kursi dewan. Kalau sudah terpilih, tinggal Duduk, Diam, Dengkur, Duit, dan Dolan. Omong kosong bicara soal rakyat. Jadi, apa perlu kita bantu mereka?
——————–
Terima kasih Kang…, sudah turut menyumbangkan fakta yang bisa memperkuat sinyalemen yang saya sampaikan.
Terus berkarya…, and keep on the track Bro !!! Tabik….
kreatif…tapi ini beneran mas?
nih mengusung warna kuning, tapi baju ijo. lumayan yang warna ijo kebawa sedikit. atau mau ada koalisi kuning sama ijo buat pilpres malahan…
tapi idenya lumayan seger dibanding yang lain. cuma hiperbolik banget hehehe…
——————
Hloooo….., ini beneran hloooo…
Hlaaa.., makanya itu.., ini amat sangat super banget sekali kreatif jadi harus hiperbolik… Baik pilihan warnanya, komposisi lay out nya dan teknik animasinya.. Wkwkwkwkwkwk….
Januari 23, 2009 pukul 4:48 pm
Blasss ra yoi.. menyemenye pol karepe kretif tur malah ming marai pingin mepe kumbahan…wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk…
mas piye kabarmu??
wah koyo omonge suryaden tukeran link yuukk??
——————–
Hloooo…, genah blogmu wis tak pasang ngono hloooo nang blogrollku….
Ojo ketularan Suryaden… Obatmu mengko soyo okeh sing kudu diombe…. Hihihihihihihi…..
Januari 23, 2009 pukul 4:49 pm
tarsan kota opo superman yo…
——————
Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwk………. Mekso banget….
Januari 23, 2009 pukul 5:29 pm
wkwkwkwkwkwk kampanye yang mengundang ……….
——————
Mengundang?????????? Wkwkwkwkwkwkwk…..
Januari 23, 2009 pukul 5:36 pm
kenapa aku ga bisa posting yah
—————–
Udah bisa kok….
Januari 23, 2009 pukul 5:37 pm
hihihihihihihi dah bisa dunk setelah tangan ini lecet semua sungguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh aku nda nyangka geduprak aku kaget setengah tiang ada yang kaya gini
——————–
Jaman sekarang gak boleh kagetan…. Apa saja yang diluar akal sehat bisa saja terjadi…. Hihihihihihihihi…..
Januari 23, 2009 pukul 6:17 pm
Duh koq malah jiplak superman gitu… belum apa-apa sudah buang duit utk royalti…
——————–
Yakin banget gak bayar royalti…, jadi ngirit… Hehehehehe….
Januari 23, 2009 pukul 7:35 pm
wik ngguanteng tenan, kalah superman
———————-
Ya kalah Superman…, hlaaa wong Superman gak nyaleg kok…. Hihihihihihihi….
Januari 23, 2009 pukul 7:40 pm
Bagus. Tapi, tuh orang tar ngantornya di planet Kripton sono. wakakakkaka…
———————–
Planet Kripton itu masuk DAPIL (Daerah Pemilihan) mana yaaaa??? Wkwkwkwkwkwk….
Januari 24, 2009 pukul 4:02 am
Pemilu? Pemilu itu sebenarnya tidak ubahnya dengan kita membantu mencarikan pekerjaan dan duit buat mereka jika terpilih nanti. Lihat saja ketika euforia hasil pemilu 1999! Tidak sedikit orang yang sebelumnya hanya satgas partai, tiba-tiba bisa menjadi anggota dewan.
Bahkan, yang sebelumnya hanya seorang tukang pelitur, sudah bisa menjadi Ketua DPRD Kota. Duitnya menjadi banyak. Saking banyaknya sampai “lupa” ada utangnya yang belum dibayar hingga saat ini, meski sudah bebas dari penjara. Ini benar-benar terjadi.
Ada juga, yang dulunya seorang wartawan, telah dua periode menjadi anggota dewan dengan kehidupan yang mapan dan duit berlebihan. Entah bagaimana dia bisa mendapatkannya, hanya dia dan Allah yang tahu. Saya tidak pernah mengurus soal itu.
Jadi anggota dewan memang sangat menggiurkan. Setiap rapat, mereka tidak jarang, membahasnya di luar kota. Di Batu, Puncak, Denpasar, Jakarta, dan tempat lain yang bisa menghasilkan duit transport. Belum lagi, jika ada proyek pemerintah.
Lihat saja “tikus-tikus” Senayan yang kini menjadi pesakitan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Itu maling yang tidak pernah merasa malu sedikitpun, meski dia melakukan tindak korupsi. Makanya, tidak salah jika ada julukan, Senayan Sarang Penyamun.
Jadi, secara tidak langsung, sebenarnya kita yang ikut milih mereka itu juga telah menciptakan maling-maling baru yang lebih “fresh” dan mungkin juga lebih lihai dalam melakukan praktek culas nantinya. Mereka ini hanya bisa teriak-teriak seakan-akan berjuang.
Yang dilakukannya itu hanya ingin kelihatan sebagai “pembela rakyat”, wong cilik, wong dheso, dan wong miskin, serta wong pinggiran. Apakah mereka itu ada yang bela para PKL ketika diuber-uber Trantip? Tidak ada! Mereka diam saja. Padahal, dia dipilih mereka.
Calon anggota dewan sekarang ini sudah sangat enak sekali. Sebagian diantara mereka adalah anak-anak pejabat partai dan pemerintah. Karena anak pejabat partai, mereka bisa bertengger di “nomor jadi”. Tapi rasanya sekarang ini dia juga harus berjuang.
Karena, MK telah memutuskan mereka yang memperoleh suara terbanyaklah yang bisa duduk manis di kursi dewan. Kalau sudah terpilih, tinggal Duduk, Diam, Dengkur, Duit, dan Dolan. Omong kosong bicara soal rakyat. Jadi, apa perlu kita bantu mereka?
——————–
Terima kasih Kang…, sudah turut menyumbangkan fakta yang bisa memperkuat sinyalemen yang saya sampaikan.
Terus berkarya…, and keep on the track Bro !!! Tabik….
Januari 24, 2009 pukul 10:10 am
hari sabtu gak ada gawean, akhirnya aku ya ngeblog jalan satu satunya
+ ninggalin bekas
———————-
Terima kasih Mas.., sudah bersedia nyasar kesini dan ninggalin bekas…
Saya tunggu bekas-bekas lain yang akan ditinggalkan. Hehehehe…
Januari 24, 2009 pukul 4:17 pm
cukup kreatip.
———————
Amat sangat sekali banget super kreatif…… Hihihihihihihi….
Januari 25, 2009 pukul 4:40 pm
huhuhuhuhu
itu gambar … oke bangettttt 
——————–
Itu baru namanya “seni grafis”….. Hihihihihihi
)
Semoga dia tidak menggunakan semboyan.., “Yes I can…”
Wkwkwkwkwkwk…., kidding…., wkwkwkwkwk
Januari 26, 2009 pukul 3:32 am
kreatif…tapi ini beneran mas?
nih mengusung warna kuning, tapi baju ijo. lumayan yang warna ijo kebawa sedikit. atau mau ada koalisi kuning sama ijo buat pilpres malahan…
tapi idenya lumayan seger dibanding yang lain. cuma hiperbolik banget hehehe…
——————
Hloooo….., ini beneran hloooo…
Hlaaa.., makanya itu.., ini amat sangat super banget sekali kreatif jadi harus hiperbolik… Baik pilihan warnanya, komposisi lay out nya dan teknik animasinya.. Wkwkwkwkwkwk….
Januari 27, 2009 pukul 4:27 pm
wkwkwkwkwk . asli mas . saya g kuat nahan ketawa . ini mah lebih GOKIL daripada postingan mas sebelumnya yang ambil background penyanyi dangdut .
ah , , daripada ketawa trs , tukaran link yuk mas .
Januari 30, 2009 pukul 9:53 am
wakakakakakka……
kok targetnya bukan pemilih ya?
Februari 6, 2009 pukul 2:42 pm
nice info
i like your artikel
thanks
please visit my site
kampanye damai pemilu indonesia 2009
potonya keren
—————–
Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Saya akan sempatkan untuk berkunjung ke blog anda… Tabik
Februari 6, 2009 pukul 3:22 pm
@ Bung Ahmad
Dengan senang hati…
@ Bung Dian Heri Sofyan
Mungkin usia pemilih sekarang adalah 5 tahun keatas…
Februari 11, 2009 pukul 2:49 pm
wah, kang parmin no 5, ya..
—————–
Iyaaa…., dapilnya meliputi Planet Krypton…
Februari 23, 2009 pukul 12:15 am
Aku lebih suka Batman, jadi aku tidak akan pilih yang ini. Eh udah ada yg pakai Batman belum ya untuk kampanye ?
—————-
Kampanyenya kan siang… Kalau Batman kan keluarnya malam… Namanya juga manusia kelelawar…
Maret 27, 2009 pukul 8:31 pm
tak kira itu jenengan…. mau jadi tarzan ga ke sampean
eh bukan tarzan ya tapi suparman. he he he
—————-
Tadinya memang mau pakai kostum itu. Tapi sayang keduluan sama beliaunya… Hehehehe…
Maret 31, 2009 pukul 1:42 pm
Bapak calegnya gak photogenic
—————-
Gak photogenic karena kostumnya?, atau karena gak photogenic jadi pakai kostum? Hehehehehe
April 22, 2009 pukul 2:13 pm
Hi..hi…caleg gini kepilih ngak ya ?
—————
Seringkali harapan tidak sama dengan kenyataan…
September 24, 2009 pukul 2:17 pm
hebat ya…. gimana caranya….
Juli 19, 2011 pukul 12:49 pm
bodoh…………